{"id":358813,"date":"2025-09-26T16:59:05","date_gmt":"2025-09-26T09:59:05","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=358813"},"modified":"2025-10-03T10:22:52","modified_gmt":"2025-10-03T03:22:52","slug":"bersyukur-ditolak-ptn-dan-nurut-jurusan-kuliah-pilihan-orang-tua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bersyukur-ditolak-ptn-dan-nurut-jurusan-kuliah-pilihan-orang-tua\/","title":{"rendered":"Bersyukur Ditolak Kampus Negeri dan Nurut Jurusan Kuliah \u201cRealistis\u201d Pilihan Orang Tua di Kampus Swasta, Kini Sudah Dapat kerja"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya versi lebih muda yakin kalau hidup bakal berjalan sesuai keinginan. Segala impian saya akan tercapai, termasuk soal kuliah. Saya pengin banget masuk <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sekolah-hanya-bangga-pada-muridnya-yang-keterima-di-kampus-negeri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perguruan Tinggi Negeri (PTN)<\/a> dengan jurusan kuliah yang mentereng. Membayangkan orang-orang melihat kagum membuat hati ini tergetar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demi impian itu, saya belajar mati-matian. Sedihnya, saat pengumuman keluar, saya ternyata ditolak PTN. Dunia rasanya runtuh. Kecewa, marah, sedih, semua campur jadi satu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang tua akhirnya menawarkan kuliah di Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Tapi, saya harus menurut jurusan kuliah yang mereka pilih. Katanya, jurusan yang mereka pilih itu paling realistis supaya bisa masuk di dunia kerja. Jujur saja sebenarnya saya ogah. Jurusan-jurusan yang ditawarkan jauh dari kata keren di mata saya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, orang tua bersikeras. Akhirnya saya menyerah, luluh. Dengan setengah hati saya menjalani studi di jurusan kuliah yang \u201crealistis\u201d itu. Nama kampus dan jurusannya tidak akan disebutkan di sini. Saya takut menyinggung hati banyak orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Jurusan kuliah \u201crealistis\u201d yang tidak keren, tapi lulusannya dibutuhkan di dunia kerja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namanya juga setengah hati, perkuliahan saya jalani dengan malas-malasan. Jujur saja, masa-masa ini adalah salah satu titik terendah dalam hidup. Saya merasa kecil hati, apalagi ketika melihat teman-teman yang berhasil tembus PTN. Lha, saya? Kuliah di jurusan \u201crealistis\u201d yang nggak keren di sebuah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/kampus\/sisi-gelap-pts-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PTS<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untung saja, seiring berjalannya waktu hati ini mulai bisa menerima. Saya mulai terbiasa kuliah di jurusan nggak keren ini. Tugas demi tugas, praktikum demi praktikum terlewati. Ternyata, jurusan kuliah \u201crealistis\u201d tidak seburuk itu, banyak hal bisa saya terapkan di dunia nyata.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin ke sini saya menyadari, pilihan orang tua ternyata tidak sembarangan. Mereka mungkin nggak tahu passion saya, tapi mereka tahu arah hidup.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Bisa lulus kuliah dan langsung dapat kerja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Empat tahun perkuliahan berlalu, saya akhirnya lulus. Belum genap sebulan setelah wisuda, saya dipanggil <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-wawancara-kerja-bagi-kamu-yang-overqualified\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wawancara kerja<\/a> dan langsung diterima. Pengalaman ini benar-benar mengubah pandangan saya akan hidup, khususnya soal jurusan kuliah, dunia kerja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa <a href=\"https:\/\/www.kompas.id\/artikel\/harapan-penyediaan-lapangan-pekerjaan-yang-terus-meningkat\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">diterima kerja<\/a> di tengah kondisi negara yang carut-marut rasanya seperti mimpi. Di sisi lain, banyak teman saya lulusan PTN dari jurusan yang daya idam-idamkan masih berjuang. Ada yang akhirnya kerja di luar bidangnya, bahkan menganggur. Tidak sedikit yang berujung frustrasi karena tak kunjung mendapat pekerjaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di situ saya sadar, rezeki selalu datang dari mana saja. Kadang datang lewat jalan yang kita anggap sepele. Saya bersyukur pernah disetir oleh orang tua. Karena kalau saya tetap ngotot, mungkin nasib saya sama seperti banyak orang: Bertarung di negara yang miskin peluang kerja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dahulu malu gagal kuliah kampus negeri, sekarang bangga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya akui, dulu saya minder ngaku kuliah di PTS, di jurusan kuliah pilihan orang tua lagi. Saya berkecil hati melihat teman-teman pakai jaket almamater negeri. Sekarang saya hanya bisa tertawa mengingat betapa konyolnya pola pikir itu. Kadang saya mikir, mungkin Tuhan memang sengaja bikin saya gagal, biar saya belajar menurut, realistis, dan menerima.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang saya benar-benar paham maksud orang tua. Dulu saya kira mereka memilih jurusan kuliah &#8220;realistis&#8221; itu demi main aman saja. Tapi, ternyata, mereka pengin saya lebih punya arah. Mereka tahu dunia kerja butuh skill, bukan sekadar impian. Dan, saya tidak pernah menyesal mengikuti kata mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya belajar banyak dari perjalanan ditolak PTN ini. Mimpi memang penting, tapi realita di dunia jauh lebih penting. Dan, kadang, jalan yang dibenci justru jalan paling aman. Sekarang, setiap kali saya menatap diri di cermin, saya cuma bisa tersenyum. Karena ternyata, saya diselamatkan oleh hal yang dulu saya tolak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-masuk-kampus-uny-hingga-betah-lanjut-sampai-s2\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan Saya Masuk dan Betah Kuliah di UNY hingga S2 dari Awalnya Asal Pilih Saja<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditolak kampus negeri dan menurut pada jurusan kuliah pilihan orang tua tidak melulu memalukan, siapa tahu malah jalan hidup yang lebih baik. <\/p>\n","protected":false},"author":2851,"featured_media":358844,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[6475,4783,1713,6140,436],"class_list":["post-358813","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-jurusan","tag-jurusan-kuliah","tag-kampus-negeri","tag-kampus-swasta","tag-kuliah"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/358813","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2851"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=358813"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/358813\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/358844"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=358813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=358813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=358813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}