{"id":367779,"date":"2025-10-19T08:35:20","date_gmt":"2025-10-19T01:35:20","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=367779"},"modified":"2025-10-18T19:55:40","modified_gmt":"2025-10-18T12:55:40","slug":"alasan-warlok-malas-foto-di-tugu-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-warlok-malas-foto-di-tugu-jogja\/","title":{"rendered":"5 Alasan Warlok Malas Foto di Tugu Jogja"},"content":{"rendered":"<p><em>Warlok hampir tidak pernah foto di Tugu Jogja. Iya atau iya wahai para warga Jogja?\u00a0<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wisata Jogja nggak pernah diam. Ada saja hal baru yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Dan, seperti biasa, tempat-tempat baru ini langsung \u201cdiserbu\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau setiap waktu selalu ada tempat wisata baru, ada satu tempat di Jogja yang sejak dahulu tidak pernah dilewatkan wisatawan. Rasanya berwisata ke Jogja kurang afdal kalau tidak mengunjungi tempat ini: Tugu Jogja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, Tugu yang berada di perempatan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perempatan-gramedia-jogja-perempatan-paling-ruwet\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalan Jenderal Sudirman<\/a> dan Jalan Margo Utomo ini selalu dipenuhi wisatawan. Terlebih di akhir pekan dan libur panjang. Wisatawan menikmati tugu putih itu sambil bercengkrama di warung atau kafe terdekat atau sekadar melewatinya. Tidak lupa mengambil foto karena nggak afdal rasanya lewat titik ikonik tanpa mengabadikannya. Nanti dikira nggak pernah ke Jogja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi beda ceritanya untuk warga asli Jogja. Saya, dan mungkin banyak warlok Jogja, justru nggak punya satu pun foto di sana. Boro-boro foto, saya nggak pernah berhenti di Tugu selain karena kena lampu merah. Sekali pun mengantarkan saudara saja foto-foto di sana, saya lebih memilih menunggu di salah satu pojokan.\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan saya sih ada beberapa ya, di antaranya seperti ini:<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Nggak ada yang \u201cistimewa\u201d dari Tugu Jogja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wait, jangan serang saya dulu sebelum membaca sampai akhir. Maksud saya dengan nggak ada yang \u201cistimewa\u201d dari Tugu adalah karena Tugu sudah menjadi bagian dari kehidupan saya sehari-hari. Benar-benar setiap hari saya melihat Tugu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tinggal di sebelah barat Tugu. Kebetulan SMP, SMA, dan kampus tempat saya menimba ilmu berada di sisi timur dan mewajibkan saya melintas melalui Tugu setiap hari. Bahkan, bukan hanya sekali, melainkan dua kali sehari. Jadi, buat apa foto di Tugu kalau saya bisa nyawang tiap hari?<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Jiwa introvert saya nggak mampu mengatasi keramaian di Tugu Jogja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tugu sudah menjadi spot wajib bagi wisatawan luar daerah. Setiap malam, Tugu selalu penuh dengan pelancong yang rebutan spot. Padahal posisinya Tugu itu tepat di tengah perempatan, lho. Tapi banyak wisatawan yang rela pasang tripod bahkan duduk di jalan sambil pose.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yang beberapa kali terpaksa untuk nyebrang karena ada urusan di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pangeran-diponegoro-dan-perjalanannya-sebelum-perang-jawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalan Pangeran Diponegoro<\/a> malah kehabisan energi sosial sendiri. Saya kalau dibayar untuk foto di antara kerumunan sebegitu banyaknya orang pun nggak sudi.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Effort-nya harus lebih<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat warlok, foto di Tugu justru membutuhkan effort yang lebih banyak. Soalnya kami tahu betul bagaimana kondisi Tugu dari pagi sampai pagi lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tugu itu dekat dengan zona kemacetan yang kerap terjadi penumpukan kendaraan di jam berangkat dan pulang kantor. Sudah gitu, Tugu bersebelahan dengan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pasar_Kranggan_Yogyakarta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pasar Kranggan<\/a> yang ramenya pol. Parkir kendaraan di sekitar Tugu itu susah, ditambah dengan kendaraan yang lalu lalang karena seperti yang saya katakan, Tugu itu ada di tengah perempatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau warlok mau foto, kita harus parkir kendaraan dulu. Saya sih males banget harus keluar Rp2 ribu untuk parkir. Belum lagi susah ngeluarin kendaraan dan melanjutkan perjalanannya. Kayaknya saya malah akan malu sendiri kalau se-effort itu demi foto di Tugu.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Sense of belonging yang aneh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja, saya merasa ada semacam sense of belonging yang aneh terkait Tugu ini. Tugu itu kan simbol, bahkan menjadi ikonnya Kota Jogja. Saya sejak lahir tinggal di Kota Jogja. KTP pun Kota Jogja. Tapi saya merasa Tugu seperti bukan \u201cmilik saya\u201d karena ia sudah \u201cdikuasai\u201d wisatawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya merasa wisatawan dari luar daerah malah lebih dekat dengan Tugu dibandingkan saya. Benar sih, secara jarak saya dekat banget dengan Tugu. Tapi jauh di dalam hati, saya merasa wisatawan lebih dekat dengan Tugu secara emosional. Jadi bagi saya semacam ada pemikiran bahwa Tugu itu untuk turis, bukan untuk warga lokal.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Banyak tempat lain yang lebih berarti secara emosional<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkaitan dengan nomor empat, bagi saya mungkin Tugu nggak terlalu punya hubungan emosional dengan saya. Tapi di Jogja, ada banyak tempat yang lebih berarti bagi saya. Tempat-tempat ini yang membangkitkan nostalgia ketika saya sedang jauh dari kampung halaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat-tempat ini bisa jadi berupa angkringan di pinggir sawah dekat rumah saya, masjid tempat saya belajar mengaji saat kecil, bahkan Jalan Parangtritis yang menjadi saksi jatuhnya air mata saya karena terharu pasca-wawancara dengan informan riset saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, simbol Jogja itu lebih personal dan nggak harus selalu monumental. Dan yang pasti, nggak harus semuanya difoto untuk menjadi memori. Saya nggak punya foto diri saya dengan Tugu. Tapi saya selalu memperkenalkan Tugu kepada teman-teman saya di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-benda-dari-indonesia-yang-bikin-takjub-orang-turki-dan-negara-lain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Turki,<\/a> di tempat saya tinggal sekarang ini. Dengan kata lain, saya tetap bangga dengan ikon Kota Jogja ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis:\u00a0 Noor Annisa Falachul Firdausi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/4-fakta-kos-lv-jogja-yang-belum-banyak-orang-tahu\/\"><b><i>4 Fakta Kos LV Jogja yang Belum Banyak Orang Tahu<\/i><\/b><\/a><b>.<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> ini<\/a> ya,<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tugu Jogja tempat yang populer bagi wisatawan untuk foto-foto, tapi tidak dengan warga lokal karena beberapa alasan ini. <\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":367787,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[30553,115,15961,9411,9313,30552,10038,9830],"class_list":["post-367779","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-ikon-jogja","tag-jogja","tag-pariwisata-jogja","tag-tugu","tag-tugu-jogja","tag-warlok-jogja","tag-wisata-jogja","tag-wisatawan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367779","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=367779"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367779\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/367787"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=367779"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=367779"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=367779"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}