{"id":368119,"date":"2025-10-22T14:25:59","date_gmt":"2025-10-22T07:25:59","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=368119"},"modified":"2025-10-22T14:25:59","modified_gmt":"2025-10-22T07:25:59","slug":"akun-affiliate-yang-jualan-numpang-tragedi-itu-biadab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/akun-affiliate-yang-jualan-numpang-tragedi-itu-biadab\/","title":{"rendered":"Akun Affiliate yang Jualan Numpang Tragedi Itu Biadab, dan Semoga Nggak Laku!"},"content":{"rendered":"<p><em>Kalau kalian affiliator, jualan affiliate kalian numpang tragedi orang dan nggak laku, itu wajar banget. Seharusnya memang seperti itu<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi asyik scroll-scroll X sore-sore, sambil dengerin Payung Teduh plus suara hujan dan ngerasa hidup tuh adem banget, eh tiba-tiba jari berhenti di satu postingan yang bikin darah naik satu derajat. Awalnya tertarik banget sama hook-nya. Kalimat awalnya tuh kayak clickbait tapi elegan. Begini bunyinya:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPenjelasan kontroversial tapi banyak yang setuju. Alasan ini yang buat Timothy di-bully, mau marah tapi ini fakta lapangan\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yaudah aku klik dong, pikirku bakal ada cerita penuh empati, mungkin ending-nya bikin orang menyadari atau minimal refleksi hidup. Tapi pas dibuka&#8230; BOOM! ternyata di akhir postingan malah nyantumin link jualan. Affiliate, lagi. Taik!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sumpah, itu bukan cuma zonk. Itu pengkhianatan terhadap rasa kemanusiaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan yang lebih ngeselin, kejadian kayak gini tuh bukan cuma sekali-dua kali. Tiap minggu ada aja akun affiliate yang jualan dengan embel-embel tragedi. Ada yang pakai kisah korban kekerasan, ada yang pakai berita duka, ada juga yang pura-pura sedih biar \u201cniche-nya relate\u201d. Padahal di ujungnya tetep: \u201cLink produk aku taruh di bawah ya~\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau affiliate-mu nggak laku ya, maaf banget nih, tapi ya wajar. Bukan karena orang nggak suka produkmu, tapi karena caramu jualan tuh norak dan nggak berperasaan. Dan memang sebaiknya jangan laku.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kalian <\/b><b>sebagai pembaca juga harus melek, jangan kejebak affiliate yang jahat!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gedheg nggak sih tiap buka X, nemu postingan yang awalnya kayak berita serius, tapi ujung-ujungnya jualan sandal kesehatan? Sumpah, kalau nggak salah fokus, ya marah. Tapi ya gimana, algoritma tuh lagi doyan banget sama yang nyampur antara tragedi dan transaksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, kalian sebagai pembaca juga harus melek. Jangan gampang kasihan sama akun-akun affiliate yang pamer \u201ccerita sedih\u201d tapi ujungnya ngajak beli. Mereka tuh bukan berempati, tapi strategik. Kalau bisa dibilang, marketing tanpa hati nurani. Dan sebaiknya ya nggak usah dikasih panggung. Jangan di-like, jangan di-retweet, apalagi dikomenin. Soalnya makin rame, makin semangat mereka jual duka orang lain.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jualan itu bukan sekadar cari cuan, tapi cari keberkahan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aku pribadi percaya, jualan itu ladang keberkahan. Ada nilai-nilai moral di dalamnya. Rezeki udah ada yang ngatur, tinggal dijemput pakai cara yang bener. Tapi banyak yang lupa, bahwa kecepatan cuan itu nggak sebanding sama kualitas cara dapetinnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lucunya, sekarang banyak banget akun jualan yang nggak sabar. Baru sehari buka akun affiliate, udah pengin viral. Akhirnya ya pake cara yang \u201ckreatif\u201d (baca: manipulatif). Mereka jualan sambil \u201cnebeng\u201d isu yang lagi rame, entah itu kasus kriminal, perceraian artis, atau tragedi kemanusiaan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ya ampun, ini bukan <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Brand_awareness\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">marketing awareness<\/a>, ini moral bankruptcy.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mau jualan ya jualan aja, nggak usah curi spotlight di tengah kesedihan orang lain. Mau promo produk? Silakan, tapi jangan numpang trending di atas luka.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sebenernya banyak cara biar affiliate laku tanpa drama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aku juga affiliator, dan aku tahu banget gimana rasanya jualan yang kadang naik, kadang nyungsep kayak sinyal 3G di pedalaman. Tapi percayalah, ada cara-cara normal yang nggak perlu ngorbanin hati nurani.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Bisa pakai fitur promosi, bisa riset keyword, bisa rutin share link tapi di tempat yang wajar. Intinya tuh konsistensi, bukan konten kasihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuncinya bukan viral, tapi trust. Kalau kamu jualan pakai cara yang baik, orang bakal inget dan balik lagi. Tapi kalau kamu sekali aja ngelakuin cara \u201cmenjijikkan\u201d kayak pakai berita duka buat jualan sepatu, udah deh, selamat tinggal reputasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, kalau nemu akun affiliate yang kayak gini, saran jujur dari aku: langsung blokir. Nggak usah dikasih engagement. Makin sering dilihat, makin banyak yang mikir \u201cwah, ternyata efektif juga ya jualan pakai cara kayak gitu.\u201d Dan lingkaran setan itu terus berputar.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jadilah affiliator yang pakai hati, bukan cuma strategi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak semua orang paham bahwa marketing itu juga butuh moralitas. Di balik layar, banyak banget affiliator yang cuma mikir angka, tapi lupa kalau di balik angka itu ada manusia. Padahal jadi affiliator itu bisa banget kok elegan. Bisa lucu, bisa kreatif, bisa storytelling tanpa harus bawa-bawa kisah orang lain yang sedih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, ada yang bikin review produk jujur tapi lucu, ada yang bikin konten edukatif, ada juga yang sekadar share pengalaman pribadi. Itu semua jauh lebih manusiawi dan nggak bikin orang mual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga makin banyak affiliator yang sadar bahwa jadi manusia dulu baru marketer. Karena kalau semua demi klik dan komisi, ya jangan heran kalau makin banyak orang yang muak. Cuan itu penting, tapi jangan sampai nurani disekolahkan cuma karena pengen viral. Karena ujungnya bukan cuma akunmu yang sepi, tapi hatimu juga ikut mati rasa.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Nur Anisa Budi Utami<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-alasan-affiliate-e-commerce-tak-lagi-menjanjikan-untuk-mencari-cuan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Alasan Affiliate E-Commerce Tak Lagi Menjanjikan untuk Mencari Cuan<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0ini\u00a0ya.<\/em><\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau kalian affiliator, jualan affiliate kalian numpang tragedi orang dan nggak laku, itu wajar banget. Seharusnya memang seperti itu.<\/p>\n","protected":false},"author":3074,"featured_media":275702,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[30619,22516,30620,30621,421],"class_list":["post-368119","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-affiliate","tag-affiliator","tag-akun-affiliate","tag-brand-awareness","tag-twitter"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/368119","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3074"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=368119"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/368119\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/275702"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=368119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=368119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=368119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}