{"id":367610,"date":"2025-10-18T15:43:22","date_gmt":"2025-10-18T08:43:22","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=367610"},"modified":"2025-10-18T15:43:22","modified_gmt":"2025-10-18T08:43:22","slug":"tol-jakarta-tangerang-bikin-saya-tua-di-jalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tol-jakarta-tangerang-bikin-saya-tua-di-jalan\/","title":{"rendered":"Pengalaman Sehari-hari Lewat Tol Jakarta-Tangerang yang Bikin Tua di Jalan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga Tangerang yang bekerja di Ibu Kota, akses jalan tol merupakan penyelamat. Setidaknya akan menghemat waktu dan jarak untuk mencapai Jakarta atau sebaliknya. Tol Jakarta Tangerang (Janger) adalah jalur utama untuk mengakses wilayah sekitar Tangerang. Bahkan, bisa nyambung sampai Merak dan daerah Banten lainnya. Saya biasanya pakai bis umum atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/transjakarta-bikin-trauma-sopir-buta-arah-dan-jadi-tahanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Transjakarta<\/a> untuk beraktivitas melalui jalan tol ini, kadang juga kendaraan pribadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep jalan tol harusnya bebas hambatan sesuai definisinya. Pokoknya nggak kena macet dan terhindar dari lampu merah. Sayangnya, kenyataan berkata lain. Jalan tol di Jakarta saat ini full macet dan bikin emosi naik turun. Istilah \u201ctua di jalan\u2019\u2019 nyata adanya. Nah, Tol Jakarta-Tangerang inilah salah satu paling ruwet di Jakarta. Setiap hari bikin saya emosi dan kehabisan energi tiap lewat sini. Mau skip jalan tol, tapi akses selain tol malah lebih horor lagi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Macetnya Tol Jakarta Tangerang nggak kenal waktu, pokoknya suka-suka<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama berjibaku Tangerang-Jakarta via tol, saya selalu merasakan kelelahan tiap harinya. Padahal cuma duduk manis di bus dan tidak berdiri berdesakkan. Tapi, padatnya Tol Jakarta Tangerang membuat saya harus merelakan waktu 2 jam untuk bersabar meski hanya jadi penumpang. Coba deh bayangin kamu terkungkung dalam kendaraan selama berjam-jam, encok dan pegal linu pastinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun heran, kok bisa setiap jam pergi dan pulang kerja tol 33KM ini selalu macet total. Walaupun ada pergerakan, ya paling dikit aja. Ini mungkin terjadi karena saking banyaknya warga Tangerang yang beraktivitas di Jakarta, ya termasuk saya. Selain itu, kemacetan ini tidak kenal waktu, mau weekday atau weekend, ya selalu padat merayap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sampai bosan menghadapi situasi ini, kehabisan ide mau ngapain lagi di jalan selain tidur.<\/span><\/p>\n<h2><b>Banyak truk besar dan bus AKAP, jadi mohon bersabar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya ke Tangerang, Tol Janger juga menjadi akses ke sekitar Pelabuhan Merak. Makanya jenis kendaraan yang lewat bukan hanya mobil pribadi atau Transjakarta, truk transformer dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-saya-naik-bus-akap-dan-turun-di-jalan-tol\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bus AKAP<\/a> pun ikut melintas. Lajunya pun lambat, terutama truk-truk tronton yang membawa banyak muatan itu. Membuat kendaraan kecil di belakangnya takut untuk menyalip. Alhasil, macet panjang tak dapat dihindari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disamping itu, bus AKAP turut meramaikan jalan tol ini. Nggak lelet kayak para transformer, justru mereka saling kebut-kebutan dan menyalip. Ya mungkin dikejar setoran, sang supir nggak peduli dengan mobil-mobil kecil lainnya. Tak jarang adu kecepatan dengan Transjakarta atau bus kota lain. Mau macet sekalipun, mereka cari celah untuk mendahului.