{"id":368144,"date":"2025-10-22T10:56:37","date_gmt":"2025-10-22T03:56:37","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=368144"},"modified":"2025-10-22T10:56:37","modified_gmt":"2025-10-22T03:56:37","slug":"plaza-lamongan-adalah-pusat-perbelanjaan-paling-aneh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/plaza-lamongan-adalah-pusat-perbelanjaan-paling-aneh\/","title":{"rendered":"Plaza Lamongan Adalah Pusat Perbelanjaan Paling Aneh: Dianggap Mal kok Nggak Layak, Dianggap Pasar juga Nggak Pas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu ketika masih kecil, keberadaan Plaza Lamongan adalah kebanggaan. Bagi saya, berkunjung ke sana adalah satu hal yang memorable. Saya cukup ingat ketika masuk ke sana, ke dalam gedung yang ber-AC. Kemudian beli es krim, dan beberapa baju. Rasanya seneng aja bisa ke sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, setelah saya tumbuh dewasa, Plaza Lamongan tampaknya tidak ikut \u201cbertumbuh\u201d. Malah sebaliknya, makin tahun, semakin kelam. Bahkan beberapa tahun lalu kabarnya pernah <a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita-jawa-timur\/d-3817406\/lamongan-plaza-sepi-diusulkan-dijadikan-lokasi-hiburan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sepi sekali pengunjungnya<\/a>. Kemudian merangkak naik dengan mendatangkan beberapa gerai brand yang mendongkrak pasar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah cukup lama tidak ke sana, saya kembali mengunjunginya lagi. Kali ini bersama istri, sebagai orang Mojokerto, ia penasaran seperti apa Plaza kebanggaan warga Lamongan ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dari luar sudah nggak meyakinkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika menuju ke sana, istri cukup kaget melihat di luar ada banyak penjaja sego boran. Vibe-nya kek aneh aja bagi dia. Kek pasar malahan, sebab agak semrawut. Nggak yang steril seperti di pusat perbelanjaan pada umumnya gitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Da mengatakan, bahkan di Superindo saja masih rapi dan tertata. Kalau pun ada penjaja makanan atau pedagang PKL, lokasinya ada di sudut, atau di dalam gedung parkiran, dll. Pokoknya, tidak keliatan lah. Nah di Plaza Lamongan ini beda. Ada banyak penjaja sego, es degan, bahkan warkop.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disclaimer, saya tidak ada intensitas apa-apa dengan pedagang di sana. Saya hanya sedang memberi gambaran jika di pusat perbelanjaan lain memang ditata dengan rapi, sehingga sama-sama enak dan tak terkesan serampangan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Makin masuk, Plaza Lamongan makin tidak meyakinkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, ketika memasuki parkiran, istri saya kembali heran dengan parkirannya yang agak menyusahkan. Bukan sempit ya, tapi susah. Sebab, ketika masuk dan keluarnya di depan ada semacam tiang yang ngalangin aja gitu, jadi kita harus menghindar kalau mau masuk dan keluar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum selesai sampai sana, ketika masuk ke dalam, suasana juga tidak terlalu dingin. Tak ada musik khas pusat perbelanjaan. Hanya terasa seperti mal versi mungil. Sebab, ada beberapa brand, seperti Matahari, Informa, Mr. DIY, Chatime, dll. Sekali lagi, hanya beberapa saja. Sisanya ya ruko kosong. Tidak semua terisi. Pengunjung juga nggak terlalu ramai.<\/span><\/p>\n<h2><b>Di luar ekspektasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum berkunjung ke Plaza Lamongan, dia sangat penasaran. Ekspektasinya adalah pusat perbelanjaan yang ramai pengunjung. Dia sebenarnya tak membayangkan seperti mal, dia hanya membayangkan seperti Superindo. Tapi ketika sampai ke Plaza Lamongan, dia kaget dengan kondisi seadanya ini. Yah memang beginilah kondisi plaza kebanggaan warga Lamongan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo melihat fakta di lapangan, tidak heran kalau warganya lebih suka berbelanja ke Tuban atau Gresik. Karena lebih lengkap, ramai, dan tentu saja lebih \u201cniat\u201d. Perlu diakui, hal-hal seperti ini juga lah yang membuat kondisi Plaza menjadi agak sepi dan tak terlalu diminati.<\/span><\/p>\n<h2><b>Nggak ada kafe di Plaza Lamongan, adanya Pop Ice<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sempat keliling dan berharap ada tempat nongkrong. Nggak perlu muluk-muluk semacam JCO, Excelso, atau brand besar lain. Saya hanya berharap menemukan setidaknya food court atau pujasera yang ada tempat duduknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ternyata, yang ada cuma kantin sederhana dengan menu Pop Ice dan Pop Mie. Serius. Memang itu salah satu menunya. Bayangin saja nongkrong sambil ngaduk Pop Ice di dekat matahari. Kek ada yang aneh gitu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Memang sangat perlu dikembangkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga, jujur saya masih berharap Plaza Lamongan bisa bangkit. Mungkin perlu diperluas, diperlebar, atau minimal dipercantik biar vibe-nya nggak membuat pengunjung kebingungan. Kalau bisa, tambah beberapa tenant baru atau tempat nongkrong kekinian. Karena kalau pengunjung mau datang, mereka butuh alasan lebih dari sekadar \u201cbelanja baju di Matahari\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lamongan sebenarnya butuh tempat publik yang bisa jadi ruang sosial, bukan cuma ruang jual beli. Plaza Lamongan punya potensi itu, asal mau dibenahi. Tapi, untuk sekarang, sayangnya, masih jauh dari itu. Plaza Lamongan tetaplah pusat perbelanjaan teraneh. Sebab, dibilang mal nggak layak, dibilang pasar kok ada Matahari di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aneh sih, tapi ya gimana lagi, jalan saja rusak tidak diperbaiki, mau berharap apa sama pemerintah daerah?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: M. Afiqul Adib<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lamongan-adalah-daerah-dengan-pusat-kota-terburuk-yang-pernah-saya-tahu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Lamongan Adalah Daerah dengan Pusat Kota Terburuk yang Pernah Saya Tahu<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0ini\u00a0ya.<\/em><\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lamongan sebenarnya butuh tempat publik yang bisa jadi ruang sosial, bukan cuma ruang jual beli. Plaza Lamongan punya potensi itu, asal mau dibenahi.<\/p>\n","protected":false},"author":580,"featured_media":368187,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2250,30607,30606,30608],"class_list":["post-368144","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-lamongan","tag-mall-di-lamongan","tag-plaza-lamongan","tag-pusat-perbelanjaan-di-lamongan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/368144","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/580"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=368144"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/368144\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/368187"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=368144"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=368144"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=368144"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}