{"id":35329,"date":"2020-04-11T08:00:08","date_gmt":"2020-04-11T01:00:08","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=35329"},"modified":"2020-04-11T00:45:48","modified_gmt":"2020-04-10T17:45:48","slug":"plesetan-nama-panggilan-ala-orang-bugis-dan-makassar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/plesetan-nama-panggilan-ala-orang-bugis-dan-makassar\/","title":{"rendered":"Plesetan Nama Panggilan ala Orang Bugis dan Makassar"},"content":{"rendered":"<p>Kita tahu nama adalah satu hal yang sangat penting. Ketika berkenalan, hal pertama yang disebutkan adalah nama. Saya sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana jika ada orang yang tidak punya nama. Tidak punya nama dalam arti sesungguhnya loh, ya.<\/p>\n<p>Biasanya, orang tua sudah mempersiapkan nama untuk anaknya jauh sebelum anaknya lahir. Bahkan, ada juga yang belum punya pasangan tapi sudah mikirin: baiknya anaknya nanti dikasih nama apa, ya? Hmmm, sungguh sebuah pikiran jangka panjang yang patut untuk diberi tepuk tangan meriah!<\/p>\n<p>Seperti yang kita ketahui, setiap orang pasti punya nama panggilan. Mau namanya itu sepanjang rel kereta api atau hanya satu kata saja, tapi pasti punya nama panggilan. Baik nama panggilan mereka masih berkaitan dengan nama aslinya, maupun nama yang entah diambil dari mana.<\/p>\n<p>Sependek ingatan saya, di daerah tempat saya tinggal banyak nama orang terdekat yang nama panggilan mereka bisa dibilang unik atau katakanlah dibuat seperti plesetan. Saya sendiri tidak tahu sejak kapan tradisi seperti ini bermula. Namun, saya yakin di sekitar teman-teman pasti ada juga yang mengalami hal yang sama. Nama panggilannya berupa plesetan.<\/p>\n<p>Dari beberapa nama orang yang berhasil saya ingat, inilah nama-nama yang panggilannya bisa dibilang adalah plesetan nama yang khas dan unik.<\/p>\n<h4>#1 Ikhsan atau Irsan<\/h4>\n<p>Di sekitar saya, orang-orang yang memiliki nama Ikhsan atau Irsan ini biasanya akan dipanggil dengan nama <em>Iccang<\/em>. Kalau mau lebih gaul sedikit biasanya ditulis\u00a0<em>Iccank.<\/em><\/p>\n<h4>#2 Arman atau Rahman<\/h4>\n<p>Orang-orang yang bernama Arman atau Rahman biasanya akan dipanggil dengan nama\u00a0<em>Ammang.\u00a0<\/em>Sama seperti Iccang, kalau mau lebih gaul, huruf\u00a0<em>g\u00a0<\/em>pada kata <em>Ammang\u00a0<\/em>bisa diganti dengan\u00a0<em>k,\u00a0<\/em>menjadi\u00a0<em>Ammank.<\/em><\/p>\n<h4>#3 Irfan<\/h4>\n<p>Kasusnya sama seperti dua nama di atas, kalau Irfan biasanya akan berubah menjadi\u00a0<em>Ippang.<\/em><\/p>\n<h4>#4 Rustam<\/h4>\n<p>Teman SMA saya ada yang bernama Rustam dan ia dipanggil\u00a0<em>Uttang.<\/em><\/p>\n<h4>#5 Mansyur<\/h4>\n<p>Orang-orang yang bernama Mansyur biasanya dipanggil\u00a0<em>Anchu&#8217;.<\/em><\/p>\n<h4>#6 Fatimah atau Fatma<\/h4>\n<p>Sementara nama Fatimah atau Fatma biasanya panggilannya diganti jadi\u00a0<em>Fate&#8217;\u00a0<\/em>atau\u00a0<em>Fathe&#8217;.<\/em><\/p>\n<h4>#7 Darmin<\/h4>\n<p>Darmin biasanya diganti menjadi\u00a0<em>Amming\u00a0<\/em>atau Ammink.<\/p>\n<h4>#8 Sukma<\/h4>\n<p>Kalau nama ini biasanya cuma dimodifikasi sedikit menjadi\u00a0<em>Cu&#8217;ma.<\/em><\/p>\n<h4>#9 Firman<\/h4>\n<p>Kalau nama ini biasanya diganti jadi\u00a0<em>Pimmang\u00a0<\/em>atau\u00a0<em>Immang.<\/em><\/p>\n<h4>#10 Ifa<\/h4>\n<p>Kalau yang\u00a0 ini mau itu Sarifah, Musdalifah, Afifah, atau nama lain yang pakai kata\u00a0<em>Ifa, <\/em>biasanya akan diganti menjadi <em>Iphe&#8217;. <\/em>Namun, itu untuk anak muda zaman sekarang, sih. Kalau dulu biasanya diganti jadi\u00a0<em>Ipha <\/em>atau <em>Ipa. <\/em>Lah, jadi kayak nama mata pelajaran, dong?<\/p>\n<h4>#11 Salma<\/h4>\n<p>Mereka yang saya kenal bernama Salma, biasanya panggilannya\u00a0<em>Camma.<\/em><\/p>\n<h4>#12 Fitri<\/h4>\n<p>Nama Fitri kalau dulu kayaknya sering dipanggil\u00a0<em>Pitti&#8217;.\u00a0<\/em>Belakangan baru ada panggilan lain jadi\u00a0<em>Pitto&#8217;.<\/em><\/p>\n<h4>#13 Hamzah<\/h4>\n<p>Biasanya nama ini akan dipanggil jadi <em>Ancha<\/em> atau <em>Anca.<\/em><\/p>\n<h4>#14 Yusuf atau Jusuf<\/h4>\n<p>Mereka yang bernama Yusuf, panggilannya pasti\u00a0<em>Ucu&#8217;.\u00a0<\/em>Itulah mengapa Jusuf Kalla disapa dengan\u00a0<em>Daeng Ucu&#8217;.<\/em><\/p>\n<p>Sepertinya masih banyak nama-nama lain yang nama panggilannya berupa plesetan. Cuma baru itu saja yang saya ingat. Wqwqwq. Kalau dilihat dari daftar nama di atas pun, rata-rata nama yang berakhiran\u00a0<em>n\u00a0<\/em>akan bertransformasi jadi berakhiran\u00a0<em>ng. <\/em>Jadi kalau teman-teman punya kenalan yang nama panggilannya ada dalam daftar di atas, kemungkinan besar dia berasal dari Sulawesi Selatan, utamanya bersuku Bugis atau Makassar.<\/p>\n<p>Adanya kejadian seperti ini rasa-rasanya adalah salah satu bukti bahwa pada manusia memang kreatif. Ini saja baru dari nama orang-orang Bugis dan Makassar, belum dari daerah lain. Kalau kita tahu plesetan nama daerah lain, pasti tidak kalah uniknya. Dari hal ini, saya jadi semakin menyadari bahwa satu daerah itu memang menyimpan banyak sekali hal-hal yang sangat unik di dalamnya.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/red\/corak\/movi\/anang-batas-plesetan-tanpa-batas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Anang Batas: Plesetan Tanpa Batas<\/a><\/strong> <strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/utamy-ningsih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Utamy Ningsih<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di daerah tempat saya tinggal, banyak nama orang terdekat yang nama panggilan mereka bisa dibilang unik atau katakanlah dibuat seperti plesetan.<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":35683,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[6100,2380,6101],"class_list":["post-35329","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-bugis","tag-makassar","tag-plesetan-nama"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35329","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35329"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35329\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35683"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}