{"id":354539,"date":"2025-08-27T08:00:44","date_gmt":"2025-08-27T01:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=354539"},"modified":"2025-08-26T20:55:58","modified_gmt":"2025-08-26T13:55:58","slug":"5-penderitaan-warga-tangerang-yang-naik-transjakarta-t11","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-penderitaan-warga-tangerang-yang-naik-transjakarta-t11\/","title":{"rendered":"5 Penderitaan Warga Tangerang yang Sehari-hari Naik Transjakarta Koridor T11"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya beberapa kali menuliskan tentang Transjakarta di Terminal Mojok. Bagi saya, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/anggaran-transjogja-dipotong-pemda-suka-bikin-warga-repot\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">transportasi umum<\/a> yang jadi andalan banyak warga Jakarta ini begitu menarik. Bayangkan saja, hanya dengan Rp3.500 saya hampir bisa menjelajahi seluruh daerah Jakarta. Benar-benar moda transportasi yang ramah di kantong dan sangat membantu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, di balik berbagai keunggulannya, Transjakarta menyimpan \u201csisi gelap\u201d. Terlebih armada Transjakarta koridor 11 yang sehari-hari saya tumpangi.\u00a0 Armada koridor ini melayani rute Poris Plawad (Tangerang) menuju Halte Slipi Petamburan. Ar,ada T11 menjadi salah satu primadona orang Tangerang yang bekerja di sekitaran Jakarta. Sebab, hanya dia yang mampu menjangkau penumpang sampai ke area Kabupaten Tangerang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pengguna setia koridor ini, saya mohon izin untuk berbagi uneg-uneg yang sudah tak tertahankan lagi ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Transjakarta T11 padat setiap hari, tidak mengenal hari libur<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya, transportasi publik akan lengang jika tanggal merah atau weekend. Itu harapan semua orang, terutama warga Jakarta yang setiap hari sudah lelah menghadapi kepadatan Senin-Jumat. Akan tetapi, kondisi ini tidak berlaku bagi Transjakarta T11. Bus lenggang hanyalah mitos. Capek banget lihatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sering menggunakan moda ini saat weekend. Ekspektasinya sih dapat duduk karena hari libur, eh malah tetap berdiri dan berdesakkan. Saya suka berpikir, \u201cMereka ngapain weekend tetap ke Jakarta? Bikin penuh bus aja!\u201d Ternyata, masih banyak yang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/penjaskes\/keseringan-kerja-lembur-buat-apa-temenan-sama-penyakit-penyakit-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bekerja di hari Sabtu atau Minggu<\/a>. Selain itu, sebagian besar penumpang hanya refreshing aja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, bis pertama dan terakhir pun tetap penuh sesak dan harus rebutan untuk dapat kursi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kehadiran koridor T11 bagi mobilitas warga Tangerang.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Driver ugal-ugalan dan suka ngerem mendadak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu sempat baca, saya pernah menulis di Terminal Mojok tentang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/naik-transjakarta-tidak-selamanya-menyenangkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">driver yang ugal-ugalan<\/a>. Nah, realita tersebut pun terjadi pada koridor T11 yang beroperasi sampai jam 10 malam ini. Saya jadi emosi sendiri kalau sang driver sudah mengemudikan bus sambil meliuk mendahului kendaraan lain. Terutama di ruas tol Jakarta-Tangerang. Entah apa yang dikejar, buru-buru amat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya ugal-ugalan, supir T11 pun kerap kali injak rem secara mendadak. Alhasil, para pengguna jadi hilang keseimbangan dan nyaris terjerembab ke depan. Kalau kaliannggak sempat pegangan, ya siap-siap aja jadi korban. Hai supir Transjakarta, bisa nggak sih ngeremnya biasa aja? Pikirkan juga dong keselamatan penumpang yang sedang berjuang menahan lelah karena empet-empetan di dalam bus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking kesalnya, saya pernah melayangkan kritik melalui akun medsos Transjakarta. Namun, sepertinya keluhan ini diabaikan karena hingga detik ini driver T11 masih barbar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Ruang di dalam bus terlalu sempit<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat pertama kali beroperasi, Transjakarta T11 menggunakan bus biru dengan ruang yang lebih luas dan muat hampir 60 orang. Semenjak rutenya diperpendek (dulu bisa sampai Bundaran Senayan, sekarang hanya sampai Slipi Petamburan), armadanya diganti Metrotrans. