{"id":357168,"date":"2025-09-18T10:43:00","date_gmt":"2025-09-18T03:43:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=357168"},"modified":"2025-09-18T10:43:00","modified_gmt":"2025-09-18T03:43:00","slug":"5-privilese-ngekos-bareng-ibu-kos-banyak-orang-nggak-tahu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-privilese-ngekos-bareng-ibu-kos-banyak-orang-nggak-tahu\/","title":{"rendered":"5 Privilese Ngekos Bareng Ibu Kos yang Banyak Orang Nggak Tahu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi sebagian orang, ngekos itu kayak ujian praktek jadi orang dewasa. Ada yang lulus dengan nilai nyaris sempurna: kamar rapi, keuangan teratur, hidup sehat. Ada juga yang nyaris <a href=\"https:\/\/campus.quipper.com\/kampuspedia\/drop-out-do\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">DO<\/a>, hidup berantakan, kamar kayak kapal pecah, dan rekening selalu boncos tiap akhir bulan. Nah, di tengah segala lika-liku itu, ada satu faktor penting yang sering dilupakan: apakah kosmu bareng ibu kos atau tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pribadi pernah nyobain dua-duanya. Ngekos di rumah yang ibu kosnya tinggal di situ, sama ngekos di tempat yang ibu kosnya entah di mana, cuma datang sebulan sekali nagih uang. Dan, setelah dibandingkan, kok ya ngekos bareng ibu kos ternyata lebih banyak untungnya. Nggak percaya? Mari saya jelaskan satu per satu.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Tinggal bareng ibu kos relatif Lebih aman<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kosmu satu rumah dengan pemiliknya, itu artinya ada \u201c<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rumah-di-gang-sempit-tempat-tinggal-minim-privasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">CCTV hidup<\/a>\u201d yang nongkrong 24 jam. Kos relatif lebih aman dari maling, aman dari tamu-tamu misterius. Bahkan, aman dari tukang paket yang suka asal taruh barang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah ngekos di kos-kosan yang pemiliknya tidak tinggal di situ. Hasilnya? Iuran listrik ditagih 2 kali sebulan, tetangga kos renovasi kamar jam 11 malam, dan jemuran seringkali berpindah tempat seenaknya. Benar-benar nggak nyaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngekos bareng ibu kos bikin tenang. Barang-barangmu terasa lebih terjaga. Bahkan, kadang dia juga bisa ikut jadi satpam pribadi. \u201cItu temen kamu siapa? Kok mukanya asing?\u201d katanya sambil nyipit-nyipitin mata. Menyebalkan? Kadang. Tapi, kalau dipikir-pikir, ya justru itu gunanya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Hidup anak kos lebih tertata walau jauh dari orang tua<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngekos bareng ibu kos ibarat punya rem tangan tambahan. Mau pulang jam 2 pagi? Bisa, tapi siap-siap kena tatapan nggak enak yang lagi duduk di ruang tamu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian orang mungkin menganggap ini merepotkan. Tapi percaya deh, aturan yang jelas bikin hidupmu lebih tertata. Nggak kebablasan nongkrong, nggak ketiduran di kos temen karena malas balik. Jam malam itu semacam alarm alami. Lagian, kalau bukan ibu kos yang ngingetin, siapa lagi? Masa iya, mantan?<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Kos-kosan relatif lebih bus<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percayalah, pemilik kos punya standar kebersihan yang seringkali lebih tinggi daripada anak-anak kos itu sendiri. Minimal, anak-anak kos bisa lebih bertanggung jawab pada kebersihan kamar dan lingkungan kos. Itu semua karena ada omelan dari induk semang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba bandingkan dengan kosan tanpa pemiliknya. Sampah bisa jadi gunung, kamar mandi bisa berubah jadi rawa, dan wastafel bisa dipakai buat eksperimen biologi. Di situ kita akan sadar, kehadiran ibu kos ternyata ada baiknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Ibu kos lebih cekatan menangani persoalan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngekos bareng ibu kos juga bikin hidup lebih nyaman. Kenapa? Karena segala masalah teknis biasanya lebih cepat ditangani. Air mampet? Bisa langsung laporan. Listrik ngadat? Ibu kos langsung manggil tukang. Atap bocor? Tinggal bilang, besok sudah ada tambalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beda dengan kos tanpa ibu kos. Laporanmu bisa ngambang kayak <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jadi-korban-ghosting-gebetan-jangan-sedih-berikut-manfaat-yang-bisa-dipetik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">chat ke gebetan<\/a>: dibaca, tapi nggak dibalas. Paling mentok direspon, \u201cNanti dicek ya eh.\u201d Eh, diceknya baru dua minggu kemudian.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Bisa dapat makanan gratis, lebih irit<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan, yang terakhir, ini favorit saya: ngekos bareng ibu kos bisa bikin lebih irit. Banyak bonus tersembunyi. Kadang dapet air minum gratis, sabun cuci piring, atau kalau ibu kos lagi baik hati, bisa dikasih lauk karena masakan kebanyakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah suatu pagi bangun kesiangan, nggak sempat sarapan. Pas keluar kamar, ibu kos nyeletuk, \u201cItu ada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/pisang-goreng-yang-bakal-ngehits-di-yogya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pisang goreng<\/a>, ambil aja.\u201d Rasanya kayak dapat subsidi dari pemerintah. Nggak perlu repot, nggak perlu keluar uang, perut pun kenyang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, buat kalian yang lagi cari kos, jangan buru-buru alergi kalau ternyata kosnya bareng ibu kos. Memang sih, ada konsekuensinya seperti nggak bisa terlalu bebas, harus jaga sikap, dan siap dapat tatapan mengintimidasi tiap pulang malam. Tapi, kalau ditimbang-timbang, untungnya jauh lebih banyak kok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Wahyu Tri Utami<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tinggal-di-kos-putri-nyatanya-tidak-seindah-kata-orang-orang\/?utm_source=mojok_widget&amp;utm_medium=aggregator\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rambut Rontok hingga Jemuran Hilang, Tinggal di Kos Putri Nyatanya Tidak Seindah Kata Orang-orang<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orang-orang sudah terlanjur alergi dengan ibu kos, padahal banyak privilese didapat dengan tinggal di kosan yang ada ibu kosnya. <\/p>\n","protected":false},"author":2727,"featured_media":357812,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[566,2564,29825,5591,21684,34,28185],"class_list":["post-357168","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-ibu","tag-ibu-kos","tag-indekos","tag-kos","tag-kos-kosan","tag-mahasiswa","tag-penghuni-kos"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/357168","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2727"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=357168"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/357168\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/357812"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=357168"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=357168"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=357168"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}