{"id":363879,"date":"2025-10-15T11:35:56","date_gmt":"2025-10-15T04:35:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=363879"},"modified":"2025-10-15T11:35:56","modified_gmt":"2025-10-15T04:35:56","slug":"jembatan-brawijaya-kediri-terlihat-murahan-untuk-proyek-3-miliar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jembatan-brawijaya-kediri-terlihat-murahan-untuk-proyek-3-miliar\/","title":{"rendered":"Jembatan Brawijaya Kediri Terlihat Murahan untuk Proyek Bernilai Rp3,3 Miliar"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Desain rehabilitasi Jembatan Brawijaya Kediri menuai banyak sorotan setelah diunggah di <\/span><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/pemkotkediri\/reel\/DO-H-rukuj0\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Instagram<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Ada yang memuji, tapi lebih banyak yang menghujat. Ada yang mengomentari desainnya yang norak karena ada kata \u201cMapan\u201d. Tidak sedikit yang mempertanyakan kualitas video yang seperti digarap oleh amatir.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wajar saja netizen ramai-ramai menghujatnya. Sebab, proyek rehabilitasi jembatan ini menelan dana hingga Rp3,3 miliar. Semuanya diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. Angka yang fantastis memang, apalagi di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang belum tahu, Jembatan Brawijaya Kediri yang diresmikan pada 2019 itu direhabilitasi total karena salah satu pilarnya terbakar pada Juni 2024 lalu. Iya, kalian tidak salah baca. Insiden itu terjadi hampir 1,5 tahun lalu dan pemerintah setempat baru memperbaikinya tahun ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekalinya diperbaiki, Pemkot Kediri memutuskan untuk merehabilitasi total, tidak hanya satu pilar atau perbaikan secukupnya saja. Warga kemudian mempertanyakan urgensi dari rehabilitasi besar-besaran itu. Sebab\u00a0desainnya terlalu norak untuk proyek yang nilainya fantastis. Toh selama 1,5 tahun pembiaran terjadi, Jembatan Brawijaya Kediri masih bisa digunakan seperti biasa. <\/span><\/p>\n<h2><b>Desain rehabilitasi Jembatan Brawijaya Kediri yang norak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sudut pandang saya yang sehari-hari melintasi jembatan tersebut, Jembatan Brawijaya Kediri yang dibangun pada 2019 itu terlihat masih baru dan bagus. Struktur bangunan yang memiliki 16 sling kawat baja membuatnya terlihat kokoh, selain membuatnya mirip <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-orang-palembang-ogah-berwisata-ke-jembatan-ampera\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jembatan Ampera<\/a> di Palembang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa upaya rehabilitasi besar-besaran, jembatan itu tampaknya masih bisa berfungsi. Tampaknya ya, dari sudut pandang orang yang tidak memahami dunia pembangunan, khususnya jembatan. Lagi pula, selama 1,5 tahun dibiarkan setelah salah satu tiangnya terbakar, jembatan tersebut masih bisa berfungsi seperti biasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, kalau mau memang mau diperbaiki, sebaiknya diperbaiki seperlunya saja. Tidak perlu rehabilitasi besar-besaran hingga mengubah desainnya. Terlebih desainnya norak lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan saja, jembatan yang kabarnya mengusung kejayaan di masa Kerajaan Kediri justru terlihat aneh karena tulisan \u201cMapan\u201d segede gaban. Tidak hanya satu, tulisan itu ada di banyak sisi jembatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FYI, \u201cMapan\u201d merupakan slogan baru untuk Kota Kediri yang diusung pasangan Walikota terpilih di Pilkada 2024, Vinanda dan Gus Qowim. Moto itu dipilih untuk menggantikan \u201cHarmoni Kediri\u201d yang merupakan semboyan Kota Kediri di Era Abdullah Abu Bakar, walikota yang sudah memimpin dua periode. Saya nggak kebayang sih jika ada Pilkada lagi dan walikota Kediri akhirnya berganti. Apa nggak merubah lagi tuh moto Mapan di Jembatan Brawijaya? Benar-benar repot.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Berpotensi jadi titik kemacetan baru<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain mempertanyakan urgensi dan desainnya, warga khawatir hasil rehabilitasi ini bakal jadi titik kemacetan baru. Sebab, Jembatan Brawijaya Kediri akan dipasang lampu warna-warni dan air mancur di sisi kiri-kanan jembatan. Bukan tidak mungkin orang-orang malah ingin menikmati pemandangan tersebut dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/khotbah\/menjadi-ahli-selfie-sempurna-bersama-raisa-dan-agnes-monica\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">selfie<\/a>. Indah memang, tapi saya rasa tidak diperlukan mengingat fungsi jembatan untuk menyambungkan dua daerah.