{"id":354814,"date":"2025-09-03T14:27:43","date_gmt":"2025-09-03T07:27:43","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=354814"},"modified":"2025-09-04T18:44:16","modified_gmt":"2025-09-04T11:44:16","slug":"pengalaman-ngekos-di-kos-campur-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-ngekos-di-kos-campur-jogja\/","title":{"rendered":"Pengalaman Pertama Ngekos di Kos Campur Jogja: Sebulan Penuh Penderitaan, Isinya Drama Tanpa Ujung"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman pertama ngekos di Jogja itu ibarat masuk wahana baru: deg-degan, penuh ekspektasi, tapi kadang berakhir dengan rasa \u201ckok ya gini amat?\u201d. Sebagai anak rantau dari Purwokerto, saya dulu mengira kos di Jogja bakal adem ayem. Wong katanya Jogja kota pelajar, kota budaya, kota nyaman buat hidup sederhana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nyatanya, satu bulan pertama ngekos malah jadi bahan ujian kesabaran yang entah kalau diuji di sidang skripsi bisa langsung ditolak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, ceritanya medio 2019, saya dapat kerja di Jogja dan ngekos di kos campur. Isinya? Rupa-rupa: ada karyawan, ada juga keluarga kecil yang entah kenapa pilih ngekos di situ. Bayangin aja, satu kompleks kecil tapi macam-macam model penghuninya. Harga sewanya 500 ribu per bulan. Kalau dihitung dengan gaji yang mepet-mepet <a href=\"https:\/\/warta.jogjakota.go.id\/detail\/index\/6514\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UMR Jogja waktu itu<\/a>, jelas bikin kening agak berkerut. Tapi karena lokasinya cuma selempar sandal dari kantor, saya pikir, \u201cYo wis, ora popo. Yang penting deket kerja.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari-hari awal, biasa saja. Kosan terlihat tenang, penghuni tampak normal, bahkan sempat kepikiran, \u201cWah, sepertinya saya menemukan tempat tinggal yang pas.\u201d Ternyata itu cuma intro, semacam prolog film horor sebelum hantunya muncul.<\/span><\/p>\n<h2><b>Drama iuran listrik di kos campur<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah pertama di kos campur datang dari iuran listrik. Awalnya biasa saja, pas baru masuk kos ditarik uang Rp50.000 untuk biaya listrik. Tapi belum dua minggu, tiba-tiba disuruh iuran lagi. Waktu ditanya, jawabannya muter-muter. Katanya biar lebih gampang bagi rata. Lah, gampang buat siapa? Buat saya jelas bikin dompet makin tipis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum habis perkara listrik, datang lagi masalah tetangga kos. Bayangkan, tiap kali ditagih iuran, ada satu penghuni yang wajahnya selalu ketat, mulutnya irit, dan sikapnya lebih dingin dari es batu di tukang es teh pinggir jalan. Juteknya minta ampun, padahal buat bayar listrik bersama.<\/span><\/p>\n<h2><b>Lanjut ke jemuran dan palu jam 11 malam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kehidupan kos makin terasa absurd ketika urusan jemuran ikut bikin kepala panas. Pernah suatu hari saya jemur baju dengan tenang. Sore pulang, kok baju sudah pindah ke tempat lain. Oke lah, mungkin ada yang butuh tempat. Tapi masalahnya, jemuran saya dipindah ke pojokan, tempat paling kotor dan tidak kena cahaya matahari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puncak keanehan kos campur ini terjadi jam sebelas malam. Ketika orang lain sibuk rebahan atau scrolling Twitter, tetangga sebelah kamar persis malah sibuk memaku dinding. Bayangin, jam sebelas malam, suara palu memantul ke seluruh kamar. Ternyata dia lagi renov kamar malam-malam. Entah itu konsep feng shui baru atau memang hobi tukang kayu dadakan, yang jelas bikin tidur bablas jadi maraton gelisah.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-ngekos-di-kos-campur-jogja\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Pindah adalah jawaban<\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Pindah adalah jalan ninja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebulan penuh saya bertahan dengan segala drama kos campur itu. Dari listrik ganda, tetangga jutek, jemuran pindah ke tempat terkutuk, sampai palu malam hari. Sampai akhirnya saya sadar: hidup sudah cukup berat dengan gaji UMR, nggak perlu ditambah beban kos yang bikin emosi naik-turun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka saya putuskan pindah. Kos baru mungkin nggak sempurna juga, tapi paling tidak saya bisa tidur tanpa dengar suara palu tengah malam atau bangun pagi dengan jemuran berubah jadi korban pindahan sepihak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dipikir-pikir, pengalaman sebulan itu memang menyebalkan. Tapi ya, siapa tahu justru jadi bagian dari \u201ckurikulum wajib\u201d anak rantau di Jogja. Kurikulum yang isinya pelajaran: bahwa kos campur itu penuh kejutan, dan bahwa tidur nyenyak jauh lebih berharga ketimbang dekat kantor tapi penuh drama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, saya cuma bisa senyum getir. Jogja memang istimewa, tapi kos-kosannya, ya\u2026 istimewa dengan versinya sendiri.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Wahyu Tri Utami<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perempuan-tinggal-di-kos-campur-perlu-pertimbangkan-4-hal-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Perempuan Sebelum Tinggal di Kos Campur<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kos campur itu penuh kejutan. Tidur nyenyak jauh lebih berharga ketimbang dekat kantor tapi penuh drama dan penderitaan.<\/p>\n","protected":false},"author":2727,"featured_media":325863,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[28069,28533,16314,27918],"class_list":["post-354814","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-kos-campur","tag-kos-campur-jogja","tag-kos-di-jogja","tag-kos-lv-jogja"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/354814","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2727"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=354814"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/354814\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/325863"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=354814"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=354814"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=354814"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}