{"id":352862,"date":"2025-08-15T11:02:48","date_gmt":"2025-08-15T04:02:48","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=352862"},"modified":"2025-08-15T11:02:48","modified_gmt":"2025-08-15T04:02:48","slug":"5-hal-yang-membuat-mahasiswa-uny-iri-pada-ugm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-yang-membuat-mahasiswa-uny-iri-pada-ugm\/","title":{"rendered":"5 Hal yang Membuat Mahasiswa UNY Secara Terus Terang Merasa Iri Sekaligus Mengagumi UGM"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi sebagian mahasiswa UNY, ada satu hal yang bikin mereka bangga. Apalagi kalau bukan soal kampus ini dulunya adalah peranakan dari UGM.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, meski memiliki hubungan darah, tapi nasibnya tidak searah. Kamu pernah dengar status UNY sebagai kampus pelarian? Ya, ini bukan lagi rahasia umum sebenarnya. Kebanyakan mahasiswa UNY adalah mereka yang tidak bisa menggapai UGM.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak asal ngomong, ya. Banyak kawan-kawan saya dari UGM juga bilang kalau dulu sempat menjadikan UNY pilihan kedua. Selain itu, kawan-kawan saya di kampus mengaku secara jujur bahwa mereka nggak lolos UGM. Meskipun begitu, ada juga kok yang secara sadar sejak awal memilih UNY. Termasuk saya. Hehehe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbagai kalangan bahkan di luar mahasiswa pasti mengagumi UGM. Kalau tidak sampai mengagumi, ya setidaknya tidak asing deh dengan yang namanya. Justru akan aneh kalau tidak tahu. Makanya, tidak heran kalau mahasiswa UNY juga mengagumi UGM, bahkan secara blak-blakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Pamor yang tidak terkalahkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">UNY memang nggak seterkenal UGM, ya. Saya mengakui ini dengan sadar kok. Jadi, saya pernah orang baru, misalnya saat di bus atau pesawat. Kejadian ini biasa terjadi di momen perjalanan dari Jogja-Sumatra atau sebaliknya. Kurang lebih, begini basa-basinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDi Jogja, kuliah apa kerja, Mbak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya dengan jujur dan santai menjawab, \u201cKuliah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa ba-bi-bu, jawaban yang sering saya dengar setelah itu adalah \u201cKuliah di UGM ya?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari situ saja sudah ketara banget kalau pamor UGM tidak terkalahkan. Walau begitu, saya cukup bangga kok jadi mahasiswa UNY. Sebagai mahasiswa yang cinta almamater, saya pikir UNY perlu memperbaiki beberapa ha. Salah satunya memperbaiki layanan fasilitasnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Perpustakaan UGM yang bikin UNY iri<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ngomongin soal fasilitas, pasti ada fasilitas di setiap kampus yang jadi kebanggaan. Kalau di UNY itu kolam renangnya yang berstandar internasional. Coba searching dengan kata kunci \u201cfasilitas unggulan\u201d. Pasti paling atas muncul soal kolam renang atau fasilitas olahraga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau UGM, yang pertama muncul adalah perpustakaan pusat dengan koleksi jurnal dan bukunya yang lengkap. Nah, ini yang bikin saya iri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baik bentuk fisik bangunan hingga kelengkapan koleksi sudah menunjukkan perbedaan level. Bahkan di jam kunjungan saja kalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perpustakaan UGM buka dari pukul 08:00 sampai 20:00. Kalau UNY, buka dari pukul 08:00 sampai 18:00 WIB. Meskipun sama-sama buka pukul 8 pagi, tetapi UNY nggak sabaran. Selisih waktu 2 jam ini lumayan. Mahasiswa bisa menggunakannya untuk mengerjakan tugas dengan tenang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Banyaknya ruang belajar juga bikin iri<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak mahasiswa UNY harus mencari tempat lain untuk mengerjakan tugas setelah perpustakaan tutup. Nah, ini yang balik lagi bikin saya iri sama UGM. Apalagi kalau bukan banyaknya ruang belajar di kampus yang nyaman buat mahasiswa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya punya beberapa kawan yang kuliah di UGM. Ada seorang kawan yang bercerita soal \u201cenaknya mengerjakan tugas di kampus\u201d. Ada banyak spot yang enak untuk diskusi kelompok atau duduk laptopan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya cuma bisa memamerkan taman rektorat yang kalau malam saja minim pencahayaan. Belum lagi colokan yang nggak semua bisa dipakai. Salah-salah tugas belum disimpan lalu laptop mati karena habis batre, kan jadi sedih, ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama saya jadi mahasiswa di UNY, setidaknya hanya ada 2 tempat yang bisa jadi ruang belajar sampai malam. Taman rektorat dan food court. Meski bisa sampai malam, tapi nggak menjamin jadi tempat yang layak. Sudah gelap, sepi lagi!