{"id":36762,"date":"2020-04-16T11:00:23","date_gmt":"2020-04-16T04:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=36762"},"modified":"2020-04-15T14:42:22","modified_gmt":"2020-04-15T07:42:22","slug":"liverpool-di-tangan-fiersa-besari-beni-satryo-putri-marino-hingga-dilan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/liverpool-di-tangan-fiersa-besari-beni-satryo-putri-marino-hingga-dilan\/","title":{"rendered":"Liverpool di Tangan Fiersa Besari, Beni Satryo, Putri Marino Hingga Dilan"},"content":{"rendered":"<p>Mencintai Liverpool memang rasanya seperti menghirup petrikor, ada namun datang saat tertentu saja. Berbalut hal-hal puitis tanpa menyentuh senja dan kopi, Liverpool menghantarkan para pengagumnya kepada sebuah babak tentang ikhlas dalam mencintai.<\/p>\n<p>Apa, sih, tahap cinta yang lebih tinggi dari ikhlas tanpa menggurui? Atau lebih menyeluruh seperti paradoks senjanya Fiersa Besari? Ah, terlampau indah bukan mencintai Liverpool, juga tetek-bengek di belakangnya yang selalu datang menghampiri.<\/p>\n<p>Dari awal tahun, laju Liverpool yang tidak terbendung itu akhirnya digoncang oleh isu perang dunia ketiga. Kemudian datang lagi isu meteor yang akan menyerang bumi April. Dan akhirnya harus bertekuk lutut kepada pandemi virus corona. Sebagian fans mengatakan hal indah di sosial medianya. Entah karena legowo atau males berdebat sama fans sebelah, mereka kompak berkata, \u201ckemanusiaan lebih penting, ambil saja trofi kami!\u201d<\/p>\n<p>Sudah indah dan romantis, bagaimana jadinya jika para pujangga (((misalnya))) mencintai Liverpool? Mungkin tim ini akan menjadi narasi besar pemikiran dan inspirasinya dalam menulis. Dari Sapardi hingga Dilan, beginilah sekiranya kala para pujangga mencintai Liverpool sepenuh hati dan tak lekang menjadi abadi.<\/p>\n<h4><strong>Sapardi Djoko Damono<\/strong><\/h4>\n<p>Saya adalah penggemar <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bulan-juni-kali-ini-tidak-hanya-soal-hujan-ala-pak-sapardi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">puisi-puisi Eyang Sapardi<\/a> yang menusuk dan sampai kapan pun juga bakalan <em>related<\/em> sama keadaan cinta di berbagai jaman. Lalu, bagaimana ya jadinya jika Eyang membuat puisi atas dasar keadaan Liverpool yang kini sedang galau? Mungkin begini jadinya.<\/p>\n<p><em>\u201cAku ingin mencintai Liverpool dengan sederhana<\/em><\/p>\n<p><em>dengan Premier League yang tak sempat diucapkan selebrasi kepada jemari yang menjadikannya abu.<\/em><\/p>\n<p><em>Aku ingin mencintai Liverpool dengan sederhana<\/em><\/p>\n<p><em>Dengan dua kemenangan yang tak sempat disampaikan kemanusiaan kepada tragedi yang menjadikannya tiada<\/em>.\u201d<\/p>\n<p>Atau menjadi seperti ini:<\/p>\n<p><em>\u201cTak ada yang lebih tabah<\/em><\/p>\n<p><em>dari hujan di Anfield<\/em><\/p>\n<p><em>Dirahasiakannya trofi rindunya<\/em><\/p>\n<p><em>kepada trofi-trofi itu\u201d<\/em><\/p>\n<p>Dikutip dan dirombak sedikit puisinya Eyang Sapardi dengan judul <em>Hujan Bulan Juni<\/em>.<\/p>\n<h4><strong>Aan Mansyur<\/strong><\/h4>\n<p>Siapa yang tidak tersihir kala membaca bukunya Aan Mansyur yang berjudul Melihat Api Bekerja atau Tidak Ada New York Hari Ini? Melalui bingkai-bingkai kata-kata nan indah juga realitas akan kehidupan. Juga, ia adalah penulis puisi Rangga untuk film Ada Apa dengan Cinta 2. Bagaimana, ya, jadinya jika ia adalah seorang Kopites?