{"id":357440,"date":"2025-09-18T14:18:37","date_gmt":"2025-09-18T07:18:37","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=357440"},"modified":"2025-09-18T14:18:37","modified_gmt":"2025-09-18T07:18:37","slug":"4-alasan-warung-madura-tidak-cocok-buka-di-tulungagung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-alasan-warung-madura-tidak-cocok-buka-di-tulungagung\/","title":{"rendered":"Sebaiknya Pikir Ulang kalau Mau Buka Warung Madura di Tulungagung"},"content":{"rendered":"<p><i>Ada beberapa alasan warung Madura dan Tulungagung nggak akan cocok.\u00a0<\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di kota-kota besar, kehadiran warung Madura bak penyelamatan. Toko kelontong yang dikelola oleh orang Madura ini terkenal lengkap dan buka 24 jam. Satu hal yang tidak kalah penting, harga barang-barangnya relatif lebih murah dibanding jaringan minimarket seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/4-aturan-tidak-tertulis-atm-indomaret-yang-seharusnya-ditulis-aja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Indomaret<\/a> dan Alfamart.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu di kota besar. Beda cerita ketika warung Madura hadir di daerah-daerah kecil seperti Tulungagung, tempat tinggal saya. Kehadirannya tidak akan begitu spesial karena beberapa alasan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Ritme hidup orang Tulungagung berbeda dengan kota-kota besar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu daya tawar warung Madura di kota besar adalah tidak pernah tutup alias selalu buka 24 jam. Bahkan, banyak orang menyebut warung ini baru akan tutup kalau kiamat tiba. Awalnya saya pikir ungkapan itu berlebihan. Namun, setelah mencermati dengan seksama bahwa warung Madura tidak pernah tutup. Saya ikut mengamini ungkapan itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di kota besar, warung yang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/siasat-warung-madura-jogja-kalau-dilarang-buka-24-jam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">buka 24 jam<\/a> mungkin dibutuhkan. Sebab, banyak orang masih beraktivitas di malam hari. Misal, ojek online, orang-orang kantoran yang nglembur, hingga muda-mudi yang masih nongkrong.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, tidak dengan Tulungagung. Di sini, jam 9 malam sudah sepi, jalanan tampak lenggang, lampu-lampu warung sudah padam. Aktivitas terhenti. Orang lebih memilih rebahan di rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada budaya nongkrong sampai dini hari seperti di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warteg-jakarta-dan-surabaya-serupa-tapi-aslinya-tak-sama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Surabaya atau Jakarta<\/a>. Kalau malam-malam lapar? Orang lebih suka masak mi rebus di dapur masing-masing. Paling simpel, tinggal makan sisa nasi di dapur. Jadinya, kelebihan utama warung Madura yaitu buka 24 jam itu tidak terlalu relevan di Tulungagung.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Warung Madura harus bersaing dengan\u00a0 warung milik warga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Tulungagung, hampir setiap rumah punya warung kecil. Dari depan gang sampai pojok kampung. Semua orang sudah punya langganan. Hubungan penjual dan pembeli bukan sekadar transaksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada hutang-hutangan, ada catatan buku, ada kedekatan. Orang bisa beli dulu, bayar belakangan. Sistem kepercayaan yang tidak bisa ditandingi oleh warung Madura. Walaupun warung ini lebih lengkap, tapi tidak bisa menggantikan ikatan sosial yang sudah mengakar.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Orang-orang terbiasa belanja di pasar tradisional<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang Tulungagung terbiasa belanja ke <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pasar_tradisional\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pasar tradisional<\/a> tiap pagi. Di sana mereka membeli bahan makanan segar seperti sayur, ikan, beras, dan bumbu lain. Jadi, kebutuhan sehari-hari Tulungagung sebenarnya sudah terpenuhi di pasar tradisional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, kehadiran warung Madura sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan warga. Paling orang ke sana untuk membeli satu atau dua barang tambahan yang kurang saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beda dengan kota besar, orang-orang begitu mengandalkan warung Madura karena kesibukan mereka tidak memungkinkan untuk ke pasar tiap hari. Kebutuhan pokok mereka bergantung pada warung yang buka 24 jam itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Warung Madura kurang basa-basi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penjual warung Madura punya gaya sendiri ketika melayani pelanggan. Penjual melayani secara cepat tanpa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/mencintai-percakapan-basa-basi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">basa-basi<\/a>. Bagi yang belum terbiasa, orang-orang akan melihat mereka kurang ramah, padahal penjual tidak bermaksud demikian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelayanan semacam itu jelas berbeda dengan gaya orang Tulungagung yang cenderung \u201clambat\u201d. Mereka senang basa-basi atau sekadar diajak ngobrol. Walau terdengar sepele, perbedaan semacam ini bisa berpengaruh pada loyalitas pelanggan lho.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warung Madura di kota besar jadi penyelamat. Di Tulungagung, justru jadi pelengkap yang sering dilupakan. Bukan salah siapa-siapa. Hanya soal ritme. Soal identitas. Soal rasa cocok atau tidak cocok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b> <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/5-barang-indomaret-yang-rawan-dicolong-pelanggan\/\"><b><i>5 Barang Indomaret yang Rawan Dicolong Pelanggan Nggak Tahu Diri<\/i><\/b><\/a><b><i>.<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada beberapa alasan kenapa warung Madura nggak cocok buka di Tulungagung, mulai dari pola hidup warga hingga gaya pelayanannya. <\/p>\n","protected":false},"author":2851,"featured_media":357850,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13085],"tags":[1224,5020,4374,5823,7890,4566,16221],"class_list":["post-357440","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-indomaret","tag-madura","tag-minimarket","tag-toko-kelontong","tag-tulungagung","tag-warung","tag-warung-madura"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/357440","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2851"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=357440"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/357440\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/357850"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=357440"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=357440"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=357440"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}