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau memang ingin membuat tempat yang indah bagi warlok maupun siapa saja yang mampir ke Kediri, alangkah lebih baik Pemkot melakukan preservasi Jembatan Lama saja. Brug Over den Brantas te Kediri adalah jembatan yang menjadi tumpuan warga Kota Kediri sebelum Jembatan Brawijaya dibuka untuk umum. Jembatan ini berada di sebelah Jembatan Brawijaya dan merupakan cagar budaya sebab dibangun sejak tahun 1854.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika digarap serius, bangunan ini malah bisa menjadi ikon Kota Kediri. Sayangnya, yang saya lihat, alih-alih memperlakukan jembatan ini bak cagar budaya, Pemkot malah abai dan menjadikannya bak jembatan terbengkalai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang ada tulisan di dekat jembatan ini mengenai sejarah pembangunannya dan penggunaannya. Hal itu tidaklah relevan untuk bisa menarik wisatawan. Butuh konsep yang matang dan upaya serius untuk menjaga bangunan ini tetap utuh.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Warga Kediri butuh solusi bukan korupsi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya saya mau husnuzan atau berprasangka baik kepada pemimpin Kota Kediri. Tapi, ya gimana ya, setiap ganti pemimpin selalu ada kasus korupsi yang terungkap. Nah sektor infrastruktur menjadi lahan basah untuk melanggengkan praktik rasuah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba ingat-ingat kembali saat pembangunan Jembatan Brawijaya Kediri berlangsung di 2013. Kepolisian menetapkan tersangka Kadis PU Kota Kediri pada masa itu lantaran terbukti melakukan korupsi. Imbasnya jembatan yang dibangun mulai 2010 baru bisa digunakan untuk umum di 2019.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu di periode walikota selanjutnya, proyek <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alun-alun-kota-kediri-mengenaskan-karena-revatilasai0-mandek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alun-alun Kota Kediri<\/a> jadi temuan indikasi praktik korupsi. Bahkan, hingga kini kasusnya terus bergulir dan Alun-alun Kota Kediri masih mangkrak nggak bisa digunakan. Lagi-lagi masyarakat yang kembali dirugikan bukan. Entahlah pejabat memang seenak jidat menentukan anggaran. Nggak mikir apa uang-uang yang keluar dari pajak rakyat juga dihasilkan dari tetesan keringat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah unek-unek saya terhadap pemkot setempat. Dana Rp3,3 Miliar tentu masih bisa diupayakan untuk hal-hal yang lebih prioritas. Saya bukan anti terhadap pembangunan, namun apalah arti pembangunan jika mengabaikan kepentingan dan tanpa keberlanjutan. Buat skala prioritas, Kota Kediri masih banyak yang harus dibenahi. Bukan hanya mengganti slogan Mapan saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Fareh Hariyanto<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tugu-keris-sumenep-tugu-aneh-senilai-rp25-miliar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tugu Keris Sumenep, Tugu Aneh Senilai Rp2,5 Miliar yang Dicurigai Warga Lokal.<\/a><\/em><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rehabilitasi Jembatan Brawijaya Kediri dipertanyakan urgensinya dan dinyinyiri karena desainnya murahan untuk proyek senilai Rp3,3 miliar.<\/p>\n","protected":false},"author":664,"featured_media":367284,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[30467,30466,30468,6470],"class_list":["post-363879","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jembatan-brawijaya","tag-jembatan-brawijaya-kediri","tag-jembatan-kediri","tag-kediri"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/363879","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/664"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=363879"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/363879\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/367284"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=363879"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=363879"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=363879"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}