{"id":357273,"date":"2025-09-14T11:45:17","date_gmt":"2025-09-14T04:45:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=357273"},"modified":"2025-11-24T15:47:18","modified_gmt":"2025-11-24T08:47:18","slug":"5-hal-lumrah-di-universitas-terbuka-tapi-aneh-di-kampus-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-lumrah-di-universitas-terbuka-tapi-aneh-di-kampus-lain\/","title":{"rendered":"Tidak Ada Skripsi hingga Jarang Ketemu Dosen, Hal-hal yang Lumrah di Universitas Terbuka, tapi Nggak Wajar di Kampus Lain"},"content":{"rendered":"<p><em>Tidak ada kampus yang bisa mengalahkan keunikan Universitas Terbuka.\u00a0<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu terakhir Terminal Mojok banyak memuat tulisan soal keunikan kampus-kampus. Ada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-hal-yang-wajar-di-unnes-tapi-nggak-lumrah-di-kampus-lain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Negeri Semarang (UNNES)<\/a> yang kampusnya kerap didatangi monyet. Ada juga Universitas Negeri Malang (UM) yang bisa dengan mudah bertemu dengan atlet profesional di kampus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua itu memang unik. Namun, saya rasa belum ada yang bisa mengalahkan keunikan Universitas Terbuka atau UT. Kampus ini paling nggak lumrah di Indonesia. Bagaimana bisa dibilang lumrah kalau mahasiswanya saja tidak wajib masuk kelas. Pembelajaran dilakukan jarak jauh alias daring. Dan, masih ada hal-hal nggak wajar lain di UT seperti di bawah ini:<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Lebih kenal nama pengelola Universitas Terbuka daripada nama dosen<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa bisa dengan mudah menyebutkan nama ketika ditanya dosen pengampu suatu mata kuliah.\u00a0 Mahasiswa kenal, bahkan akrab dengan dosen adalah hal yang wajar di kampus lain. Namun, itu jarang terjadi di Universitas Terbuka. Coba saja kalian tanya mahasiswa UT siapa dosen mereka. Kebanyakan bakal butuh waktu untuk mengingat-ingat nama dosen lengkap dengan mata kuliahnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini bukan berarti mahasiswa UT itu nggak sopan ataupun nggak serius kuliah ya. Tetapi, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sedaring-daringnya-universitas-terbuka-doi-tetap-punya-gedung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perkuliahan online<\/a> membuat kedekatan emosional antara mahasiswa dengan dosen hampir tidak ada. Feels-nya pasti beda banget dengan dosen yang saban hari ketemu langsung di kelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, daripada nama dosennya, jangan heran kalau mahasiswa UT lebih kenal dengan nama pengelola pokjar Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT. Pasalnya, di pokjar UPBJJ ini, orangnya beneran ada. Mahasiswa bisa ketemu langsung empat mata tiap kali butuh layanan akademik, seperti registrasi mata kuliah, pengambilan bahan ajar, info akademik, sampai layanan administrasi lain. Jadi ya nggak heran kalau nama pengelola UT ini lebih terpatri di hati.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Mahasiswa <\/b><b>Universitas Terbuka terllihat serius belajar menjelang <\/b><b>UTS<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika mahasiswa kampus lain sering pamer \u201clife as a college student\u201d dengan setumpuk catatan dan begadang tiap malam, maka di Universitas Terbuka, lain lagi ceritanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di UT, mayoritas mahasiswanya baru kelihatan serius belajar menjelang Ujian Tengah Semester (UTS). Pasalnya, UTS di UT itu sangat krusial. Nilai UTS punya bobot besar dalam menentukan kelulusan mahasiswa. Itu sebabnya, mahasiswa UT bisa mendadak super rajin menjelang ujian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, apakah itu berarti mahasiswa UT tidak ada belajar setiap hari? Duh, gimana ya, sebagian besar mahasiswa UT itu sudah bekerja. Energi mereka sudah tersedot habis di jam kerja. Kalaupun ada sisa-sisa tenaga, paling digunakan untuk mengerjakan tugas atau meninggalkan jejak di forum diskusi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kalau yang kamu maksud dengan \u2018belajar\u2019 itu adalah dengan baca modul, memberi highlight, dan membuat rangkuman\u2026 Nggak dulu, deh.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Tidak terlibat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di kampus lain itu rame banget. Ada teater, basket, debat, sampai panjat tebing. Tak jarang, mahasiswa pulang sore bahkan menginap di kampus tiap kali ada kegiatan ekstra.