{"id":35433,"date":"2020-04-10T16:22:29","date_gmt":"2020-04-10T09:22:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=35433"},"modified":"2020-04-10T16:22:29","modified_gmt":"2020-04-10T09:22:29","slug":"lanjutan-dilan-versi-bantul-ketika-duloh-nggak-lolos-snmptn-dan-mirjah-masuk-ugm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lanjutan-dilan-versi-bantul-ketika-duloh-nggak-lolos-snmptn-dan-mirjah-masuk-ugm\/","title":{"rendered":"Lanjutan Dilan Versi Bantul: Ketika Duloh Nggak Lolos SNMPTN dan Mirjah Masuk UGM"},"content":{"rendered":"<p>Ingatkah kalian denganku? Aku adalah perempuan paling beruntung di Bumi Bantul karena mengenal seorang pria bernama Duloh. Ya, ia adalah Dulohku 2020. Duloh yang memberi aku pemahaman bahwa Pantai Parangkusumo adalah pusat jagad raya keromantisan di bumi projotamansari, pun ia memberi sebuah makna bahwa Pasar Pasty tak selalu memberikan kepastyan.<\/p>\n<p>Kami telah melewati sebuah babak perihal hubungan baru, memaknai apa itu kasih sayang dan saling mendukung satu sama lain. Hingga kemarin, pengumuman SNMPTN, Duloh kembali membuatku<\/p>\n<p>\u201cDitolak PTN itu berat, kamu nggak akan kuat, biar aku saja,\u201d begitu postingan Duloh di Twitternya. Sedangkan di saat yang sama, aku, Mirjah, posting foto di Instastory \u201cAlhamdulillah Maba UGM 2020. <em>Thx God<\/em> *pakai beberapa emot yang <em>aleman<\/em>*\u201d. Dengan foto lolos SNMPTN <em>staterpack<\/em>; barcode, nomer pendaftaran dan NISN di sensor pakai emot <em>sodakep<\/em>. Terus nama Mirjah Suryati Husada sengaja tak dilingkarin supaya terpampang nyata. Pinter bebas buoss~<\/p>\n<p>Selamat, anda dinyatakan lolos SNMPTN 2020 pada<\/p>\n<p>PTN: UNIVERSITAS GADJAH MADA<\/p>\n<p>Program Studi: FILSAFAT KETUHANAN<\/p>\n<p>Aku pun merasa tak enak karena membuat Instastory seperti itu sedangkan pacarku, Duloh, nggak lolos SNMPTN. Dengan cepat, aku pun <em>reply<\/em> <em>tweet<\/em>-nya Duloh, \u201cDuloh, kamu di mana? Aku rindu,\u201d ia seakan peka bahwa kekasihnya itu sedang limbung karena ditolak SNMPTN. Belum semenit, Duloh kembali me-<em>reply<\/em>, \u201ccek DM.\u201d<\/p>\n<p>Duloh pun <em>sharelock <\/em>melalui Line Mirjah. \u201cOh, masih di Bantul, tapi kenapa nggak ketemu dua bulan karena <em>physical distancing<\/em> berasa lama, ya?\u201d kataku sambil senyum-senyum bukan karena lolos Fakultas Filsafat, tapi karena Duloh yang selalu perhatian kepadaku. \u201cAku rindu,\u201d balasku dengan manja melalui <em>voice<\/em> <em>note<\/em>.<\/p>\n<p>Balasan Duloh bikin aku kaget setengah mati. Angkuh banget seperti Haji Muhidin ketika melihat Haji Sulam liwat. Duloh membalas dengan singkat, \u201caku ndak kenal kamu.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKok gitu?\u201d balasku sambil <em>mbrambangi<\/em> <em>nyebai<\/em>. \u201cKamu marah aku lolos SNMPTN?\u201d<\/p>\n<p>\u201cOh, kamu lolos SNMPTN? Selamat. Pacarku juga lolos,\u201d katanya bikin aku bingung.<\/p>\n<p>\u201cKan aku pacar kamu,\u201d balasku masih dalam mode manja. Belum saja aku berubah jadi mode kyubi.<\/p>\n<p>\u201cPacarku namanya Mirjah. Bukan rindu.\u201d<\/p>\n<p>Uwu banget yang ku tuh! Pengen aku <em>keplak<\/em> pakai <em>sotil<\/em>. Akhirnya kami terhubung melalui telepon. Kalau Dilan dan Milea bercakap-cakap melalui wartel, kalau kami telfonan melalui <em>free<\/em> <em>call<\/em>.<\/p>\n<p>\u201cDuloh, kamu di mana?\u201d<\/p>\n<p>\u201cAku? Di Komet,\u201d jawabnya dengan singkat. Suaranya yang merdu dan menenangkan. Merdunya seperti Denny Caknan waktu nyanyi <em>Kartoyono Medot Janji<\/em>.<\/p>\n<p>\u201cKetawa jangan?\u201d<\/p>\n<p>\u201cAku di Warnet Komet, Jalan Imogiri Barat. Download anime,\u201d jebul yang ku wibu.<\/p>\n<p>\u201cOh, hehehe,\u201d aku kira dirinya ngelawak. \u201cDari tadi di warnet?\u201d<\/p>\n<p>\u201cTadi di Meteor.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKetawa jangan?