{"id":359049,"date":"2025-09-29T09:04:29","date_gmt":"2025-09-29T02:04:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=359049"},"modified":"2025-09-28T23:04:51","modified_gmt":"2025-09-28T16:04:51","slug":"rumah-joglo-memang-unik-tapi-nggak-semua-orang-cocok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rumah-joglo-memang-unik-tapi-nggak-semua-orang-cocok\/","title":{"rendered":"Rumah Joglo Memang Unik, tapi Nggak Semua Orang Cocok Termasuk Saya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di mata banyak orang, rumah Joglo itu indah. Atapnya khas, tiangnya kokoh, dan desainnya penuh <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengenal-makna-joglo-rumah-tradisional-khas-jawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">filosofi Jawa<\/a>. Tidak heran kalau desain rumah seperti ini memikat hati banyak orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, kalau ditanya, \u201c\u201cKalau nanti bikin rumah, mau Joglo apa enggak?\u201d jujur saja saya akan menjawab, \u201cNggak dulu.\u201d Ada beberapa alasan yang membuat saya pikir ulang untuk memiliki rumah Joglo.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Biaya rumah joglo nggak murah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, soal biaya. Rumah Joglo itu bukan cuma rumah, tapi juga karya seni.<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Jati\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Kayu jati<\/a> pilihan, ukiran detail, sampai tiang saka guru yang jadi simbol kehidupan, semuanya bikin budget membengkak. Kalau dihitung-hitung, duit yang habis buat bikin satu Joglo bisa cukup buat bikin rumah minimalis plus dapur modern atau renovasi kecil-kecilan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, buat kaum mendang-mending macam saya, agak absurd. Kalaupun saya ngotot ingin punya rumah joglo, ya palingrumah saya nanti akan kosongan. Sebab, biasa untuk membeli furnitur habis untuk bikin atap dan tiang. Rasanya lebih bijak punya rumah sederhana tapi fungsional, ketimbang punya Joglo megah tapi isinya cuma angin lewat.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Terlalu luas, tidak cocok untuk saya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, dari segi fungsi. Desain Joglo itu lebar dan lapang, cocok untuk acara kumpul keluarga besar, pengajian, atau mantenan di rumah. Dulu, Joglo memang dipakai untuk acara sosial skala kampung. Tapi, realita sekarang? Tamu paling rame ya pas rapat karang taruna RT, arisan bulanan yang undangannya cuma sebatas grup WhatsApp.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ruang segede joglo akan lebih sering kosong. Kalaupun terpakai paling jadi tempat kipas angin nganggur atau jadi jemuran darurat kalau musim hujan. Bagi saya dan di era seperti sekarang ini, ruang yang lapang seringkali terasa mubazir. Lebih enak lahannya dibikin kamar tambahan, musala kecil, atau ruangan khusus buat nyantai.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Merawat rumah Joglo itu repot<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, masalah perawatan. Kayu itu cantik, tapi rewel. Perlu rutin dipelihara biar nggak dimakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perang-dengan-rayap-yang-tak-akan-kita-menangkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rayap<\/a>, jamuran, atau lapuk karena cuaca tropis. Bayangkan saja, tiap beberapa tahun harus keluar uang lebih untuk ngecat ulang, semprot anti-rayap, hingga memanggil tukang untuk mengecek struktur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu belum kalau tiba-tiba ada bagian kayu retak atau bocor pas musim hujan. Sementara rumah modern dengan material beton dan keramik relatif lebih tahan banting, dan perawatannya lebih simpel.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Tidak cocok dengan gaya hidup<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keempat, soal gaya hidup. Joglo identik dengan budaya Jawa yang kental. Filosofinya dalam, dari bentuk atap sampai posisi saka guru. Tapi jujur, hidup sekarang serba cepat, serba digital. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/pengin-rumah-minimalis-cuma-demi-estetis-terdengar-seperti-pemborosan-dan-bohong-besar\/\">Interior modern minimalis<\/a> terasa lebih praktis, gampang dibersihkan, hemat tempat, dan nggak bikin ribet. Lagi pula, kalau bikin Joglo di tengah komplek modern, rumah kita bisa jadi kelihatan kayak museum atau aula desa yang nyasar ke kota. Memang unik, tapi kadang justru terasa nggak nyambung sama lingkungannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu bukan berarti Joglo jelek atau nggak relevan. Justru rumah tradisional ini punya nilai budaya tinggi yang perlu dilestarikan. Cuma melestarikan budaya nggak harus dengan cara membangun satu rumah utuh. Bisa saja lewat detail interior, aksen ukiran kayu, atau sekadar punya gazebo kecil ala limasan di halaman belakang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat saya, pilihan realistis lebih penting daripada idealisme. Joglo memang memesona, tapi rumah yang nyaman itu bukan soal seberapa estetiknya di mata orang lain, melainkan seberapa cocok dengan kantong, gaya hidup, dan kebutuhan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Riko Prihandoyo<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b> <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-model-rumah-yang-populer-di-indonesia-padahal-nggak-cocok\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">5 Model Rumah yang Populer Banget di Indonesia, padahal Aslinya Nggak Cocok Sama Sekali<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rumah Joglo memang unik, tapi nggak semua orang cocok karena perawatannya sulit, mahal, dan tidak sesuai dengan gaya hidup era sekarang. <\/p>\n","protected":false},"author":3072,"featured_media":359083,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[623,13411,30171,534,11160,30172,30169,30170],"class_list":["post-359049","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-jawa","tag-joglo","tag-konsep-joglo","tag-rumah","tag-rumah-adat","tag-rumah-jawa","tag-rumah-joglo","tag-rumah-tinggal"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/359049","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3072"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=359049"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/359049\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/359083"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=359049"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=359049"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=359049"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}