{"id":370102,"date":"2025-10-31T10:23:03","date_gmt":"2025-10-31T03:23:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=370102"},"modified":"2025-10-31T10:23:03","modified_gmt":"2025-10-31T03:23:03","slug":"cctv-jogja-menyelamatkan-saya-di-cuaca-anomali-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cctv-jogja-menyelamatkan-saya-di-cuaca-anomali-ini\/","title":{"rendered":"CCTV Jalanan Jogja, Penyelamat Warga Jogja di Musim yang Anomali Ini"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Musim hujan di Jogja itu seperti tagihan, datang tiba-tiba, pergi tanpa kabar. Dari pagi sampai siang cuaca bisa secerah harapan, tapi begitu sore tiba, langit mendadak murung tanda awan siap marah dengan airnya dan saya seperti banyak warga Sleman lainnya yang mendadak sibuk menatap peta cuaca, grup WhatsApp, dan\u2026 CCTV.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, CCTV. Bukan buat mantau jalan macet atau tilang elektronik semata, tapi untuk hal sesederhana \u201cdi sana hujan nggak, ya?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedengarannya sepele, tapi inilah kebahagiaan kecil yang cuma dimengerti warga Jogja yang hidup di antara dua cuaca Gamping yang panas menyengat dan Jokteng Wetan yang tiba-tiba hujan badai. Beberapa kali saya sudah jadi korban. Dari rumah di Gamping, langit biru bersih, motor melaju santai, eh begitu nyampai perempatan Gedongkuning, air turun seperti balas dendam. Jas hujan pun rasanya sia-sia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak saat itu saya belajar bahwa di Jogja, kepercayaan terbaik bukan pada ramalan BMKG, tapi pada rekaman CCTV Jogja.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>CCTV Jogja penyelamat di musim hujan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">CCTV di jalanan Jogja dan Sleman kini bukan cuma urusan polisi atau Dishub. Data terakhir, Sleman punya ratusan CCTV, dengan 113 di antaranya memantau jalan umum. Ada yang di simpang, ada yang di kawasan ramai, sebagian di titik rawan banjir atau pembuangan sampah. Jogja sendiri juga makin banyak menambah titik pemantauan, apalagi yang terhubung dengan TMC Polda DIY.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu, tidak semua CCTV itu hidup terus. Kadang tiba-tiba offline tanpa pemberitahuan. Lagi pengin lihat jalan Kaliurang, eh malah muncul tulisan \u201cServer Error\u201d atau gambar terakhir pukul 09.12 padahal sekarang sudah sore. Tapi ya sudah, begitulah cinta warga Jogja pada CCTV, tahu tak sempurna, tapi tetap dicari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang menarik, fungsi CCTV Jogja ini akhirnya bergeser jadi semacam \u201cmata warga\u201d yang kolektif. Banyak orang seperti saya yang membuka situs CCTV <a href=\"https:\/\/cctv.jogjakota.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jogjakota<\/a> atau akun-akun yang mengarsipkan CCTV untuk alasan sangat praktis, memastikan apakah jalan tergenang, cuaca di titik tujuan cerah, atau sekadar menebak seberapa ramai lampu merah Condongcatur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada rasa lucu sekaligus mengharukan di situ. Teknologi yang awalnya dibuat untuk pengawasan dan penegakan hukum justru jadi alat sosial. Semacam bentuk gotong royong digital, pemerintah pasang, warga yang memanfaatkan. Gratis, real-time, dan tanpa perlu login macam-macam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, di musim hujan seperti sekarang, CCTV menjadi jembatan antara dua kemungkinan, berangkat sekarang dan basah kuyup, atau menunggu 15 menit sambil ngopi karena \u201cdi UAD lagi deres banget nih.\u201d Sederhana, tapi sangat membantu menjaga mood dan baterai HP tetap kering.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Belum sempurna, tapi sudah begitu berjasa<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, ini bukan berarti sistem CCTV Jogja sudah sempurna. Masih ada persoalan klasik seperti koneksi internet, daya listrik, dan pemeliharaan alat. Pernah ada kasus CCTV di Kronggahan malah diretas, menampilkan tulisan aneh di layar publik. Ada juga yang mati berbulan-bulan karena kabel putus. Tapi setidaknya, dibanding dulu yang serba tebakan, kini warga punya opsi untuk \u201cmengintip cuaca\u201d tanpa perlu jadi cenayang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan di sinilah letak keasikannya. Jogja memang kota yang aneh, bisa macet tapi tetap sabar, bisa becek tapi tetap hangat. Orang-orangnya terbiasa menghadapi ketidakpastian dengan cara kreatif, termasuk dengan membuka CCTV sebelum berangkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang saya mikir, CCTV Jogja ini bukan cuma kamera, tapi semacam cermin kecil kehidupan kota. Ada yang terang, ada yang redup, tapi semuanya merekam gerak warga yang terus menyesuaikan diri dengan cuaca, lalu lintas, dan nasib.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi kalau besok kamu mau jalan dari Gamping ke UAD kampus 4, jangan buru-buru pakai helm. Coba buka dulu CCTV-nya. Siapa tahu di Jokteng Wetan lagi hujan deras, sementara di tempatmu masih cerah. Kalau ternyata hujan, ya sudah seduh kopi dulu saja. Kalau terang, gas pelan-pelan, tapi jangan lupa jas hujan tetap dibawa. Karena seperti halnya cinta dan langit Jogja, semuanya bisa berubah dalam lima menit.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Janu Wisnanto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cctv-jogja-sahabat-terbaik-sobat-nglaju-tapi-kadang-nggak-berguna\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">CCTV Jogja, Sahabat Terbaik Sobat Nglaju, tapi Kadang Nggak Berguna karena Nggak Bisa Diakses<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya belajar bahwa di Jogja, kepercayaan terbaik bukan pada ramalan BMKG, tapi pada rekaman CCTV Jogja.<\/p>\n","protected":false},"author":2789,"featured_media":370138,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12914],"tags":[30800,27416,30802,30801],"class_list":["post-370102","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gadget","tag-cctv-jalanan-jogja","tag-cctv-jogja","tag-cctv-jogja-kota","tag-cctv-sleman"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/370102","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2789"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=370102"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/370102\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/370138"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=370102"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=370102"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=370102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}