<\/p>\n<p><em>\u201c3.<\/em><\/p>\n<p><em>atau, seperti trofi,<\/em><\/p>\n<p><em>adalah dan yang telah tercuri.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Dikutip dan dirombak sedikit dengan judul asli puisi M. Aan Mansyur dengan judul Dan.<\/p>\n<h4><strong>Joko Pinurbo<\/strong><\/h4>\n<p>Puisi-puisi yang indah dan cerdik dari Joko Pinurbo pasti cocok ketika membuat puisi tentang Liverpool. Dengan indah dan kata-kata menawan, mungkin jadinya seperti ini:<\/p>\n<p><em>\u201cTuhan yang cantik,<\/em><\/p>\n<p><em>temani aku<\/em><\/p>\n<p><em>yang sedang menyepi<\/em><\/p>\n<p><em>dari Premier League yang berhenti.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Dikutip dan dirombak sedikit dengan judul asli puisi Joko Pinurbo dengan judul Doa Seorang Pesolek.<\/p>\n<h4><strong>Fiersa Besari<\/strong><\/h4>\n<p>Bukan hanya lagu yang menawan, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sementara-kita-sibuk-mencerca-saat-itu-bung-fiersa-justru-sedang-giat-giatnya-berkarya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bung Fiersa<\/a> tentunya menghidupkan lagunya melalui lirik yang puitis. Tidak hanya itu, buku-bukunya juga best seller seantero toko buku di Indonesia. Nah, seumpamanya nih, Bung Fiersa adalah Kopites, mungkin seperti ini ya jadinya:<\/p>\n<p><em>\u201cLambat laun kusadari, beberapa trofi memang harus sembunyi-sembunyi. Bukan untuk disampaikan, hanya untuk dikirimkan lewat sepakbola. Beberapa rasa memang harus dibiarkan menjadi rahasia. Bukan untuk diutarakan, hanya untuk disyukuri kemenangannya.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Dikutip dan dirombak sedikit dalam kutipan Fiersa Besari dengan bukunya yang berjudul Garis Waktu.<\/p>\n<p>Atau bisa juga mengambil dari lagunya Fiersa Besari yang banyak digandrungi muda-mudi masa kini, yakni Celengan Rindu. Barangkali jika ia menulis maksud untuk Liverpool, maka jadinya seperti ini:<\/p>\n<p><em>Aku kesal dengan FA<\/em><\/p>\n<p><em>Yang tak lekas memutuskan<\/em><\/p>\n<p><em>Barang sejenak<\/em><\/p>\n<p><em>Agar aku bisa menangkat trofi Premier League~<\/em><\/p>\n<h4><strong>Beni Satryo<\/strong><\/h4>\n<p>Bagaimana jadinya jika Beni Satryo yang terkenal dengan <em>pwissie-pwissie<\/em>-nya yang <em>mbeling<\/em> ini adalah fans Liverpool dan melihat kondisi timnya yang sedang gundah gulana menanti keputusan liga? Mungkin jadinya seperti ini.<\/p>\n<p><em>\u201cKepalaku terbuat dari sebuah kulkas.<\/em><\/p>\n<p><em>Setiap laga pertandingan bernyanyi.<\/em><\/p>\n<p><em>Sekali dibuka, cuma ada sebutir piala.<\/em><\/p>\n<p><em>Itu pun tak pernah bertambah.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Udah mau pecah telor, eh malah jadi gonjang-ganjing dunia persepakbolaan Inggris. Yaudah, kemanusiaan memang harus diutamakan, bukan? Dikutip dan dirombak sedikit puisinya Beni Satryo dengan judul <em>Kulkas<\/em>.<\/p>\n<h4><strong>Pidi Baiq<\/strong><\/h4>\n<p>Ayah memang nyeleneh tiap bikin puisi. Apa lagi tentang dunia kehidupan yang melingkupinya terkadang malah menemukan barisan kata sederhana padahal maknanya dalam. Bagaimana jadinya jika ayah adalah fans Liverpool? Mungkin puisi ini tercipta di tengah perasaanya yang sedang limbung:<\/p>\n<p><em>\u201cMeskipun membosankan di rumah tanpa bola,<\/em><\/p>\n<p><em>jangan ingin cepat pulang kepada Tuhanmu!