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini sih saya bukan diuji lagi kesabarannya, tapi diuji juga nyalinya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Rest area <\/b><b>Tol Jakarta Tangerang <\/b><b>pun padat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, jalur tol yang menjadi akses ke luar kota memiliki tempat beristirahat atau rest area. Terdapat beberapa fasilitas yang bisa dimanfaatkan, misalnya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/aturan-tidak-tertulis-di-pom-bensin-perlu-diperhatikan-oleh-pengendara-yang-nggak-peka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">SPBU<\/a>, minimarket, restoran, coffee shop, serta masjid. Pokoknya untuk rehat sejenak setelah perjalanan panjang. Tol Janger juga memiliki tempat serupa, yaitu <a href=\"https:\/\/www.waze.com\/live-map\/directions\/spbu-34.15138-rest-area-km13.5-rest-area-km13.5a-tangerang?to=place.w.69928650.699155427.24725\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rest Area KM.13,5<\/a> arah Tangerang dan KM.14 arah Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibat\u00a0 Tol Jakarta-Tangerang selalu macet, rest area ini pun ikutan penuh. Segala macam truk, bus, dan mobil mampir ke sini. Entah yang isi bensin, istirahat, atau naik turun penumpang. Kalau saya naik bus, pasti akan berhenti di sini dulu sebagai checkpoint jumlah penumpang. Paling lelah lagi kalau truk dari berbagai golongan sudah antri di pom bensin, bisa setengah jam nungguin mereka selesai.<\/span><\/p>\n<h2><b>Solusinya bagaimana ya?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemacetan panjang yang terjadi di Tol Jakarta-Tangerang\u00a0 sudah terjadi bertahun-tahun lamanya. Alih-alih ingin mendapatkan perjalanan lancar, eh malah makin stress lewat jalan tol. Terus apa bedanya kalau pengguna lewat jalan raya umum? Setiap hari saya selalu ngedumel di dalam bus sambil berpikir, apakah ada solusi untuk menanggulangi penumpukan kendaraan ini? Rasanya saya belum pernah dengar ada yang membahas masalah tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, kemacetan ini terjadi karena saking banyaknya kendaraan pribadi melintas. Ibaratnya satu orang memiliki satu mobil. Mereka enggan naik transportasi umum (transum) karena berbagai alasan. Kalau begitu, ya sudah buat aja jalan khusus bus umum dengan model jalan layang, anggap saja \u201cjalur langit\u201d. Dengan begitu, kemacetan akan terurai dan makin banyak warga mau naik transum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi truk bermuatan berat yang jumlahnya cukup banyak. Itu juga sih yang bikin Tol Jakarta-Tangerang ini nggak pernah lengang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, perjalanan kerja saya via Tol Jakarta-Tangerang cukup membuat saya draining setiap hari. Stuck dalam kemacetan panjang membuat saya semakin menua di jalan. Sebenarnya sudah muak dan jenuh. Akan tetapi, saya nggak punya pilihan, cuma jalan tol inilah yang jadi andalan warga Tangerang. Pusing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Rachelia Methasary<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ruwetnya-depok-semarang-termaafkan-tidak-seperti-depok-lain\/\"><b><i>Depok Semarang Ruwet, tapi Masih Bisa Dimaafkan, Tidak Seperti Depok di Daerah Lain<\/i><\/b><\/a><b><i>.<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Istilah tua di jalan sangat tepat untuk Tol Jakarta Tangerang. Jalan tersebut selalu padat, benar-benar menguras waktu dan energi. <\/p>\n","protected":false},"author":2858,"featured_media":367750,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[529,14253,4489,16963,30547,30549,30548],"class_list":["post-367610","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jakarta","tag-jalan-tol","tag-macet","tag-tangerang","tag-tol-jakarta","tag-tol-jakarta-tangerang","tag-tol-tangerang"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367610","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2858"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=367610"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367610\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/367750"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=367610"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=367610"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=367610"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}