{"id":363715,"date":"2025-10-09T09:33:50","date_gmt":"2025-10-09T02:33:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=363715"},"modified":"2025-10-17T10:15:13","modified_gmt":"2025-10-17T03:15:13","slug":"4-umkm-klaten-berhasil-go-digital-sukses-jualan-sampai-ke-luar-negeri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-umkm-klaten-berhasil-go-digital-sukses-jualan-sampai-ke-luar-negeri\/","title":{"rendered":"4 UMKM Klaten yang Berhasil Go Digital, Ada yang Sukses Jualan sampai ke Luar Negeri!"},"content":{"rendered":"<p><em>Berkat digitalisasi, ada UMKM Klaten yang berhasil j<span style=\"font-weight: 400;\">ualan sampai ke luar negeri, lho.<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap kali mendengar nama Klaten, saya yakin banyak di antara kalian yang berpikir bahwa Klaten adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-umbul-di-klaten-buat-olahraga-berenang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">surganya umbul<\/a>, sawah, atau berbagai macam tradisi yang sarat akan kearifan lokal. Anggapan tersebut memang tidak salah, namun siapa sangka di balik nuansa tradisionalnya, kota ini juga mengalami banyak transformasi besar-besaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiga puluh tahun hidup di Klaten membuat saya benar-benar menyaksikan bagaimana kota ini tumbuh subur di berbagai aspek. Mulai dari infrastruktur, budaya, pariwisata hingga ekonomi masyarakat lokalnya. Terkhusus di sektor ekonomi, saya bisa merasakan dampak positif dari menguatnya UMKM Klaten setelah adanya digitalisasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana tidak? Dahulu, para pelaku UMKM hanya bisa memasarkan produknya secara offline. Kini, di era digital yang serba cepat dan praktis, ada banyak sekali pilihan platform yang bisa digunakan sebagai \u201cetalase\u201d baru untuk memasarkan produk dan mengembangkan bisnis mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Transformasi penjualan ini telah membantu UMKM Klaten bertahan di tengah derasnya arus persaingan digital. Entah sudah berapa banyak pelaku usaha yang berhasil, namun melalui tulisan ini, saya ingin membagikan 4 UMKM Klaten yang sukses membawa bisnisnya go online.<\/span><\/p>\n<h2><strong>#1 Eboni Watch jualan jam tangan kayu sampai ke luar negeri<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak bisa menahan diri untuk menempatkan Eboni Watch di urutan paling atas UMKM Klaten. Ketika pertama kali melihat konten-konten jam tangan kayunya FYP di TikTok, saya langsung jatuh cinta pada produk Eboni yang cantik-cantik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekaguman saya tidak berhenti di situ saja. Saat mengetahui bahwa ternyata Eboni Watch ini adalah hasil karya orang asli Klaten, saya langsung speechless. Ibaratnya, kalaupun diberi tahu bahwa produk ini buatan luar negeri, saya percaya. Habisnya desainnya benar-benar modern, unik, dan nggak pasaran, sih.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Foundernya adalah seorang pemuda asal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/histori\/menengok-makam-sunan-bayat-di-selatan-klaten-konon-azan-terdengar-hingga-demak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bayat <\/a>bernama Afidha Fajar Adhitya. Bermula dari idenya di tahun 2014 yang ingin memanfaatkan limbah kayu sebagai bahan baku utama, Afidha berhasil menyulap kayu eboni menjadi produk jam tangan yang unik dan menarik. Kayu itulah yang kemudian menginspirasi Afidha ntuk menamai bisnis jam tangannya dengan \u201cEboni Watch\u201d.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_363723\" aria-describedby=\"caption-attachment-363723\" style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-363723 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Desain-tanpa-judul-2025-10-06T092546.523.jpg\" alt=\"Berkat digitalisasi, UMKM Klaten ini berhasil jualan sampai ke luar negeri, lho (Foto: unsplash.com)\" width=\"1200\" height=\"800\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Desain-tanpa-judul-2025-10-06T092546.523.jpg 1200w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Desain-tanpa-judul-2025-10-06T092546.523-300x200.jpg 300w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Desain-tanpa-judul-2025-10-06T092546.523-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Desain-tanpa-judul-2025-10-06T092546.523-768x512.jpg 768w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Desain-tanpa-judul-2025-10-06T092546.523-750x500.jpg 750w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Desain-tanpa-judul-2025-10-06T092546.523-1140x760.