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana dengan mahasiswa Universitas Terbuka? Tidak terlibat UKM itu hal yang sangat wajar. Tapi, ini bukan karena UT nggak punya UKM ya. Hanya saja, profil mahasiswanya yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kebanyakan mahasiswa UT itu sudah bekerja. Kebanyakan dari mereka nggak sempat ikut UKM? Bagi waktu antara kuliah dan kerja saja sudah riweh, apalagi ditambah ikut UKM.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, memang sih, ada<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/universitas-terbuka-tempat-kuliah-milenial-dan-gen-z\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">gen Z yang kuliah di UT<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Tapi, karena semuanya serba online, akses buat gabung UKM jadi terbatas. Paling hanya mahasiswa-mahasiswa yang domisilinya dekat dengan kantor UPBJJ saja yang bisa aktif di UKM.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Lebih akrab dengan bakul kuota daripada tukang fotokopi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa Universitas Terbuka kurang akrab dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kesalahan-tukang-fotokopi-selain-jutek-pada-pelanggan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tukang fotokopi<\/a> di sekitar kampus, tidak seperti mahasiswa-mahasiswa kampus lain. Maklum saja, di UT ini kuliahnya serba daring. Kalau nggak ada akses wifi di rumah, kuota bisa boros banget.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, dengan sendirinya mahasiswa lebih akrab dengan tukang kuota. Mulai dari beli voucher gosok sampai isi ulang paket harian, itu sudah jadi rutinitas. Sementara fotokopi? Hampir nggak pernah ada di kamus anak UT.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini kalau diceritakan ke mahasiswa kampus lain, bukan tidak mungkin mereka akan berujar, \u201cIhhh, enak banget~\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lha iya. Lha wong mahasiswa kampus lain kan akrab sama tukang kuota iya, sama tukang fotokopian lebih-lebih. Dikit-dikit fotokopi materi, ngeprint tugas, atau sekadar nitip jilidan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Universitas Terbuka<\/b><b>\u00a0tidak ada skripsi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puncak keunikan kuliah di Universitas Terbuka adalah <a href=\"https:\/\/id.quora.com\/Apa-benar-kuliah-di-UT-tidak-ada-skripsi\">tidak ada skripsi<\/a>. Di UT, mahasiswa cukup membuat karya ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan. Pembuatan karya ilmiah ini tentu saja tidak terlalu menguras waktu, kesehatan mental, dan biaya banyak, jika dibandingkan dengan pembuatan skripsi. Pasalnya, format karya ilmiah di UT itu jauh lebih ringkas dan cakupannya lebih terarah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, tidak heran jika banyak mahasiswa dari kampus lain bisa terheran-heran saat tahu fakta ini. \u201cHah, masa sih kuliah bisa lulus tanpa skripsi?\u201d Ya bisa-bisa saja. Dan itu nyata adanya di UT.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah 5 hal yang dirasa umum bagi mahasiswa UT, tapi bisa jadi tidak lumrah bagi mahasiswa kampus lain. Bukannya bermaksud membanding-bandingkan mana yang lebih baik atau lebih buruk. Keunikan masing-masing kampus justru bisa memberi gambaran kalian yang hendak memutuskan langkah selanjutnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dyan Arfiana Ayu Puspita<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-hal-yang-wajar-di-unnes-tapi-nggak-lumrah-di-kampus-lain\/\"><b><i>Ketemu Monyet hingga Kuliner Pinggir Jurang, Hal-hal yang Wajar di UNNES Semarang, tapi Nggak Lumrah di Kampus Lain.<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak ada kampus yang bisa mengalahkan keunikan Universitas Terbuka, mulai dari jarang  ketemu dosen langsung hingga nggak ada skripsi.<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":357276,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_comment_section":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[921,28216,410,236,6120,6119],"class_list":["post-357273","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-kampus","tag-mahasiswa-ut","tag-perguruan-tinggi","tag-skripsi","tag-universitas-terbuka","tag-ut"],"modified_by":"Anggi Thoat Ariyanto","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/357273","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=357273"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/357273\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/357276"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=357273"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=357273"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=357273"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}