{"id":356826,"date":"2025-09-11T12:28:57","date_gmt":"2025-09-11T05:28:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=356826"},"modified":"2025-09-11T12:28:57","modified_gmt":"2025-09-11T05:28:57","slug":"tips-menikmati-soto-garing-klaten-bagi-penyuka-soto-berkuah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-menikmati-soto-garing-klaten-bagi-penyuka-soto-berkuah\/","title":{"rendered":"Tips Menikmati Soto Garing Klaten bagi Kalian Penyuka Soto Berkuah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada perasaan aneh ketika pertama kali mendengar kuliner soto garing. Seperti namanya, makanan khas Klaten ini benar-benar garing atau kering, alias tidak menggunakan kuah. Bagi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliner-semarang-nggak-cocok-di-lidah-orang-malang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">orang Jawa Timur<\/a> seperti saya (dan mungkin kebanyakan orang lain), soto itu normalnya berkuah seperti Soto Lamongan dan Soto Madura.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangankan soto garing, orang Jawa Timur melihat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/soto-jogja-culture-shock-yang-hingga-kini-sulit-saya-terima\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">soto bening<\/a> yang biasa dijajakan di Jogja dan Jawa Tengah aja terheran-heran. Bagi kami, soto itu harusnya berkuah dan kuahnya berwarna kuning. Pilihan lain, kuahnya bersantan. Bagi kami, nggak ada ceritanya soto kok kuahnya bening apalagi garing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keheranan saya bertahan bertahun-tahun, sampai akhirnya saya mencoba soto garing untuk pertama kali.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mencicipi soto garing untuk pertama kali\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir bulan lalu saya ke Jogja. Saya menghadiri Festival Mojok (Fesmo) 2025 di mana saya menyabet penghargaan Jawara Terminal Mojok 2025 (maaf pamer dikit). Sepulang dari sana, saya mampir ke Klaten. Jarak Jogja dan Klaten memang tidak terlalu jauh. Selain itu, jalur perjalanan pulang ke <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kota_Malang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Malang<\/a> memang lewat sana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya putuskan mampir ke Klaten untuk sarapan pagi. Dan, menu yang saya pilih adalah soto garing Klaten. Kuliner ini sudah terlalu lama bikin saya penasaran. \u00a0 Masuklah saya ke sebuah warung kecil itu (yang saya lupa namanya) dan memesan seporsi soto garing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak perlu waktu lama, sepiring soto garing sudah hadir di hadapan saya. Seperti bayangan saya, soto garing ini memang nggak menarik secara bentuk. Isinya hanya nasi, irisan daging ayam, kol, kecambah, dan daun seledri. Soto garing ternyata nggak garing-garing banget, sebab ada campuran kuah soto meski nggak banyak, nggak sampai bikin basah banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menandaskan sepiring soto garing, rasa penasaran saya akhinrya terjawab. Dan, ternyata, selama ini saya keliru soal kuliner satu ini. Nyatanya, soto garing nggak seaneh bayangan saya dan rasanya pun cukup enak. Setidaknya masih bisa dinikmati. Nah, kalau kalian penasaran gimana caranya menikmati soto garing biar terasa enak, kalian bisa tiru cara saya ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengaduk semua kondimen, termasuk dengan sambal dan kecapnya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, cara paling tepat (dan paling benar) menikmati <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dosa-pedagang-bubur-ayam-khas-jakarta-yang-berjualan-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bubur ayam<\/a> adalah dengan cara diaduk, begitu pula dengan soto garing. Cara paling pas untuk menikmati soto garing adalah dengan mencampurkan semua kondimennya, mengaduknya jadi satu. Biarkan nasi, irisan ayam, kol, kecambah, dan daun seledri itu menyatu satu sama lain di piring kalian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mau lebih enak lagi, kalian bisa tambahkan kecap dan sambal, lalu diaduk sampai merata. Pokoknya mirip kayak mengaduk bubur ayamlah. Dengan begitu, soto garing akan lebih enak lagi rasanya, lebih oke dinikmati meskipun nggak ada kuahnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya, kalau mau menikmati soto garing biar lebih enak, ya dicampur aja semuanya, semua kondimen yang ada di piring, semua tambahan yang ada di meja, semuanya dicampur jadi satu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percaya sama saya, rasanya akan lebih enak dari yang kalian bayangkan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Minta tambahan kuah secara terpisah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soto garing itu sebenarnya nggak yang garing-garing banget, bukannya tanpa kuah sama sekali. Soto ini tetap ada kuahnya, hanya saja tidak banyak. Kuahnya cuma ditambahkan sedikit demi tekstur dan rasa aja. Maka dari itu, kalau kalian pengin menikmati soto garing biar lebih enak, coba saja minta sedikit kuah tambahan secara terpisah ke penjualnya. Entah apakah penjualnya akan memberi, tapi berdasar pengalaman saya, tetap akan diberi kok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau sudah ada tambahan kuah di hadapan kalian, cara menikmatinya seperti ini. Kalian makan dulu satu suap dari sepiring soto garing yang sudah dicampur itu, lalu seruput kuah soto secara perlahan. Cara menikmatinya mirip seperti menyantap <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kasta-mie-ayam-paling-enak-mie-ayam-bangka-jelas-juaranya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bakmi karet<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percayalah, rasanya akan lebih enak, meskipun esensi \u201cgaring\u201d dari soto garing agak sedikit terkikis karena sudah ada elemen kuahnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pesan dua porsi soto garing Klaten lalu jadikan satu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian pengin merasakan gimana sensasi soto garing yang beneran, ya tinggal pesan soto garing saja tanpa kuah tambahan. Tapi, kalian pesannya dua porsi, lalu kalian jadikan satu. Asal tahu saja, soto garing ini porsinya kecil (lha wong harganya saja ada yang di bawah Rp10.000), dan kalian mungkin nggak akan puas kalau cuma makan seporsi. Makanya, saya sarankan pesan dua porsi, lalu jadikan di dalam satu piring.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu, kalian aduk, kalian campur semuanya seperti cara yang sudah saya tuliskan di atas. Dengan begitu, kalian bisa menikmati soto garing dengan lebih enak, lebih otentik, dan tentunya lebih puas karena porsinya jadi lebih banyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah setidaknya cara saya menikmati soto garing Klaten kemarin. Jujur, setelah mencoba soto garing, persepsi saya terhadap kuliner ini agak berubah. Bagi saya, soto garing memang masih agak aneh, tapi nggak seaneh anggapan saya dulu sebelum mencobanya. Selain itu, rasanya ternyata masih enak, kok. Layaklah, buat dicoba lagi kalau nanti mampir ke Klaten, hehehe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Iqbal AR<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/5-akal-akalan-pedagang-soto-ayam-pembeli-tak-menyadarinya\/\"><b><i>5 Akal-akalan Pedagang Soto Ayam, Pembeli Tak Menyadarinya<\/i><\/b><\/a><b>.<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Soto garing Klaten ternyata enak dan tidak aneh di lidah orang-orang pencinta soto berkuah asal tahu cara tepat untuk menikmatinya. <\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":356836,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[8095,29835,5316,23287,29833,29834],"class_list":["post-356826","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-klaten","tag-kuliner-klaten","tag-soto","tag-soto-garing","tag-soto-garing-klaten","tag-soto-klaten"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/356826","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=356826"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/356826\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/356836"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=356826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=356826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=356826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}