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini harus jadi perhatian kampus, sih. Kampus harus memperbanyak ruang belajar yang aman dan nyaman untuk mahasiswanya. Jumlah mahasiswa kampus saya tidak sedikit. Sudah begitu, harus berebut ruang. Ini menyiksa banget kalau mau mengerjakan tugas atau belajar kelompok di kampus.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Kenyamanan lingkungan kampus UGM yang jadi impian mahasiswa UNY<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lingkungan kampus UGM yang nyaman itu juga bikin kami, mahasiswa UNY, iri. Saya merasakan sendiri saat berkunjung. Selain luas, penataan kampus UGM itu oke banget.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah waktu itu saya berjalan kaki di sekitar <a href=\"https:\/\/fib.ugm.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakultas Ilmu Budaya<\/a> UGM. Saat itu saya merasa, \u201cIni kampus ramah pejalan kaki banget.\u201d Apalagi banyaknya pepohonan yang bikin udaranya terasa nyaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seketika saya membandingkan dengan kampus tercinta. Ketika berjalan di trotoar kampus, kamu harus berhati-hati dengan umbul-umbul tiap fakultas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, saya pernah hampir menabrak orang dari arah berlawanan ketika berjalan karena tertutup sama bendera itu. Jujur, ini sangat mengganggu. Kalau memang itu wajib dipasang ya setidaknya jangan sampai mengganggu fasilitas pejalan kaki..\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi UGM terkenal dengan kampusnya yang rindang dan teduh. Kalau di UNY memang ada juga sih satu tempat buat merasakan keasrian itu, tidak lain taman rektorat. Ya sudah, itu saja. Bahkan UGM punya Wisdom Park yang jadi kegemaran semua orang. Entah cuma buat olahraga atau sekedar bersantai menghirup udara segar.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Harus sabar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup di UNY memang memberikan mahasiswanya banyak pahala. Misalnya pahala hasil sabar. Sabar jadi pilihan kedua setelah UGM, sama fasilitasnya yang masih kurang, dan ijazah yang nggak keluar-keluar. Hehe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, begitulah hal-hal yang bikin mahasiswa UNY seperti saya harus sabar ketika melihat UGM. Jangankan mahasiswanya. Yang sudah jadi alumni saja masih harus sabar. Mohon maaf, ijazah Anda sedang diproses.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Karisma Nur Fitria<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Rizky Prasetya<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/enaknya-jadi-alumni-uny-nggak-ada-yang-bisa-dibanggakan-nggak-ada-beban\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Enaknya Jadi Alumni UNY: Nggak Ada yang Bisa Dibanggakan, Nggak Ada Beban<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ya, begitulah hal-hal yang bikin mahasiswa UNY seperti saya harus sabar ketika melihat UGM. Bangga, iri, dan, yah begitulah.<\/p>\n","protected":false},"author":3024,"featured_media":263838,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[29494,29495,29496,29492,29493,195,9570],"class_list":["post-352862","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-fakultas-di-uny","tag-perpustakaan-ugm","tag-perpustakaan-uny","tag-sejarah-ugm","tag-sejarah-uny","tag-ugm","tag-uny"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/352862","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3024"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=352862"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/352862\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/263838"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=352862"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=352862"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=352862"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}