{"id":356895,"date":"2025-09-12T16:00:17","date_gmt":"2025-09-12T09:00:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=356895"},"modified":"2025-09-13T15:06:17","modified_gmt":"2025-09-13T08:06:17","slug":"lalu-lintas-medan-terlalu-barbar-untuk-perantau-asal-surabaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lalu-lintas-medan-terlalu-barbar-untuk-perantau-asal-surabaya\/","title":{"rendered":"Lalu Lintas Medan Terlalu Barbar untuk Perantau Asal Surabaya seperti Saya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Petualangan saya merantau dari Surabaya ke Medan dipenuhi lika-liku. Perbedaan budaya di sana kelewat mencolok dengan kota kelahiran saya, Surabaya. Gegar budaya alus <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/culture-shock-orang-jogja-saat-merantau-ke-surabaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">culture shock<\/a> pun tak terhindarkan. Ada banyak sekali perbedaan yang terasa mulai dari variasi etnis, bahasa, hingga suasana kotanya. Namun, dari sekian banyak perbedaan tadi, tidak ada yang paling mengagetkan daripada kondisi lalu lintasnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya dalam waktu 4 hari, saya bisa mengonfirmasi konten-konten di media sosial soal barbarnya pengendara di Medan. Itu 100 persen benar, tanpa difabrikasi.\u00a0 Jujur saja, awalnya saya masih bisa berkhusnudzon. Meyakinkan diri bahwa apa yang dilihat melalui layar ponsel tidak seburuk kenyataan. Namun, semua itu buyar sesampainya saya di Medan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Pertama kali sampai Medan langsung disambut klakson<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya masih ingat betul momen pertama kali menapakkan kaki keluar Stasiun Medan setelah naik KA Bandara dari <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Bandar_Udara_Internasional_Kualanamu\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bandara Kualanamu<\/a>. Langkah pertama saya di Medan disambut suara klakson yang saling sahut-sahutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena saat itu terlihat sangat ganjil mengingat kondisi Jalan Jawa, jalan di depan Stasiun Medan, sedang lengang. Tidak tampak ada tumpukan kendaraan apalagi kemacetan sejauh mata memandang. Anehnya, banyak pengendara yang saat mau berhenti di depan stasiun atau kembali masuk ke jalan, malah sibuk membunyikan klakson.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kejanggalan soal klakson tidak berhenti sampai disana. Menurut pengamatan saya,\u00a0 banyak pengemudi ojek online yang terbilang rajin membunyikannya. Memang ada momen klakson dibunyikan dengan alasan terbilang masuk akal, misalnya saat melintasi tikungan atau perempatan. Apalagi di sekitaran daerah Kesawan Kota Tua, tempat saya tinggal sementara, tidak banyak lampu merah di luar jalan utama. Tapi selebihnya, banyak momen-momen yang sama sekali sulit dilogikakan.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lalu-lintas-medan-terlalu-barbar-untuk-perantau-asal-surabaya\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Perlilaku saat &#8230;<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Perilaku saat lampu merah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena lain yang tidak kalah membagongkan adalah perilaku pengendara saat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/durasi-lampu-merah-margorejo-surabaya-memang-nggak-manusiawi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lampu merah<\/a>. Di Surabaya, lampu merah artinya berhenti total. Meskipun ada pengendara yang melewati garis pembatas, setidaknya saat lampu berwarna merah mereka berhenti sepenuhnya. Palingan hanya tampak satu atau dua pengendara motor yang nekat menerobos.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut jauh berbeda di Medan. Alih-alih berhenti total, terlihat banyak pengendara yang hanya memelankan laju kendaraan. Mereka sedikit demi sedikit menerobos jalan secara berjamaah. Mereka tampak tidak segan memotong kendaraan dari arah lain yang lampunya sedang hijau. Malah ada yang tanpa ragu memotong dan menerobos begitu saja tanpa pikir panjang.\u00a0 Mungkin warna merah diartikan sebagai simbol keberanian di hati mereka. Sehingga makna lampu merah jadi agak nyeleneh disini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Upaya tertib lalu lintas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya sudah banyak upaya aparat untuk menegakan ketertiban berkendara di jalanan Medan. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tukang-parkir-liar-dan-polisi-cepek-wajib-disertifikasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Polisi <\/a>dan Dinas Perhubungan selalu disiagakan pada jam-jam sibuk. Siap siaga memberikan tilang kepada pengendara yang melanggar aturan lalu lintas. Harapannya, para pelanggar mendapatkan efek jera.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rambu lalu lintas pun sudah tidak perlu diragukan kelengkapannya. Satu waktu saya pernah melihat ada sebuah rambu putih bertuliskan \u201cSatu Arah\u201d menempel di tiang-tiang jalanan Medan. Pada tiang jalan tersebut, tertempel juga rambu lalu lintas dilarang masuk dan plang berwarna biru dengan tulisan \u201cPatuhilah Rambu-rambu lalu Lintas\u201d. Sehingga ada tiga rambu dalam satu tiang yang intinya menandakan bahwa jalan tersebut hanya satu arah dan tidak boleh melintas kendaraan dari arah sebaliknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaannya, apakah ketiga rambu tadi ditaati? Jelas tidak. Sesaat setelah saya selesai membaca keseluruhan rambu itu, terlihat jelas sebuah mobil berwarna putih yang seenaknya masuk ke jalan tersebut berlawanan dari arah seharusnya. Pada titik ini saya bahkan sudah tidak kaget lagi. Malahan muncul rasa penasaran, \u201cApa lagi yang belum saya lihat?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untung saja masih ada hal positif yang dapat saya rasakan sebagai orang Surabaya. Setiap kali berjalan kaki dan harus menyeberang jalan, ternyata tidak terlalu sulit untuk membuat kendaraan yang melintas berhenti sejenak. Nampaknya hak-hak pejalan kaki masih cukup dihargai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimanapun juga setiap kota punya aturannya sendiri, termasuk aturan tak tertulis di jalan raya. Dan bagi saya, memahami aturan itu adalah satu-satunya cara agar bisa tetap waras sekaligus bertahan hidup di Medan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Arief Rahman Nur Fadhilah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Edit: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliner-semarang-nggak-cocok-di-lidah-orang-malang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cerita Orang Malang Merantau ke Semarang, Nggak Cocok dengan Kulinernya dan Berakhir Makan Pecel Lele Hampir Tiap Hari<\/a>.<\/em><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orang Surabaya yang merantau ke Medan akan kaget dengan banyal hal, terutama lalu lintasnya yang barbar seperti tidak ada aturan.<\/p>\n","protected":false},"author":2008,"featured_media":357094,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1207,29868,29869,399,1418,5807,405],"class_list":["post-356895","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-lalu-lintas","tag-lalu-lintas-medan","tag-lalu-lintas-surabaya","tag-medan","tag-merantau","tag-perantau","tag-surabaya"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/356895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2008"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=356895"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/356895\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/357094"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=356895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=356895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=356895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}