<\/em><\/p>\n<p><em>Liverpool!<\/em><\/p>\n<p><em>Kamu masih ada tugas untuk sembuh!<\/em><\/p>\n<p><em>Masih ada tugas premier league!\u201d<\/em><\/p>\n<p>Bagaimana? Lebih ke arah pusi ala Dilan atau ayah? Ah, bukannya Dilan itu ayah, ya? Hehe. Dikutip dan dirombak sedikit dari puisinya Pidi Baiq dengan judul <em>Joy Sakit<\/em>.<\/p>\n<h4><strong>Putri Marino<\/strong><\/h4>\n<p>Saya pribadi, sih, suka dengan kata-kata Mbak Marino tiap membuat sajak dalam akun Istagramnya. Salah satunya, yang paling cocok untuk Liverpool saat ini sesuai dengan <em>jargonnya you will never walk alone\u2026<\/em><\/p>\n<p><em>\u201c\u2026Liverpool tidak sendirian<\/em><\/p>\n<p><em>Kau punya dirimu, dan<\/em><\/p>\n<p><em>Kau punya aku. #poempm\u201d<\/em><\/p>\n<p>Dapat mewujudkan konsep manunggal antara Liverpool dan penggemarnya, bukan? Dikutip dan dirombak sedikit dari kutipan puisi Putri Marino di instagram.<\/p>\n<h4><strong>Dilan<\/strong><\/h4>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/begini-jadinya-cerita-dilan-dan-milea-jika-pidi-baiq-orang-bantul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pujangga fiktif yang jago gombal<\/a> ini juga ahli masalah bikin puisi. Jika dia adalah fans Liverpool, Dilan akan menulis seperti ini:<\/p>\n<p><em>\u201cBolehkah aku punya pendapat?<\/em><\/p>\n<p><em>Ini tentang Liverpool yang ada di bumi<\/em><\/p>\n<p><em>Ketika Tuhan menciptakan dirinya<\/em><\/p>\n<p><em>Kukira Dia ada maksud mau menyuruhku untuk sabar.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Dikutip dan dirombak sedikit dari puisinya Pidi Baiq dengan judul <em>Milea 1<\/em>. Atau ada opsi lain, yakni seperti ini:<\/p>\n<p><em>\u201cAku di mana waktu kamu juara?<\/em><\/p>\n<p><em>Aku ingin melihatnya.<\/em><\/p>\n<p><em>Tapi, tapi, pada saat itu aku masih bayi\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>Sumber Gambar:<\/em> <em><strong><a href=\"https:\/\/twitter.com\/LFC\/status\/1247581013972320257\/photo\/1\">Twitter Liverpool FC<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n<p><b>BACA JUGA\u00a0<\/b><strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tiga-kebahagiaan-seorang-fans-liverpool\/\">Tiga Kebahagiaan Seorang Fans Liverpool<\/a><\/strong> <strong>atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana jadinya jika para pujangga (((misalnya))) mencintai Liverpool? Mungkin tim ini akan menjadi narasi besar pemikiran dan inspirasinya dalam menulis.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":36870,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[6191,6190,131,3094,2978],"class_list":["post-36762","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-fans-liverpool","tag-juara-premier-league","tag-liverpool","tag-premier-league","tag-pujangga"],"modified_by":"Nia Lavinia","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36762","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36762"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36762\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36870"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36762"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36762"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36762"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}