{"id":359129,"date":"2025-09-29T11:18:38","date_gmt":"2025-09-29T04:18:38","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=359129"},"modified":"2025-09-29T11:18:38","modified_gmt":"2025-09-29T04:18:38","slug":"malang-nyaman-untuk-hidup-tapi-bikin-sesak-buat-bertahan-hidup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/malang-nyaman-untuk-hidup-tapi-bikin-sesak-buat-bertahan-hidup\/","title":{"rendered":"Malang: Nyaman untuk Hidup tapi Bikin Sesak Buat Bertahan Hidup"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada kota-kota yang tercipta untuk mengejar mimpi, ada juga yang tercipta untuk istirahat dari mimpi yang gagal. Malang, buat banyak orang, ada di tengah-tengah: terlalu tenang untuk ambisi, terlalu pelan untuk kompetisi, tapi terlalu nyaman untuk ditinggalkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian datang ke Malang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-kampus-swasta-di-malang-yang-nggak-terlalu-terkenal-tapi-mutunya-bagus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">buat kuliah<\/a>, sebagian lainnya buat sembuh. Tapi setelah lulus dan sembuh, banyak yang sadar: \u201cLho, saya harus ngapain sekarang?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jawabannya? Nggak jelas.<\/span><\/p>\n<h2><b>Malang kota pendidikan, tapi bukan kota kesempatan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Label \u201c<a href=\"https:\/\/lib.ub.ac.id\/berita\/5-kota-di-indonesia-yang-dikenal-sebagai-kota-pendidikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kota pendidikan<\/a>\u201d emang udah nempel banget sama Malang. Tapi sayangnya, pendidikan yang menjamur nggak serta-merta ngasih peluang kerja yang menjanjikan. Lulusan-lulusan perguruan tinggi di Malang seringnya lulus untuk kemudian pulang kampung, nganggur, atau malah nyoba nasib di kota lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan karena mereka nggak pintar, tapi karena Malang sendiri nggak sanggup menampung mereka. Kota ini seperti kampus besar tanpa pintu keluar ke dunia kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri orang Malang, dan beneran kerasa gimana susahnya cari kerja di sini. Gelar sudah di tangan, pengalaman juga ada, tapi lowongan terasa kayak legenda: sering diceritain, jarang kelihatan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Malang bukan kota industri, juga bukan kota wisata<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba deh tengok. Malang bukan kota industri. Pabrik besar? Nggak ada. Kawasan ekonomi khusus? Lewat. Kalaupun ada lowongan kerja, jumlahnya minim, saingannya segudang, dan gajinya seringnya cuma cukup buat bayar kos dan makan sebulan. Nabung? Mimpi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu mungkin ada yang bilang, \u201cKan Malang kota wisata?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, tapi wisata-wisataan. Maksudnya, wisatanya hidup, tapi nggak menghidupi. Tempat-tempat hits kayak Florawisata Santerra De Laponte , Hawai Waterpark, atau Taman Rekreasi Sengkaling itu ramai\u2026 tapi tenaga kerja lokalnya tetap itu-itu aja. UMKM? Kebanyakan dikuasai keluarga sendiri. Lowongan kerja buat fresh graduate? Sekadar mitos.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kafe ada di mana-mana, tapi lowongan kerjanya jarang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena statusnya sebagai kota mahasiswa, Malang kebanjiran kafe. Dari yang Instagramable sampai yang temaram dan berdebu, semua ada. Tapi jangan salah: satu kafe bisa dipegang dua orang. Baristanya merangkap kasir, kasirnya merangkap tukang nyapu. Serba efisien, tapi nyakitin para pencari kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa-mahasiswa nongkrong lama, pesennya es kopi susu satu, duduknya lima jam. Owner-nya untung dikit, pekerjanya tambah dikit, pelamar kerja ya cuma bisa ngelus dada.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kos-kosan banyak, tapi nggak produktif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malang itu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-sigura-gura-pusat-kos-malang-bikin-maba-tetap-waras\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kota sejuta kos-kosan<\/a>. Tapi jangan salah kira, kos-kosan bukan pabrik lapangan kerja. Paling-paling satu ibu kos, satu ART, udah cukup. Mau seratus kamar pun, nggak perlu HRD, nggak buka rekrutmen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hotel juga nggak banyak. Paling-paling yang di tengah kota, dan itu pun sudah dikuasai jaringan besar. Jadi jangan heran kalau lowongan di Malang itu langka kayak mantan yang minta maaf beneran.<\/span><\/p>\n<h2><b>Hidup nyaman, tapi bertahan hidup? Coba pikir ulang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, Malang itu memang cocok buat kamu yang pengen hidup dengan tenang: pensiun dini, menulis puisi, atau mengurus tanaman. Tapi kalau kamu masih harus jungkir balik demi bertahan hidup, kerja dari pagi sampai malam buat bayar cicilan, Malang bisa terasa sumpek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski Lagu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sal-priadi-bagaimanapun-bentuk-karyanya-bagi-saya-tetap-mantap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sal Priadi<\/a> mendefinisikan Malang dengan indah. Tapi hidup di Malang nggak sesantai lagunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, kita sadar bahwa nggak semua kota diciptakan untuk ditinggali lama-lama. Beberapa kota cuma jadi tempat mampir: buat belajar, buat mengenang, atau sekadar buat jatuh cinta sementara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malang adalah kota yang bisa kamu cintai dengan tenang, tapi jangan berharap bisa kamu nikahi dengan mapan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya orang Malang, dan jujur aja: kota ini memang manis, tapi manisnya lebih cocok jadi oleh-oleh. Buat bekal hidup? Aduh, seringnya cuma cukup buat bikin kita bertahan hari ini, bukan esok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena di kota ini, hidup itu santai. Tapi bertahan hidup? Ya ampun, sayang\u2026 sesak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Vranola Ekanis Putri<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kota-malang-bukan-kota-slow-living-tapi-slow-motion\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kota Malang Itu Bukan Kota Slow Living, tapi Slow Motion<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Malang adalah kota yang bisa kamu cintai dengan tenang, tapi jangan berharap bisa kamu nikahi dengan mapan karena kota ini bikin sesak.<\/p>\n","protected":false},"author":2929,"featured_media":359140,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[28133,30180,985,30181,22749],"class_list":["post-359129","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-kafe-di-malang","tag-lowongan-kerja-malang","tag-malang","tag-pabrik-di-malang","tag-wisata-malang"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/359129","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2929"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=359129"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/359129\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/359140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=359129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=359129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=359129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}