{"id":358198,"date":"2025-09-22T10:48:40","date_gmt":"2025-09-22T03:48:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=358198"},"modified":"2025-09-22T10:48:40","modified_gmt":"2025-09-22T03:48:40","slug":"mahasiswa-kip-kuliah-boleh-beli-iphone-asal-nggak-ketahuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahasiswa-kip-kuliah-boleh-beli-iphone-asal-nggak-ketahuan\/","title":{"rendered":"Mahasiswa KIP Kuliah Boleh Punya iPhone, Asal Enggak Dipamerin atau Ketahuan Aja!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak semua mahasiswa membayar kuliah dari biaya sendiri atau orang tua. Mereka mendapat bantuan beasiswa. Salah satunya adalah KIP Kuliah. Bantuan yang sering jadi polemik karena tidak tepat sasaran. Ada yang menganggap beasiswa ini <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-dosa-penerima-kip-kuliah-yang-paling-susah-dimaafkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cuma buat foya-foya<\/a>, salah satunya dengan membeli iPhone.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, tidak tepat sasaran menjadi salah satu bahan bakar perdebatan. Selayaknya beasiswa, KIP Kuliah ini lahir untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mendapatkan KIP Kuliah, mahasiswa harus melengkapi persyaratan. Misalnya, memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan NIK yang tercatat di Dinas Kependudukan, Dapodik Kemendikbud, dan instansi pendidikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, mahasiswa harus memiliki potensi akademik. Mahasiswa bisa memberi bukti lewat\u00a0 nilai akademik. Dan tentu saja, memiliki keterbatasan ekonomi. Buktinya berupa dokumen pendukung yang sah, yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Besaran KIP Kuliah tergantung akreditasi program studi. Semakin tinggi akreditasinya, semakin besar bantuannya. Apabila berakreditasi A, mahasiswa mendapat Rp12.000.000 per tahun. Jika B, mendapat Rp4.000.000 per tahun. Dan yang terakhir, akreditasi C sebesar Rp2.400.000 per tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa tidak langsung mendapatkan semuanya. Besaran bantuan turun setiap bulan dengan jumlah bervariasi, antara Rp800.000 sampai Rp1.400.000.<\/span><\/p>\n<h2><b>KIP Kuliah melahirkan sifat konsumtif, lalu beli iPhone<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi mahasiswa dengan tunjangan hampir Rp1 juta per bulan tentu menyenangkan. Apalagi kalau belum pernah pegang uang sebanyak itu. Bahkan uang ini hampir setara dengan tunjangan Jabatan Struktural ASN golongan III\/a sebesar Rp1.250.000.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah muncul ketika mahasiswa belum bisa mengatur bantuan yang mereka dapat. Maka, sifat konsumtif muncul. Salah satu yang sering menjadi fenomena adalah mahasiswa pakai KIP Kuliah malah buat beli iPhone. Bagi mahasiswa seperti ini \u201ctunjangan\u201d adalah peluang emas buat hidup enak!<\/span><\/p>\n<h2><b>Lupa arah sebab pegang banyak rupiah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak mahasiswa KIP Kuliah yang sebetulnya cuma \u201cbingung\u201d ketika pegang banyak uang untuk kali pertama. Niatnya buat beli buku, eh malah beli sneakers edisi terbaru. Maunya buat bayar kos, yang kebeli malah iPhone second tapi caption-nya di IG \u201cAlhamdulillah rezeki anak sholeh.\u201d Josjis!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena \u201c<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-mahasiswa-kip-kuliah-yang-nekat-pinjol\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kalap duit<\/a>\u201d ini sebenarnya bukan hal baru. Ketika kantong mahasiswa dari biasanya cuma cukup buat beli gorengan, lalu naik kasta bisa jajan di cafe hits tiap minggu, jiwa pamer itu langsung nongol. Apalagi kalo sudah diiringi konten TikTok dengan musik velocity-nya itu, seolah-olah dunia harus tau bahwa dia sekarang naik tahta!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, setelah viral biasanya ujungnya ya klise, yaitu klarifikasi. Isi klarifikasinya juga standar nan begitu begitu aja, \u201cItu bukan uang KIP Kuliah, tapi hasil usaha pribadi.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Netizen pun manggut-manggut sambil nyeruput kopikap, pura-pura percaya padahal menyimpan bukti screenshoot dan segenap bukti lainnya yang berjejer di galeri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di titik inilah sebenarnya sistem pengecekan dan target penerima KIP Kuliah perlu dikritisi. Karena idealnya, bantuan ini bukan sekadar soal cair atau tidak cair, tapi tentang tepat sasaran atau tidak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan sampai mahasiswa yang bener-bener kesulitan kuliah malah ke-skip gara-gara kalah cepat sama mahasiswa \u201ckalap rupiah\u201d. Apalagi yang jago bikin dokumen terlihat miskin padahal isi keranjang Shopee-nya lebih kaya daripada dompet kas RT.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sindiran dan refleksi bersama demi KIP Kuliah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, KIP Kuliah bukan soal gengsi bisa beli iPhone atau enggak. Bukan juga tentang siapa yang paling cepat bikin klarifikasi begitu viral di TikTok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya, bantuan ini lahir buat memastikan anak-anak bangsa yang kesulitan ekonomi tetap bisa kuliah tanpa harus jungkir balik kerja sambilan sampai lupa tugas. Apalagi iPhone bukan parameter orang kaya bin sugih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kalau duitnya malah <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2023\/11\/02\/151500565\/penerima-kip-kuliah-pakai-iphone-ini-kata-kemendikbud?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dipakai buat gaya-gayaan<\/a>, berarti ada yang salah, entah dari individunya yang lupa prioritas. Atau dari sistem yang kurang ketat menyaring penerimanya. Keduanya sama-sama perlu dibenahi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Refleksinya sederhana, mahasiswa KIP Kuliah sah-sah aja kalau mau punya barang mahal kayak iPhone. Yah, asal jelas sumbernya, bukan dari dana bantuan yang harusnya buat pendidikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang dilihat orang bukan cuma isi dompet, tapi juga cara kita memaknai tanggung jawab di balik privilege yang nggak semua orang bisa punya. Karena kalau mahasiswa lupa arah gara-gara \u201ckebanyakan rupiah\u201d, jangan-jangan nanti kuliahnya selesai dengan predikat bukan cum laude, tapi cum lalai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Azzhafir Nayottama Abdillah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/kampus\/dapat-beasiswa-s1-kip-kuliah-buat-balas-dendam-ke-ortu-pemalas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Balas Dendam usai Dapat Beasiswa S1 KIP Kuliah, Manjakan Diri Sendiri dan Abaikan Ortu yang Tak Pernah Beri Hidup Enak Sejak Kecil karena Pemalas<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahasiswa KIP Kuliah sah-sah aja kalau mau punya barang mahal kayak iPhone. Asal nggak ketahuan karena sistemnya perlu diperbaiki gini.<\/p>\n","protected":false},"author":3086,"featured_media":358233,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[23933,3339,22722,19994,30016,30015],"class_list":["post-358198","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-beasiswa-kip-kuliah","tag-iphone","tag-kip","tag-kip-kuliah","tag-kip-kuliah-beli-iphone","tag-kip-kuliah-tidak-tepat-sasaran"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/358198","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3086"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=358198"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/358198\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/358233"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=358198"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=358198"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=358198"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}