{"id":3678,"date":"2019-06-13T12:00:21","date_gmt":"2019-06-13T05:00:21","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=3678"},"modified":"2022-01-17T13:36:32","modified_gmt":"2022-01-17T06:36:32","slug":"hoax-positif-banyak-kita-temukan-ketika-lebaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hoax-positif-banyak-kita-temukan-ketika-lebaran\/","title":{"rendered":"Hoax Positif Banyak Kita Temukan Ketika Lebaran"},"content":{"rendered":"<p>Kamu kenal hoax\u2014tetanggamu, bapak kosmu, follower igmu, bakul brambang di pasar kenal hoax? O ya jelas, zaman sekarang ini siapa sih yang nggak kenal hoax\u2014bayi baru meluncur pun pasti kenal hoax.<\/p>\n<p>Kalian ingat nggak waktu masih di dalam kandungan? Sering tuh kita menemui ibu-ibu yang lagi hamil dan ketika ia merasakan perutnya disepak-sepak oleh debay alias dedek bayi\u2014ini kalau anaknya cowok\u2014ia akan bilang, &#8220;Wah nendang-nendang ya, Nak. Besok jadi pemain bola ya.&#8221; Tapi faktanya, setelah anak itu lahir dan tumbuh, setiap keluar bawa bola malah dimarahin sama ibunya, &#8220;Kamu ini main bola terus! Hayo, belajar sana ambil buku.&#8221;<\/p>\n<p>Apalagi kemarin waktu musim Pemilu, kita bisa sampai bermandikan hoax. Demi meninggikan citra sendiri dan merendahkan citra lawan, kedua kubu berlomba-lomba memproduksi hoax. Sebab falsafahnya begini\u2014kalau di musim lebaran banyak anak banyak rejeki, kalau dalam kompetisi politik banyak hoax banyak masa.<\/p>\n<p>Sebenarnya hoax ini juga bukan fenomena baru, Saudara-saudaraku\u2014jadi tak usah terkejut begitu. Hoax bahkan sudah ada sejak awal mula penciptaan manusia, ketika Adam dan Hawa saling memadu kasih layaknya bucin di bawah Pohon Hayat. Lalu muncullah ular memakai hoax untuk mengelabui Hawa\u2014yang kemudian membuat mereka kemudian dihukum. Alasannya tak lain tak bukan karena ular ini cemburu dengan Adam, eh tepatnya dengan ularnya Adam.<\/p>\n<p>Mengutip dari <a href=\"https:\/\/tirto.id\/memangnya-ada-hoax-yang-positif-dan-membangun-cCKb\">tirto.id di tahun 2017<\/a>, setelah dilantik menjadi kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Djoko Setiadi mengeluarkan pernyataan bahwa hoax itu ada yang positif dan yang negatif. Ia juga menghimbau kepada masyarakat Indonesia, kalau menyebarkan hoax itu harusnya sebarkan hoax yang membangun.<\/p>\n<p>Jelas\u2014pernyataan tersebut menuai banyak kritikan. Tapi saya pikir-pikir, pernyataan Pak Djoko tidak salah juga. Lha dari kecil bahkan kita sudah dikenalkan dengan hoax\u2014khususnya hoax yang positif. Seperti ini, ketika kita sedang makan dan malas menghabiskan, pasti ibu kita akan bilang, &#8220;Nasinya dihabisin, kalau nggak nanti ayamnya mati!\u201d\u2014selalu begitu. Tapi ya gimana, kita tetep aja malas menghabiskan\u2014kan kita anak kecil kenyangnya sama main bukan makanan.<\/p>\n<p>Pernah dulu saya penasaran, benar tidak sih kalau ayam akan mati kalau kita makannya nggak habis. Lalu aku tengok dong ke kandang ayam, tapi ayam-ayam saya\u00a0 masih utuh-utuh saja tuh nggak ada yang mati satu pun. Kecuali kalau ayamnya terus digoreng buat lauk\u2014nah itu baru hilang. Lha gimana saya kalau makan sama ayam baru bisa habis nasinya. <em>mwehehe~<\/em><\/p>\n<p>Sama ini nih, khususnya di Jawa pasti mengenal budaya <em>pekewuh<\/em> atau nggak enakan. Kalau kita ditawarin makan\u2014biasanya kita akan bilang, \u201cOh iya, nggak usah repot-repot kami masih kenyang.\u201d Kamu menjawab itu sambil mengenang dompet yang hanya menyimpan uang 10 ribu rupiah dan perut benar-benar lapar. Kalau parahnya tuan rumah kemudianmenanggapi itu dengan serius, kamu akan pulang dengan uang yang tersisalalu mampir membeli Promag.<\/p>\n<p>Beberapa hoax di atas tadi\u2014kecuali permasalahan Pemilu yang nggak mutu\u2014kalau berdasarkan pernyataan Djoko Setiadi, termasuk hoax yang positif. Kalau kita amati ternyata kita juga banyak mengkonsumsi hoax positif ketika lebaran lho, Kisanak\u2014dan pelakunya adalah Pakdhe Budhe kita sendiri. Berikut beberapa di antaranya:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201c<strong>Tambah ganteng aja sekarang, Le!\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Pasti ketika pertama berkunjung ke rumah Pakdhemu, ia akan berkata &#8220;Wah, tambah ganteng aja ya sekarang kamu, Le.&#8221; Hoax ini yang paling sering kita temui. Sebenarnya ini termasuk hoax yang positif. Maksudnya ingin menghargai penampilan keponakannya karena bajunya baru, selain Budhe harus memberikan kesan yang baik dan positif karena kan jarang ketemu.