{"id":354827,"date":"2025-09-02T12:34:50","date_gmt":"2025-09-02T05:34:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=354827"},"modified":"2025-11-03T10:15:15","modified_gmt":"2025-11-03T03:15:15","slug":"skripsi-adalah-matkul-favorit-saya-sampai-rela-kuliah-7-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/skripsi-adalah-matkul-favorit-saya-sampai-rela-kuliah-7-tahun\/","title":{"rendered":"Unpopular Opinion: Skripsi Adalah Matkul Favorit Saya Sampai Rela Kuliah 7 Tahun"},"content":{"rendered":"<p>Saya kuliah hingga 7 tahun dan sebagian besar waktu dihabiskan untuk mengerjakan skripsi. Meski begitu, skripsi justru jadi mata kuliah yang paling saya sukai. Sebab, b<span style=\"font-weight: 400;\">anyak sekali pelajaran yang bisa dipetik selama berproses.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kalian akan bertanya-tanya, skripsi saya seperti apa sih? Saya kana jawab, biasa saja. Penelitiannya sangat sederhana tentang psikologi pendidikan khususnya peran regulasi diri dalam belajar terhadap keterlibatan pada pembelajaran daring. Di dalamnya saya sekalian mengelola penerjemahan 2 alat ukur yang lalu diuji sampai layak digunakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, kenapa saya menjadikan skripsi sebagai matkul kesayangan? Berikut beberapa alasan utamanya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Skripsi mengajarkan saya berpikir mandiri<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat awal mengerjakan skripsi, saya menyadari harus bisa mempertanggungjawabkannya saat sidang. Itu mengapa, saya sangat serius dalam mengerjakan isinya. Saya berusaha menguasai materi. Bahkan, saya perfeksionis dalam isinya, tapi itu merugikan sih (perfeksionis di sini beda dengan standar tinggi yang<\/span><a href=\"https:\/\/www.psychologytoday.com\/us\/blog\/finding-a-new-home\/202206\/better-than-perfect-how-to-be-excellent\"> <span style=\"font-weight: 400;\">realistis<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> ya).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesungguhan dalam isi ini membuat pembelajaran dari skripsi tuh dapat banget. Saya jadi belajar berpikir, menyelesaikan masalah, dan mengambil keputusan secara mandiri dan bertanggung jawab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, saya lama menentukan judul. Latar belakang saya bolak-balik dipertanyakan dosen pembimbing. Saya belum menjawabnya dengan baik. Lambat laun, setelah sempat lompat-lompat juga, saya pun menentukan topik, dan pembelajarannya saya rasa dapat banget.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Skripsi mengajarkan saya soal kerja mandiri<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di skripsi, saya menjadi manajer proyek sendiri. Saya banyak belajar akan kerja mandiri. Sesuai<\/span><a href=\"https:\/\/www.tandfonline.com\/doi\/abs\/10.1080\/00313830120074206\"> <span style=\"font-weight: 400;\">variabel<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> skripsi sendiri, saya belajar mengatur diri, menetapkan tujuan, mengatur cara mencapainya, mencoba agar lebih rajin dan fokus, menulis jurnal belajar agar lebih sadar, mengevaluasi diri, dan sebagainya. Ada kegagalan maupun kemajuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu perubahan terbesar, sekarang saya secara mandiri konsisten mengerjakan tugas sehari-hari sesuai standar minimal pribadi. Dan, saya berkonsentrasi penuh saat mengerjakannya. Sudah mau dua tahun saya berkomitmen seperti itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak langsung mencapai progres di atas. Di skripsi dan proyek selanjutnya, saya masih banyak kekurangannya dan sempat jatuh bangun. Namun, saya terus belajar hingga ada progres itu (sampai sekarang pun, saya masih perlu banyak belajar). Skripsi menjadi ajang latihan panjang pertama, di mana dalam waktu lama saya mengepalai proyek mandiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Tantangan yang diselesaikan memberikan kepuasan tersendiri<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Skripsi memuat masalah pemikiran yang harus diselesaikan dan keputusan yang perlu diambil. Namun, pengetahuan, strategi, atau keterampilan saya saat itu seringkali kurang cukup. Ditambah, saya menjadi perfeksionis yang bisa sangat detail. Sifat yang berbeda dari sebelumnya dalam hal tugas kuliah. Walhasil, saya merasakan banyak kesulitan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, menyelesaikannya sedikit demi sedikit memberikan kepuasan tersendiri. Ternyata saya bisa, meski belum tentu benar.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Dosen pembimbing yang mendukung<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menyukai skripsi juga berkat kedua <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/geliatwarga\/derita-mahasiswa-skripsi-dosen-sibuk-hingga-dosen-pembimbing-meninggal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dosen pembimbing (dosbim)<\/a>. Jika dosbim saya berbeda, belum tentu saya menjadikan skripsi matkul favorit. Saya sangat berterima kasih atas kontribusi mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dosen pembimbing I dan II saya suportif, berwawasan, baik, dan sabar. Kebetulan keduanya bergelar psikolog juga dan cara mengatasi masalahnya pun nyaman dan tetap konstruktif. Kualitas-kualitas ini mendukung pengalaman mengerjakan skripsi yang positif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk dosbim I, saya rasa beliau sangat menyerahkan pilihan-pilihan dalam skripsi (seperti topik, detail isi, cara bekerja, dan lain-lain) pada saya. Kalau pun ada aturan atau saran, beliau menjelaskan alasannya baik-baik. Tak ada tekanan berlebihan. Saya jadi merasa makin memegang kendali dan lebih termotivasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya juga merasa dosbim I saya mendukung kemandirian berpikir. Seringkali kala saya bingung, saya memandang beliau mengarahkan atau mendorong saya mencari tahu jawaban saya sendiri, bukannya memberikan jawaban langsung. Saya pikir ini sangat mendukung poin pertama dan ke-3.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain alasan-alasan di atas, masih ada alasan lain soal kenapa saya menjadikan skripsi matkul kesukaan. Misalnya, terkait topik skripsi yang saya minati dan berarti bagi saya. Namun, bakal kebanyakan bila saya tulis semua sekarang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, saya yang kuliah 7 tahun menyenangi skripsi karena saya jadi belajar berpikir dan bekerja mandiri, merasakan kepuasan tersendiri dari tantangannya, dan dianugerahi dosen yang mendukung. Ternyata, kalau kita menjalankan sesuatu dengan sungguh-sungguh apalagi mendapatkan dukungan, meskipun berat, itu bisa menjadi pengalaman yang indah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selamat berjuang dan semoga yang terbaik bagi yang sedang<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">mengerjakan skripsi, baik skripsi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/kampus\/kuliah-s1-tak-relevan-lagi-karena-hasilnya-lebih-nyata-vokasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">S1<\/a> maupun skripsi kehidupan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Syifa Aulia<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ugm-nggak-overrated-bagi-mantan-mahasiswa-kampus-medioker\/\"><b><i>UGM Bukan Kampus Overrated bagi Orang yang Pernah Merasakan Kuliah di Kampus Medioker<\/i><\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak hal bisa dipetik dari skripsi, salah satunya proses berpikir yang lebih mandiri dan terstruktur, bisa jadi bekal jalani kehidupan. <\/p>\n","protected":false},"author":3069,"featured_media":355311,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_comment_section":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[1116,34,22301,29714,236,4264],"class_list":["post-354827","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-dosen-pembimbing","tag-mahasiswa","tag-mata-kuliah","tag-matkul","tag-skripsi","tag-tugas-akhir"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/354827","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3069"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=354827"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/354827\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/355311"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=354827"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=354827"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=354827"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}