\u201d<\/p>\n<p>\u201cAku tadi di burjonan Meteor Sarden. Makan nastel, minum es teh.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKok lucu namanya? Plesetan Meteor Sarden?\u201d<\/p>\n<p>\u201cOh, hehehe,\u201d aku kira dirinya ngelawak. \u201cNggak pulang ke rumah seharian?\u201d<\/p>\n<p>\u201cAku kan imigran yang dikirim dari surga.\u201d<\/p>\n<p>Galah gayane, dari Banguntapan aja bilangnya dari surga. \u201cJauhnya dari surga,\u201d kataku.<\/p>\n<p>\u201cIya, dikasih tugas sama Tuhan bikin kamu suka sama mie pentil.\u201d<\/p>\n<p>\u201cHahaha. Pulang sana, bantu simbok panen lombok\u201d<\/p>\n<p>\u201cCapek.\u201d<\/p>\n<p>\u201cCapek panen lombok?\u201d<\/p>\n<p>\u201cBukan.\u201d<\/p>\n<p>\u201cLalu?\u201d<\/p>\n<p>\u201cEh, capek kenapa, ya? Lupa. Sebentar,\u201d katanya, menaruh ponselnya. Terdengar sayup-sayup suara. Suaranya Duloh. Kemudian suaranya masuk ke telingaku dan kembali mendominasi, \u201caku nanya pada nggak tahu.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKamu nanya ke siapa?\u201d<\/p>\n<p>\u201cIni, ke mas-mas operator warnet.\u201d<\/p>\n<p>\u201cPEKOK AWOKAWOKAWOK.\u201d<\/p>\n<p>Menghadirkan bahagia adalah keahliannya. Menimbulkan gelak tawa barangkali adalah kemampuannya. Aku bahagia karena bisa bersamanya. Aku bahagia karena bisa memastikannya hidup dengan sehat di Bumi Bantul Projotamansari ini.<\/p>\n<p>\u201cMirjah?\u201d sungguh, aku lemes tiap dia memanggil namaku. Untung tidak disertai tatap.<\/p>\n<p>\u201cOi?\u201d<\/p>\n<p>\u201cSlamet lulus SNMPTN.\u201d<\/p>\n<p>Aku pun memeluk guling dengan erat. Rasanya bahagia sekali diberi selamat oleh orang yang disayangin. Apa lagi ini Duloh, orang paling membingungkan di dunia versi On The Spot. \u201cTerimakasih, Duloh.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKok terimakasih, maksudku, teman sekelas kita, Slamet Cahyadi, lolos SNMPTN juga. Masuk Teknik Berpikir UGM.\u201d<\/p>\n<p>Mukaku pasti merah seperti kepiting rebus Pantai Depok. \u201cNggih, Duloh.\u201d<\/p>\n<p>\u201cTapi, Mirjah,\u201d kata Duloh dengan mengambil jeda bikin degdegan. \u201cNanti kalau kamu mau tidur, percayalah, aku sedang mengucapkan selamat karena lolos SNMPTN dari jauh. Kamu ndak akan dengar.\u201d<\/p>\n<p>\u201cHehehe.\u201d<\/p>\n<p>Di atas kasur, kala aku bisa merasakan diri bahwa pipiku panas dan tentunya merah merona, aku bergelayut dengan kebimbangan yang tidak menentu. Ini prihal rahasiaku yang sebenarnya, yang tidak pernah Duloh tahu. Aku lolos SNMPTN bukan karena nilaiku bagus, bukan juga karena beruntung, tapi karena jimat pemberian simbok sangat mantep!<\/p>\n<p><b>BACA JUGA\u00a0<\/b><strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/begini-jadinya-cerita-dilan-dan-milea-jika-pidi-baiq-orang-bantul\/\">Begini Jadinya Cerita Dilan dan Milea Jika Pidi Baiq Orang Bantul<\/a><\/strong> <strong>atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cDitolak PTN itu berat, kamu nggak akan kuat, biar aku saja,\u201d posting Duloh di Twitternya. Sedangkan, Mirjah mengucap Alhamdulillah di Instastorinya.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":35598,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[6095,6096,6097,5743],"class_list":["post-35433","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-dilan-versi-bantul","tag-duloh","tag-mirjah","tag-pidi-baiq"],"modified_by":"Nia Lavinia","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35433","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35433"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35433\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35598"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35433"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35433"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35433"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}