{"id":353969,"date":"2025-08-25T08:00:52","date_gmt":"2025-08-25T01:00:52","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=353969"},"modified":"2025-08-24T20:17:49","modified_gmt":"2025-08-24T13:17:49","slug":"surat-terbuka-untuk-po-nusantara-yang-mulai-kehilangan-pamor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/surat-terbuka-untuk-po-nusantara-yang-mulai-kehilangan-pamor\/","title":{"rendered":"Surat Terbuka untuk PO Nusantara, Bus Legendaris yang Perlahan Kehilangan Pamor"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepada yang saya hormati, PO Nusantara. Saya adalah salah satu penumpang dalam <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/naik-bus-nusantara-jogja-kudus-bikin-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perjalanan Kudus-Jogja<\/a>. Tidak sekadar itu, kalau diingat-ingat lagi, saya adalah satu dari banyak anak daerah yang tumbuh bersama nama besar PO Nusantara. Saya yakin, orang-orang di daerah di Kudus atau mungkin di Jawa Tengah, tidak asing lagi dengan PO satu ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dahulu, Bus Nusantara adalah legenda. Rasa-rasanya, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/menjadi-guru-pendamping-study-tur-nggak-enak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">study tour sekolah<\/a> jadi kurang lengkap tanpa kehadiran bus satu ini. Dengan livery simfoni Beethoven yang unik, bus Nusantara begitu mudah dikenali dan dibanggakan. Bus jadi status sosial tersendiri. Sebuah pencapaian yang membuat kami merasa bepergian bukan sekadar menempuh jarak, tapi juga merayakan sebuah perjalanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bus Nusantara tampak kinclong. Kursinya empuk, AC dingin, dan ada aroma khas interior baru. Nggak heran anak-anak kecil rela untuk sekadar berfoto di depan bus. Bus Nusantara bukan sekadar alat transportasi, tapi juga ikon\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Bus Nusantara yang dahulu bukanlah yang sekarang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, bus Nusantara yang saya naiki kemarin tidak seperti yang ada bayangan saya. Kondisinya sangat jauh dibanding masa jayanya dahulu. Armadanya sudah tua dan nggak ada sisi kerennya sama sekali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suara berdenyit terdengar di berbagai sisi. AC-nya tidak lagi dingin. Kursi sudah keras, busa jok tidak lagi mampu menahan berat badan penumpang. Belum lagi bau oli dan kampas kopling yang gosong menyeruak di dalam armada.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya memandang sekeliling. Masih belum percaya bus saya tumpangi adalah bus Nusantara yang legendaris saat saya masih kecil. Memang konfigurasi kursinya masih 2-2 dan tampak begitu lega. Tidak seperti bus-bus modern yang mengaspal sekarang ini. Namun, sulit dipungkiri, suasana di dalamnya tidak lagi semegah dahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sering bertanya-tanya dalam hati, kenapa tidak ada peremajaan untuk bus yang ini ya? Apakah pemiliknya tidak ingin lagi mempertahankan nama besar bus Nusantara? Atau memang kondisi kian sulit hingga armada tua tetap dipaksa untuk terus mengaspal?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bus Nusantara yang saya cintai, surat ini bukan untuk mencaci. Surat ini adalah doa. Saya ingin melihatmu kembali berjaya, kembali ke masa ketika namamu identik dengan kebanggaan. <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Nusantara_(perusahaan_otobus)\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kudus<\/a> punya banyak cerita, dan engkau adalah salah satunya. Jangan biarkan cerita itu mati pelan-pelan di jalan raya, ditemani bunyi berdenyit dan bau oli terbakar.<\/span><\/p>\n<h2><b>Harapan untuk bangkit kembali<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya membayangkan, suatu hari nanti ketika saya kembali Bus Nusantara lagi, bus ini sudah kembali segar. Kursinya empuk dan nyaman, AC dingin tanpa aroma yang aneh-aneh, dan wajah para penumpang yang tersenyum lega. Entah mengapa, besar harapan saya, anak-anak generasi baru juga bisa merasakan sensasi study tour dengan bus Nusantara. Persis seperti saya dahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, bagi saya atau banyak warga Kudus lain, Bus Nusantara bukan alat transportasi. Bus Nusantara adalah bagian dari ingatan kolektif orang Kudus, bahkan Jawa Tengah. Di memori banyak orang orang, bus inilah yang mengantar para santri ke pondok, para <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/keluh-kesah-anak-blora-yang-kuliah-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mahasiswa ke Jogja<\/a>, para peziarah ke Sunan Kalijaga, hingga para wisatawan menjelajahi Bali. Engkau pernah menjadi jalan pembuka bagi banyak kisah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, secara personal dan sebagai orang Kudus, saya ingin bus ini bangkit kembali. Jangan biarkan redup hingga yang tersisa hanyalah nostalgia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salam hormat. Seorang penumpang yang masih percaya padamu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Budi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><strong><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/trans-jogja-diskriminatif-menyusahkan-masyarakat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Trans Jogja Diskriminatif dan Nggak Inklusif, Hanya Menyusahkan Masyarakat<\/a>.<\/em><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orang Kudus dan sekitarnya punya banyak memori indah dengan PO Nusantara. Sayang, bus legendaris ini kian nggak keurus dan kehilangan pamor. <\/p>\n","protected":false},"author":1041,"featured_media":354051,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[483,29645,29647,29643,2249,18576,29646,29644,29648,29642],"class_list":["post-353969","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bus","tag-bus-kudus","tag-bus-legendaris","tag-bus-nusantara","tag-kudus","tag-po","tag-po-jawa-tengah","tag-po-kudus","tag-po-legendaris","tag-po-nusantara"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/353969","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1041"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=353969"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/353969\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/354051"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=353969"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=353969"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=353969"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}