{"id":357995,"date":"2025-09-20T12:57:40","date_gmt":"2025-09-20T05:57:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=357995"},"modified":"2025-09-20T12:57:40","modified_gmt":"2025-09-20T05:57:40","slug":"sudah-saatnya-ibu-kota-kabupaten-pasuruan-dipindah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sudah-saatnya-ibu-kota-kabupaten-pasuruan-dipindah\/","title":{"rendered":"Sudah saatnya Ibu Kota Kabupaten Pasuruan dipindah: Bangil Terlalu Sibuk, Geser Aja ke Pandaan atau Kejayan"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin sudah waktunya Kabupaten Pasuruan punya ibu kota baru. Bangil sudah terlalu capek jadi pusat segalanya. Kita bisa geser dikit lah ke Pandaan atau Kejayan.<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang belum tahu, Bangil adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Pasuruan yang sekarang rasanya udah kayak anak sulung yang dipaksa jadi tulang punggung keluarga. Mengapa demikian? Karena, semua beban ditumpuk di dia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari mulai urusan kantor pemerintahan, rumah sakit daerah, alun-alun kabupaten, stasiun kabupaten, macetnya jalan raya, polusi, sampai jadi pintu gerbang menuju Malang atau Sidoarjo. Dari luar mungkin terlihat adem-adem saja, tapi coba main ke Bangil pas jam kerja. Jalanan macetnya bisa bikin helm jadi kompor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan, untuk ukuran kecamatan yang nggak gede-gede amat itu, lalu lintas Bangil kadang bisa menyaingi Jalan A. Yani Surabaya saat jam pulang kerja. Belum lagi kalau ada truk-truk pabrik lewat, sudah lah pasti: polusi, bising, dan tentu saja macet level \u201csiap-siap telat meeting\u201d tak terhindarkan. Bahkan, salah satu teman yang pertama kali naik motor melintasi Bangil pun langsung merasa kapok. Ia lebih memilih rute memutar (melewati jalur selatan \u2013 pandaan) untuk kembali ke Surabaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, ya tentulah lebih dekat lewat jalur Bangil. Menurutnya, selain crowded jalanan bangil juga terbilang kurang mulus, beberapa ada yang masih dibiarkan bergelombang dan ada juga yang belum rata. Beratnya jadi Bangil!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya, sebagai salah satu warga Kabupaten Pasuruan jadi kepikiran: Apa iya kita tega terus-terusan membebani Bangil dengan predikat &#8220;ibu kota&#8221;? Kan kasihan. Bangil itu sebenarnya lebih cocok jadi kota istirahat, bukan kota yang tiap hari harus ngurus ribuan berkas, surat izin, sampai bahkan demo mahasiswa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau dipikir-pikir, mungkin sudah waktunya Kabupaten Pasuruan punya ibu kota baru. Bangil sudah terlalu capek jadi pusat segalanya. Kita bisa geser dikit lah ke Pandaan atau Kejayan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pandaan: lokasi transit yang siap naik panggung<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita lihat kandidat pertama ibu kota baru Pasuruan: Pandaan. Kalau bangil ibarat anak sulung, maka Pandaan sudah kayak adik bungsu yang sok kaya karena jalannya dilewati tol. Terlebih Pandaan itu strategis banget! Mau ke Malang deket, ke Surabaya gampang, atau mau ke Prigen, ya tinggal nanjak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain jalan tol, mall-nya pun mulai tumbuh, kafe kekinian berderet, dan wisata sekitarnya bikin orang Surabaya-Malang sudah pasti betah mampir. Ada Lembah Pandawa dengan nuansa Balinya, taman bermain Dairyland Farm Theme Park di Prigen yang mirip-mirip di Peternakan Bandung. Ada taman dayu, dan barang kali kalau mau rapat OPD, pejabat bisa sekalian nongkrong di food court. Mau sidang paripurna, tinggal jalan kaki ke mall buat pendinginan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara akses, Pandaan itu idaman. Dekat Surabaya, dekat Malang, dan yang paling penting: dekat Taman Safari, jadi kalau pak Bupati dan jajarannya lagi penat bisa healing sambil ngelus jerapah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kejayan: tengah-tengah biar adil<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mau main fair play, Kejayan pantas dilirik. Bukan karena saya warga Kejayan, tapi karena dari peta lokasi, Kejayan posisinya berada di paling tengah dan cukup luas. Coba deh cek! Jadi, akan sangat cocok buat mengakomodasi warga utara-selatan. Pindah ke Kejayan berarti menghapus drama \u201cPak, dari Tosari jauh banget ke Bangil, butuh 1,5 jam!