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-363723\" class=\"wp-caption-text\">Berkat digitalisasi, UMKM Klaten ini berhasil jualan sampai ke luar negeri, lho (Foto: unsplash.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak mengetahui kantor pertama Eboni yang berlokasi di Bayat, saya yakin Afidha jelas lebih berfokus pada online presence dan penjualan digital. Kenapa? Karena ya hanya dengan strategi itulah Afidha berhasil menemukan target pasarnya dan sukses menjual produk-produknya hingga ke luar negeri. Mengutip Detik Finance, <a href=\"https:\/\/finance.detik.com\/solusiukm\/d-5566858\/eboni-watch-jam-tangan-kayu-yang-terbang-ke-afrika-selatan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jam tangan kayu<\/a> ini pertama kali berhasil terjual ke Afrika Selatan, lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian penasaran dengan seberapa menariknya jam tangan kayu dari Eboni Watch, kalian bisa langsung cek katalognya di <\/span><a href=\"http:\/\/eboni-watch.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">eboni-watch.com<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atau order secara online di Shopee, Tokopedia, BliBli, maupun Lazada.<\/span><\/p>\n<h2><strong>#2 Lurik Prasojo, <\/strong><b>UMKM <\/b><strong>pelopor industri kain tenun lurik pertama di Klaten<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lurik Prasojo merupakan salah satu pelopor industri kain tenun lurik pertama di Klaten yang berdiri sejak tahun 1950. Bisnis yang didirikan oleh Almarhum Soemo Hartono ini berlokasi di Desa Bendo, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kepel-kuliner-dari-pedan-klaten-yang-nggak-ada-di-daerah-lain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kecamatan Pedan<\/a>, Klaten dan masih terus eksis hingga sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tangan menantunya, Maharani Setyawan, kain lurik dieksplorasi menggunakan warna-warna cerah dan desain yang jauh lebih kekinian. Dia ingin penggemar lurik lebih universal, termasuk dari kalangan anak muda. Oleh sebab itu, Rani berani berkreasi dengan memadupadankan berbagai macam motif dan jenis kain\u2013mulai dari batik hingga kain perca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rani juga berhasil menjadikan kain lurik ini dikenal ke seluruh penjuru negeri dan mancanegara. Dilansir dari laman website <\/span><a href=\"http:\/\/lurikprasojo.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">lurikprasojo.id<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, produk-produk Lurik Prasojo bahkan pernah tampil di berbagai panggung mode dunia seperti London Fashion Show, Canada Fashion Show, dan Japan Fashion Show.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemajuan ini tentu saja tidak lepas dari pemanfaatan berbagai platform digital seperti website, marketplace dan media sosial. Di Instagramnya, UMKM Klaten ini bahkan aktif mengunggah konten-konten yang menampilkan berbagai macam kain lurik, tas, sepatu dan aksesoris lainnya. Produk-produk tersebut bisa kalian pesan secara mudah melalui web store maupun Shopee.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Ayam Penyet Bu Sum, UMKM Klaten yang go digital<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Milenial Klaten pasti sudah tidak asing dengan keberadaan warung ayam penyet satu ini. Selain karena memang legendaris (sudah berdiri sejak 2004), Ayam Penyet Bu Sum punya lokasi yang strategis di tengah kota. Salah satu cabang utamanya ada di Jl. Wahidin Sudiro Husodo No. 99, Bramen, Sekarsuli, Klaten Utara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayam Penyet Bu Sum ini adalah warung makan rumahan yang fokus menjual berbagai macam potongan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-warung-ayam-penyet-favorit-mahasiswa-uns\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ayam penyet<\/a> dan gorengan. Spesialnya, menu signature yang paling cepat habis diserbu pelanggan adalah nasi pecel yang dihidangkan bersama ayam penyet. Duh, membayangkannya saja sudah bikin ngiler.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya ingat betul, saat duduk di bangku SMP, saya selalu menyempatkan makan siang di Warung Ayam Penyet Bu Sum sebelum berangkat bimbel. Saat itu, lokasinya masih ada di dekat Ganesha Operation dan selalu ramai oleh pengunjung dari berbagai kalangan. Paling banyak sih, dari kalangan pelajar dan karyawan yang sedang istirahat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski penjualannya sempat tidak seramai dulu saat kafe-kafe hits mulai bermunculan, namun UMKM Klaten satu ini berhasil menjaga eksistensinya dengan penjualan online. Warung makan ini mengambil langkah cepat dengan mendaftarkan resto mereka ke aplikasi pesan antar seperti ShopeeFood dan GrabFood.