<\/p>\n<p>Namun terkadang dampaknya malah buruk, kemarin teman saya setelah dibilangin begitu oleh Budhenya ia langsung menghubungi gebetannya. Ia lalu membuat janji di pesarean di bawah pohon Kamboja. Di antara cahaya senja yang memantul di batu nisan, ia tembaklah itu gebetannya. Lalu hasilnya? Teman saya mati terkubur oleh harapannya sendiri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;<strong>Sekarang kamu kurusan ya.&#8221;<\/strong><\/p>\n<p>Kalau hoax ini biasanya disukai oleh perempuan-perempuan gemar makan pemuja tubuh minimalis. Perempuan-perempuan ini gemar sekali makan tapi nggak mau gemuk. Rendang, bistik,\u00a0 bakso, kue, terus lemak, gula, karbohidrat itu masuknya ke mana <em>girls\u2014<\/em>ke Pak Eko? Ini sebenarnya juga termasuk hoax yang positif\u2014maksudnya ingin membuat keponakannya percaya diri. Tapi sama juga, hoax ini terkadang dampaknya malah buruk.<\/p>\n<p>Kemarin setelah pulang sungkeman dan mengonsumsi banyak kata \u2018kurusan&#8217;\u2014Mbak saya menumpuk bajunya. Kemudian baju itu ia bagikan ke ponakan-ponakannya\u2014semuanya sampai lemari kosong. Lalu Mbak saya berniat beli baju baru banyak sekali. Ia membayangkan bisa pake baju yang <em>slim<\/em>. Namun, ketika mencoba baju yang lebih kecil dari sebelumnya\u2014tetap sama tidak muat dan sampai pecah pembuluh darahnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Kaleng Khong Guan Isi Rengginang<\/strong><\/p>\n<p>Selain hoax yang bentuknya lisan, kita juga sering menemui hoax <em>visual<\/em>, yaitu kaleng Khong Guan. Hoax satu ini sudah sangat populer\u2014bahkan menjadi sesepuhnya meme lebaran. Kemarin sesampainya di rumah simbah, adik saya bersemangat sekali membuka toples Khong Guan. Adik saya ini penggemar janji-janji manis\u2014eh makanan-makanan manis maksudku. Adik saya ini pengen makan biskuit yang ada butir-butir gulanya. Setelah dibuka ternyata isinya rengginang\u2014tertipulah adik saya.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8220;Uangnya Ibu simpankan ya, Nak.\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Ini hoax yang selanjutnya sering kita dengar\u2014yang kerap terjadi pada anak-anak. Ini termasuk hoax yang positif juga. Tujuannya agar uangnya tak sembarangan di bawa oleh anak-anak\u2014karena anak-anak dinilai belum bisa menyimpan uang. Selain itu anak-anak juga belum tahu cara menggunakan uang.<\/p>\n<p>Namun semuanya hanya janji-janji semata\u2014hanya visi misi tanpa aksi. Hak kepemilikan uang langsung berbalik menjadi milik orangtuanya. Eh, nggak juga ding\u2014uang ini kan nanti buat bayar sekolah anaknya, buat beli susu, beli tas, perhiasan<em>, makeup\u2014eh, suudzon suudzon~<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201c<strong>Nah kalau rambutnya rapi gitu kan ganteng dan pinter.\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Dan hoax yang terakhir ini, sering saya alami bersama teman-teman I Gondes\u2014Ikatan Gondrong Ndeso Indonesia. Kalian mahasiswa gondrong\u2014kalian boleh teriak hak asasi di mimbar sambil bakar-bakar ban, kalian boleh garang ketika diskusi politik dan mengkritik Pemerintah, kalian boleh lahap bacaan-bacaan haluan kiri\u2014tapi ketika lebaran, kalian akan dibungkam oleh Pakdhe Budhe dengan ucapan, <em>\u201cmbok ya cukur to, Le<\/em>.\u201d Silakan kalian pilih\u2014pilih mencukur <a href=\"https:\/\/mojok.co\/edi\/esai\/nyai-ontosoroh-si-jomblo-idealis\/\">idealisme<\/a> atau ikatan keluarga.<\/p>\n<p>Mengapa saya katakan ini sebagai hoax. Karena kemarin setelah mencukur idealisme\u2014eh rambut, Pakde dan Budhe lalu berkata, &#8220;Nah kalau rapi gitu kan ganteng dan pinter.&#8221;\u2014oh ya jelassss, Budhe. Itu kalau urusan yang pertama. Tapi kalau yang kedua ini lho\u2014setelah cukur rambut, saya jadi pinter? Anu\u2014apa hubungannya otak dengan rambut, Pakdhe Budhe? Kok saya tetep sama aja nggak bisa bedain trapesium sama segitiga. <em>Hmmmm~<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau kita amati ternyata kita juga banyak mengkonsumsi hoax positif ketika lebaran lho, Kisanak\u2014dan pelakunya adalah Pakdhe Budhe kita sendiri.<\/p>\n","protected":false},"author":117,"featured_media":3705,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[931,16,342,932],"class_list":["post-3678","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-hoax","tag-hubungan","tag-lebaran","tag-positif-thinking"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3678","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/117"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3678"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3678\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3705"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3678"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3678"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3678"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}