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bus-listrik-trans-jogja-jauh-lebih-nyaman-daripada-bus-biasanya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bus listrik<\/a> oranye ini menurut saya malah lebih sempit dan kapasitas penumpangnya lebih sedikit dibanding bus biru, mungkin sekitar 30-40 orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelebihan moda ini adalah jenisnya non-BRT yang lebih fleksibel dan tidak harus turun di halte Transjakarta. Tapi ya itu, kalau bus sedang padat-padatnya, rasanya saya ingin turun aja naik ojol atau jalan kaki kalau kuat. Space-nya terlalu mepet dan lorong untuk berdiri tidak lega. Kamu bisa bayangin kan situasinya jika driver ngerem mendadak dengan Transjakarta Metrotrans yang penuh manusia? Atau yang lebih melelahkan, kamu berdiri terhimpit orang dan terjebak kemacetan tol Jakarta-Tangerang saat pulang kantor. Horor banget.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Waktu tunggu kedatangan armada Transjakarta T11 cukup lama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal satu ini yang paling menguji kesabaran warga Tangerang, yaitu waktu tunggu kedatangan koridor T11 yang lama. Bikin saya bad mood. Sudah datangnya lama, pas di dalam bus jadi &#8220;ikan pepes&#8221;. Ya ampun, gini amat kerja di Jakarta. Saya pun kurang paham ini jumlah unitnya sedikit atau jadwal yang kacau. Sebenarnya kita bisa track perjalanan di berbagai aplikasi, tapi kadang waktunya nggak sesuai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila harus menunggu lama dan ada halte yang proper sih tidak masalah ya. Hujan tidak kehujanan, panas tidak kepanasan. Masalahnya, pemberhentian bus ini tidak selalu di halte beratap. Banyak spot pinggir jalan yang hanya diberikan papan bertuliskan \u201cbus stop\u201d. Sudah cantik mau pergi mencari sesuap nasi, eh malah jadi lecek dihantam polusi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya harap sih bolehlah dibangun halte di setiap persinggahan Metrotrans ini. Atau nggak, minimal dikasih atap deh.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Warga Tangerang tidak punya pilihan selain Transjakarta T11<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski banyak keluhan terhadap transportasi umum satu ini, warga Tangerang seperti saya tetap bergantung pada kehadiran koridor T11. Apapun kegiatan kami, entah itu bekerja, kuliah, atau sekedar healing ke Ibu Kota. Sebenarnya ada sih bus lain yang bisa mengantar ke Jakarta, tapi lagi-lagi ongkosnya terlalu mahal dan tidak dapat disandingkan dengan Transjakarta yang cuma Rp3.500.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di samping itu, alasan pelanggan tak kuasa untuk meninggalkan T11 adalah daerah yang dijangkau bus ini cukup luas. Bus ini berangkat dari <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Terminal_Poris_Plawad\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terminal Poris Plawad<\/a> di Tangerang Kota dan akan menjemput kami di daerah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tinggal-di-karawaci-tangerang-dan-kerja-di-jakarta-pusat-wajib-ngekos\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Karawaci<\/a> (Kabupaten Tangerang), lalu masuk tol Tangerang-Jakarta. Artinya, rute ini sangat bersahabat bagi penduduk \u201cpinggiran Jakarta\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warga kawasan Tangerang terlalu mencintai koridor T11 apa adanya. Setiap hari diuji kesabaran dan emosinya, tapi kami tetap setia untuk terus mengandalkannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah kisah Transjakarta T11 kebanggan orang Tangerang. Kamu punya cerita seru nggak tentang Transjakarta favoritmu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Rachelia Methasary<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/anggaran-transjogja-dipotong-pemda-suka-bikin-warga-repot\/\"><i>Anggaran TransJogja Dipangkas Adalah Bukti Pemerintah Memang Suka Lihat Warganya Kerepotan<\/i><\/a><i>.<\/i><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak warga Tangerang mengandalkan Transjakarta Koridor T11 karena tidak ada pilihan lain, padahal naik bus ini begitu menderita.<\/p>\n","protected":false},"author":2858,"featured_media":354575,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[529,29675,4850,29674,2404,27544],"class_list":["post-354539","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-jakarta","tag-koridor-11","tag-transjakarta","tag-transjakata-t11","tag-transportasi-umum","tag-transportasi-umum-jakarta"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/354539","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2858"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=354539"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/354539\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/354575"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=354539"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=354539"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=354539"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}