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Strategi go digital yang dilakukan Ayam Penyet Bu Sum tentu menjadi keputusan yang sangat bagus karena sejak saat itu, customer seperti saya bisa dengan mudah bernostalgia menikmati ayam penyetnya tanpa perlu repot-repot lagi ke luar rumah.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Peridot Coffee &amp; Eatery, tempat nongkrong favorit di Klaten<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum Klaten dipenuhi tempat-tempat hits, Peridot Coffee &amp; Eatery pernah menjadi salah satu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kafe-di-klaten-yang-ramah-introvert-cocok-untuk-menyendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tempat nongkrong<\/a> favorit di Klaten. Pelanggannya banyak berasal dari kalangan anak muda (pelajar, mahasiswa dan pekerja kantoran) hingga para orang tua yang ingin quality time bersama keluarganya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulanya, kafe yang berdiri di tahun 2015 ini sangat bergantung pada aktivitas dine-in (offline) sehingga cukup terdampak saat peraturan social distancing diterapkan di masa pandemi 2020 silam. Namun, berkat transformasi go digital, Peridot tetap bisa bertahan dengan melebarkan penjualannya secara online melalui aplikasi pesan antar seperti GrabFood dan GoFood.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya itu, Peridot juga aktif membagikan suasana kafenya yang homey dan mempromosikan berbagai menu andalannya di Instagram. Mulai dari minuman kopi dan nonkopi, gelato, hingga berbagai hidangan lokal maupun western. Seluruh informasi lengkapnya bisa kalian dapatkan melalui Instagram @peridotcoffeeeatery.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mari terus dukung UMKM Klaten go digital!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Transformasi yang dilakukan oleh beberapa UMKM di atas menjadi bukti bahwa digitalisasi bukan hanya sekadar pilihan. Tetapi juga sebuah keharusan agar bisa bertahan dan menembus pasar yang lebih besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warlok yang gemar memesan makanan dan minuman melalui aplikasi online, saya sangat terbantu dan tentu saja mendukung UMKM lokal lainnya agar go digital juga. Momentum ini harus dijaga. Pemerintah, komunitas, dan sesama pelaku usaha harus terus saling mendukung dan bersinergi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, buat Klaten tidak hanya dikenal karena budayanya saja, tetapi juga karena UMKM-nya yang kuat, adaptif, serta siap bersaing di dunia digital!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Farahiah Almas Madarina<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-coffee-shop-yang-jadi-pusat-skena-perkopian-di-klaten\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Coffee Shop yang Jadi Pusat Skena Perkopian di Klaten, Wajib Kalian Coba!<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><b><\/b><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>UMKM Klaten berikut ini melakukan transformasi dengan menjual produk secara online. Ada yang berhasil jualan sampai ke luar negeri juga, lho!<\/p>\n","protected":false},"author":1683,"featured_media":363716,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_comment_section":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[30342,30340,6388,8095,30341,30343,13098,5828,30339],"class_list":["post-363715","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-ayam-penyet-bu-sum","tag-eboni-watch","tag-kabupaten-klaten","tag-klaten","tag-lurik-prasojo","tag-peridot-coffee","tag-pilihan-redaksi","tag-umkm","tag-umkm-klaten"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/363715","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1683"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=363715"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/363715\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/363716"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=363715"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=363715"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=363715"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}