{"id":354106,"date":"2025-08-25T15:22:40","date_gmt":"2025-08-25T08:22:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=354106"},"modified":"2025-08-25T15:22:40","modified_gmt":"2025-08-25T08:22:40","slug":"jangan-berekspektasi-tinggi-ke-mahasiswa-kkn-nanti-kecewa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-berekspektasi-tinggi-ke-mahasiswa-kkn-nanti-kecewa\/","title":{"rendered":"Dear Warga, Jangan Pasang Ekspektasi Terlalu Tinggi ke Mahasiswa KKN, Takutnya Nanti Kecewa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Terminal Mojok banyak sekali tulisan soal mahasiswa KKN. Kebanyakan tentang sisi negatif program KKN dan mahasiswanya. Salah satu tulisan yang paling populer pekan lalu misalnya, <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/13-tabiat-mahasiswa-kkn-yang-dibenci-warga-desa\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga cerita kalau mahasiswa KKN cuma memperlambat program desa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak bisa membantah cerita tersebut. Sebab, kenyataan di lapangan, hal-hal seperti itu memang terjadi. Mahasiswa KKN terlalu clueless dengan kondisi desa tujuannya sehingga tidak punya program dan strategi yang tepat menghadapi warga. Ujung-ujungnya program KKN hanya formalitas saja. Bahkan, tidak sedikit kehadiran mahasiswa KKN malah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/mahasiswa-kkn-nggak-guna-untuk-warga-desa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">merepotkan warga<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sini saya tidak mau menyangkal cerita-cerita itu. Toh, tiap orang punya pengalaman masing-masing yang valid. Hanya saja, saya merasa perlu untuk membagikan cerita dengan sudut pandang baru. Sebab, ada kalanya, warga desa memasang ekspektasi ketinggian terhadap mahasiswa KKN. Padahal, kami hanyalah mahasiswa biasa, mahasiswa pada umumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan ini bukannya mau membela para mahasiswa KKN ya. Tulisan ini hanyalah pengalaman saya selama KKN yang mungkin bisa menjadi gambaran bagi orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat-ingat lagi pengalaman selama KKN, saya masih ingat betul rasa deg-degan dan penasaran sebelum terjun ke lapangan. Sebab, ini jadi pengalaman yang benar-benar baru bagi saya. Pertama kali tinggal di desa dan berbaur dengan warga. Ada sedikit rasa khawatir kalau kehadiran saya dan tim tidak berdampak.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Pertama kali datang malah diberi ekspektasi ketinggian, mahasiswa langsung jiper<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu sampai di lokasi, rasa deg-degan dan khawatir itu sedikit memudar karena <a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-6535142\/perangkat-desa-terdiri-dari-apa-saja-simak-penjelasannya-di-sini\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perangkat desa<\/a> dan beberapa warga menyambut kami para mahasiswa KKN denga sangat hangat. Saya pikir, apapun persoalannya nanti bisa teratasi selama ada mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, rasa tenang itu tiba-tiba berubah jadi beban ketika mereka mengutarakan harapan-harapannya. Salah satu yang paling saya ingat, \u201cAlhamdulillah, akhirnya ada mahasiswa datang. Semoga bisa bikin jalan jadi bagus, sawah jadi subur, dan anak-anak pinter komputer.\u201d Sesaat saya membeku, saya hanya bisa melempar senyum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Otak saya mencoba mencerna dan memikirkan berbagai cara untuk bisa memenuhi ekspektasi-ekspektasi itu. Sementara saya belajar di jurusan ekonomi, bukan teknik sipil atau pertanian sesuai kebutuhan mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih memutar otak, salah satu dari warga nyeletuk, \u201cMas, mbak, kalau bisa nanti bantu buat jembatan biar akses ke ladang lebih gampang.\u201d Waduh, saya sama teman-teman cuma bisa saling pandang. Bikin jembatan? Kami bawa cat dan kertas aja sudah syukur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ekspektasi yang tinggi menghantui para mahasiswa KKN selama tinggal di sana.\u00a0 Anak-anak kecil nempel terus, berharap kami bisa ngajarin macam-macam, dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/unpopular-opinion-belajar-bahasa-inggris-lewat-lagu-itu-nggak-recommended\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bahasa Inggris<\/a> sampai komputer. Sementara itu, ibu-ibu berharap kami bisa bikin usaha baru supaya ekonomi desa naik. Kadang saya merasa warga benar-benar melihat kami seperti \u201csuperhero desa\u201d yang datang bawa keajaiban. Padahal aslinya kami hanyalah mahasiswa siswa yang masih perlu banyak belajar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Mahasiswa KKN juga masih perlu bimbingan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita ini mungkin bisa jadi renungan bagi mereka yang desanya didatangi mahasiswa KKN. Kami memang mengenyam pendidikan tinggi, tapi bukan berarti kami lebih pandai dari warga. Justru wargalah yang paling mengenali kondisi desanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi mahasiswa KKN hanyalah membantu kesulitan yang dialami warga melalui <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-proker-kkn-rutin-yang-aslinya-menyimpan-persoalan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">program-programnya<\/a>. Namun, sekali lagi, solusinya pun perlu diobrolkan bersama sebab wargalah yang paling tahu kondisi geografis hingga sosiologis lingkungan sekitar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan sampai niat baik mahasiswa KKN melalui berbagai programnya berujung bencana karena tidak sesuai dengan kondisi desa. Pengalaman jadi mahasiswa KKN sekaligus menampar saya untuk lebih \u201cmenapak bumi\u201d dan terus belajar. Solusi yang mungkin berhasil di perkotaan atau ruang-ruang akademik bisa jadi gagal di desa. Ada banyak faktor memengaruhi, itu mengapa perlu kepekaan lebih untuk mau belajar dan melihat sekitar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis : Arnufan Deni Marwanto<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor : Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-dosa-yang-dilakukan-mahasiswa-baru-saat-ospek-kampus\/\"><b><i>3 Dosa yang Dilakukan Mahasiswa Baru Saat Ospek Kampus.<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga desa sebaiknya jangan memasang ekspektasi terlalu tinggi ke mahasiswa KKN sebab mereka masih mahasiswa dan belajar.<\/p>\n","protected":false},"author":3033,"featured_media":354390,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[322,275,436,858,34,22677,11791],"class_list":["post-354106","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-desa","tag-kkn","tag-kuliah","tag-kuliah-kerja-nyata","tag-mahasiswa","tag-mahasiswa-kkn","tag-warga-desa"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/354106","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3033"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=354106"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/354106\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/354390"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=354106"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=354106"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=354106"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}