{"id":367541,"date":"2025-10-17T13:42:32","date_gmt":"2025-10-17T06:42:32","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=367541"},"modified":"2025-10-17T13:42:32","modified_gmt":"2025-10-17T06:42:32","slug":"tukang-parkir-pekerjaan-yang-nggak-bakal-punah-meski-zaman-telah-berubah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tukang-parkir-pekerjaan-yang-nggak-bakal-punah-meski-zaman-telah-berubah\/","title":{"rendered":"Tukang Parkir: Pekerjaan yang Nggak Bakal Punah meski Zaman Telah Berubah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tertarik membaca<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-pekerjaan-yang-punah-karena-perkembangan-zaman\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">tulisan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> Mbak Dyan Arfiana mengenai pekerjaan yang punah karena perubahan zaman hingga kini sulit ditemukan. Selain gagasan yang dibawa dalam tulisan itu bernas, saya juga tergelitik merespon di kalimat penutupnya. \u201cTukang parkir, kapan giliranmu?\u201d pertanyaan singkat, padat dan jelas. Saya pun merasakan hal yang sama jika membahas profesi satu ini. Hampir setiap kota yang saya singgahi selalu ada saja alasan untuk bersitegang dengan pekerjaan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya akui pekerjaan ini sepertinya lama akan punah dari Indonesia, utamanya di kota-kota besar. Selain aturan, profesi ini menjadi salah satu yang saya lihat sangat adaptif di tengah kemajuan zaman. Meski tidak dimungkiri akan ada banyak perdebatan jika membahas tukang satu ini. Saya ingat betul beberapa kali membaca keluh kesah penulis di terminal mengenai sepak terjang kang parkir dalam semesta bidang pekerjaan di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasannya memang masuk akal, rata-rata mereka memilih lokasi yang tidak tepat untuk dijadikan lahan parkir. Mulai ATM, angkringan, tempat fotokopi, sampai minimarket yang sudah jelas ada tulisan parkir gratis. Bahkan di kota-kota besar macam Jogja, parkir liar bak jamur di musim hujan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang jelas, ada dasar kenapa saya bilang tukang parkir itu tidak akan hilang semudah itu, sekalipun zaman semakin maju.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tukang parkir itu adaptif di segala masa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adaptif menjadi kunci suatu profesi bisa bertahan lama. Dulu ketika membeli sepatu tidak semudah sekarang, tukang sol sepatu keliling mungkin sering jadi langganan. Bahkan tukang gorden pun sampai berkeliling kampung saat saya kecil. Belum lagi jasa panci keliling hingga jasa reparasi kasur keliling juga tersedia waktu itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sekarang profesi-profesi tersebut sepertinya sudah jarang ditemui. Di Kediri saya malah kaget ketika bertemu jasa reparasi payung keliling. Tapi ya itu, mereka berkawan sepi. Tanpa ada pelanggan yang menanti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan tukang parkir. Semakin maju zamannya semakin adaptif pekerja dan teknologi yang digunakan. Fakta ini saya lihat sendiri saat berada di Jalan Basuki Rahmat, Kampungdalem, Tulungagung beberapa waktu lalu. Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung sudah memberlakukan <a href=\"https:\/\/qris.interactive.co.id\/homepage\/blog-detail.php?lang=id&amp;page=NjU=-tulungagung-luncurkan-pembayaran-parkir-via-qris\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">digitalisasi pembayaran parkir<\/a> tepi jalan. Jadi alangkah kaget saya ketika kang parkir menawarkan QR code sebagai pembayaran jasa parkir melalui QRIS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ternyata praktik ini sudah berkembang di berbagai daerah termasuk Surabaya, Semarang, Jogja, dan Purwokerto. Jadi alasan tidak bawa uang kecil sepertinya kini semakin tidak relevan. Mereka tinggal menyodorkan barcode, dan kau kehabisan alasan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tahan malu yang penting uang di saku<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kadang heran sama tukang parkir yang nggak punya malu dan mentingin cuma satu: uang masuk saku. Di tiap kota, selalu ada tukang parkir yang seperti ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu mungkin memalukan buat orang yang paham betul apa arti bekerja: melakukan sesuatu (terlebih dahulu), baru dibayar. Tapi karena banyak sekali tukang parkir yang seperti ini, tak tahu malu tapi uang harus masuk saku, jadi ya, angan-angan kita untuk profesi ini menghilang dari dunia ya masih angan belaka. Malu saja tidak, kok merasa eksistensinya terancam. Nggak mungkin.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kadang membantu, tapi\u2026<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita sepakati dulu, ada tukang parkir yang memang membantu kita. Bahkan sebenarnya, keberadaan mereka di beberapa tempat amat diperlukan. Kita tidak pernah merasa kehilangan uang untuk membayar jasa mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ya, itu kalau kerjanya bener. Yang nggak bener ya lebih banyak, ini hukum pasti. Hanya saja, bukan ini intinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya adalah, ketika kita merasakan jasa tukang parkir yang proper, kita tahu bahwa sebenarnya kita butuh mereka. Melihat tata kota di Indonesia yang lebih sering bikin bingung, artinya profesi ini tetap dibutuhkan, sekalipun kita benci setengah mati pada oknum yang kerja saja nggak mau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, tukang parkir tetaplah pekerjaan yang masih akan berumur panjang. Suka tidak suka, mau tidak mau, kalian akan tetap bertemu. Pintar-pintaran saja untuk beralibi agar tidak tekor berkali-kali. Sebab jika setiap jengkal jalan sudah dipenuhi kang parkir macam di Jogja, bisa jadi alokasi anggaran untuk tukang parkir sudah harus dihitung di awal bulan laksana bayar sewa kos-kosan. Benar apa betul?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Fareh Hariyanto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/eksperimen-jadi-tukang-parkir-ilegal-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Eksperimen Seminggu Jadi Tukang Parkir Ilegal di Jogja, Penghasilannya Bisa Kebeli Apa Aja?<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada akhirnya, tukang parkir tetaplah pekerjaan yang masih akan berumur panjang. Suka tidak suka, mau tidak mau.<\/p>\n","protected":false},"author":664,"featured_media":241108,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[30524,30523,30525,18385,19183],"class_list":["post-367541","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-dinas-perhubungan","tag-penghasilan-tukang-parkir-liar","tag-profesi-tukang-parkir","tag-qris","tag-tukang-parkir-liar"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367541","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/664"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=367541"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367541\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/241108"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=367541"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=367541"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=367541"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}