\u201d atau \u201cBu, saya dari butuh 1 jam dari Nguling untuk ke Samsat Bangil!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua jadi rata, semua jadi gampang. Tanahnya pun masih lapang, bisa bikin mall pelayanan publik atau bikin gedung pemkab yang megah tanpa harus gusur ruko es teh jumbo di sana. Alhasil, nggak ada lagi drama pegawai Pemkab telat gara-gara macet Bangil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PR akbarnya kalau jadi pindah, adalah benahi jalan. Tentu, akses transportasi dan infrastruktur yang ada di Kejayan tidak semulus dan selengkap Bangil dan Pandaan. Tapi ya namanya ingin berkembang, harus ada sedikit pengorbanan. Selain itu ya, kalau beneran pindah ke Kejayan, jangan kaget kalau nanti muncul jargon baru: \u201cKejayan, dari kata Ke-jaya-an, artinya Pasuruan menuju kejayaan!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Udah kayak tagline iklan motor, tinggal cari maskotnya aja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bangil bisa pensiun terhormat sebagai ibu kota Kabupaten Pasuruan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini bukan berarti kita nggak sayang Bangil. Justru karena sayang, Bangil perlu istirahat. Biarkan dia fokus jadi kota kuliner, kota kreatif, kota yang nyaman untuk singgah, bukan kota yang dipaksa menanggung semua beban administratif. Bayangkan kalau Bangil bisa santai, jalannya lega, dan warganya nggak lagi jadi korban kemacetan setiap jam apel pagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Jakarta saja bisa berani \u201cmove on\u201d ke Kalimantan demi masa depan, masa Pasuruan nggak bisa \u201cgeser\u201d demi kenyamanan? Kita nggak butuh proyek ratusan triliun, cukup kemauan politik dan sedikit nyali saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan sebagai catatan: tulisan penuh harap ini juga ditulis sebagai bagian dari perayaan HUT Kabupaten Pasuruan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabupaten_Pasuruan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ke-1096<\/a>. Sudah hampir 11 abad ya! Sudah sepantasnya dirayakan dan direnungkan. Anggap saja tulisan ini kado kecil berupa wacana besar. Siapa tahu kado ini bisa jadi bahan obrolan seru di warung kopi, bukan cuma di meja rapat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selamat ulang tahun ke-1096 untuk Kabupaten Pasuruan tercinta! Meski di<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-warga-kabupaten-pasuruan-tulen-yang-kurang-hoki-di-kota-sendiri\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">tulisan sebelumnya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> merasa belum hoki, tapi saya tetap bangga. Semoga tambah maju, tambah guyub, dan\u2014siapa tahu\u2014suatu hari nanti bisa punya ibu kota baru yang bikin semua warganya tersenyum.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Maulidah Fitria<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-yang-bikin-perantau-nggak-nyaman-tinggal-di-pasuruan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Hal yang Bikin Perantau Nggak Nyaman Tinggal di Pasuruan, Kabupaten Industri yang Harusnya Nyaman untuk Pendatang<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mungkin sudah waktunya Kabupaten Pasuruan punya ibu kota baru. Bangil sudah terlalu capek. Kita bisa geser dikit lah ke Pandaan atau Kejayan.<\/p>\n","protected":false},"author":2296,"featured_media":342613,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[29981,29980,28678,29979,17276],"class_list":["post-357995","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bangil","tag-ibu-kota-pasuruan","tag-kabupaten-pasuruan","tag-pandaan","tag-pasuruan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/357995","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2296"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=357995"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/357995\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/342613"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=357995"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=357995"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=357995"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}