{"id":367461,"date":"2025-10-21T12:52:58","date_gmt":"2025-10-21T05:52:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=367461"},"modified":"2025-10-21T12:52:58","modified_gmt":"2025-10-21T05:52:58","slug":"kereta-api-madiun-jaya-andalan-baru-madiun-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kereta-api-madiun-jaya-andalan-baru-madiun-jakarta\/","title":{"rendered":"Kereta Api Madiun Jaya, Andalan Baru Saya Perjalanan Madiun-Jakarta"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya saya menjajal Kereta Api (KA) Madiun Jaya relasi Pasar Senen Jakarta-Madiun untuk pertama kali. Biasanya, perjalanan Jakarta-Madiun saya lakukan dengan KA Bangunkarta yang melayani relasi Jakarta-Jombang. Kehadiran KA Madiun Jaya jelas jadi kabar bahagia bagi warga Madiun atau siapa saja yang ingin ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/madiun-kota-dengan-segudang-julukan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kota Pecel<\/a> ini. Sebab, jadi semakin banyak pilihan transportasi ke sana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi pencinta kereta api, KA Madiun Jaya sebenarnya bukanlah barang baru, kereta ini datang dan pergi. Dahulu, KA Madiun Jaya merupakan kereta yang melayani <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Madiun-Jogja. Kereta non-AC yang diresmikan pada 19 Desember 2009 itu awalnya hanya melayani relasai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stasiun-solo-balapan-arena-balap-sesungguhnya-warga-solo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Solo Balapan<\/a>-Madiun-Kertosono. Pada 2011, kereta ini juga digunakan untuk layanan komuter Madiun Jaya Ekspress AC rute Madiun-Jogja. Sayangnya, layanan tersebut dihentikan pada 2016.<\/span><\/p>\n<p>Pada 2019, KAI kembali menghidupkan kembali kereta ini unutk relasi Madiun-Surabaya-Pasarturi-Kandangan. Namun, layanan ini juga dihentikan pada 2023.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada Februari 2025, KA Madiun Jaya meluncurkan kembali Madiun Jaya dengan rute yang lebih panjang daripada versi sebelumnya yang pernah ada. Rutenya menjadi Madiun-Yogyakarta-Jakarta. Kereta ini melayani kelas campuran dengan waktu tempuh rata-rata 8 jam 59 menit.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Madiun Jaya jadi andalan baru<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa pilihan kereta Madiun-Jakarta. Orang-orang yang hendak ke Madiun dari Jakarta, atau sebaliknya, biasa memilih <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kereta_api_Bangunkarta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bangunkarta<\/a>, Gaya Baru Malam Selatan, Brantas, dan masih banyak lagi. Tapi, kalau saya, biasanya naik Bangunkarta yang punya relasi Jombang-Jakarta. Kereta yang menempuh jalur selatan Jawa ini ini jadi pilihan segala lapisan masyarakat karena menyediakan kelas Eksekutif maupun Ekonomi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah bertahun-tahun menjadi langanan kereta satu itu, tampaknya saya akan hijrah ke KA Madiun Jaya saja ke depan. Bagaimana tidak, selain sama-sama punya tujuan akhir Pasar Senen, kereta api satu ini juga melintasi jalur selatan dengan pilihan kelas Eksekutif dan Ekonomi Premium.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap kelasnya sebenarnya tidak ada yang begitu spesial dibanding kereta lain sebenarnya, ya seperti Eksekutif dan Ekonomi Premium pada umumnya. Hanya saja, kehadiran kelas Ekonomi Premium ini bakal jadi angin segar. Seperti layaknya kereta Ekonomi Premium yang diluncurkan KAI beberapa waktu belakang, KA Madiun Jaya ingin hadir untuk berbagai kelas dengan fasilitas lebih nyaman dan harga terjangkau. <\/span><\/p>\n<h2><b>Cocok untuk mereka yang suka perjalanan malam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain fasilitasnya, jam keberangkatan kereta ini juga jadi pertimbangan banyak orang Madiun yang ingin kembali ke kampung halaman dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bisa-sambat-pakai-bahasa-jawa-adalah-privilege-di-jakarta-nggak-mungkin-bisa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jakarta<\/a>. Asal tahu saja, dari Stasiun Pasar Senen Jakarta, jadwal keberangkatan KA Madiun Jaya pada malam hari. Itu mengapa banyak orang memilihnya supaya bisa sampai Madiun di pagi hari. Apa yang lebih indah dari menginjakan kaki di kampung halaman di pagi hari lalu sarapan pecel yang legendaris itu.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Madiun Jaya salah satu inovasi baik yang dilakukan KAI tahun ini. Saya nggak heran kalau ke depan banyak penumpang\u00a0 KA Bangunkarta atau kereta lain yang hijrah ke Madiun Jaya. Kelas ekonominya lebih nyaman dan waktu keberangkatannya pas. Sepincuk pecel hangat di pagi hari\u00a0 tidak akan pernah gagal mengobati lelah perjalanan panjang Jakarta-Madiun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Bagaimana, kalian orang Madiun atau yang hendak ke Madiun juga tertarik naik kereta ini?<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Dodik Suprayogi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kasta-stasiun-krl-neraka-orang-luar-jabodetabek-wajib-tahu\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kasta Stasiun KRL \u201cNeraka\u201d yang Wajib Diketahui Orang Luar Jabodetabek<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KA Madiun Jaya bisa menjadi andalan baru Selain menawarkan kelas Eksekutif dan Ekonomi Premium, jamnya cocok bagi penggemar perjalanan malam. <\/p>\n","protected":false},"author":2731,"featured_media":368081,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[529,30593,29167,30594,22902,1154,7438,30591,30592],"class_list":["post-367461","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jakarta","tag-jakarta-madiun","tag-ka","tag-ka-madiun-jaya","tag-kai","tag-kereta-api","tag-madiun","tag-madiun-jaya","tag-madiun-jakarta"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367461","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2731"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=367461"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367461\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/368081"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=367461"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=367461"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=367461"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}