{"id":352366,"date":"2025-08-12T15:08:21","date_gmt":"2025-08-12T08:08:21","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=352366"},"modified":"2025-08-12T15:08:21","modified_gmt":"2025-08-12T08:08:21","slug":"sisi-gelap-bekerja-jadi-agent-call-center","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-bekerja-jadi-agent-call-center\/","title":{"rendered":"Sisi Gelap Bekerja Jadi Agent Call Center: Dimaki Tiap Hari, dan Kadang Terpaksa Jebol Kantong Pribadi untuk Nutup Ganti Rugi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian selama ini mengira kerja di call center itu cuma duduk manis sambil ngopi, lalu sesekali jawab telepon sambil scroll Instagram, percayalah: itu cuma mitos yang lebih menyesatkan daripada promo \u201ckuota unlimited\u201d yang ternyata dibatasi FUP.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman saya, sebut saja Lisa (nama samaran), sudah tiga tahun jadi agent call center di sebuah provider telekomunikasi. Satu malam, sambil menunggu bakso tetelan langganan, dia cerita kalau <a href=\"https:\/\/glints.com\/id\/lowongan\/profesi-call-center\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pekerjaannya<\/a> bukan sekadar \u201chalo-halo\u201d ramah di telepon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku kerja sambil nahan marah, nahan nangis, bahkan kadang nahan pipis,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya awalnya ketawa, tapi ternyata ini bukan bahan komedi. Ini realitas.<\/span><\/p>\n<h2><b>Makian, SOP, dan Salah Paham Se-Indonesia Raya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Call center itu seperti tempat pembuangan akhir emosi pelanggan. Sinyal lenyap, kuota mendadak habis, tagihan melonjak, bahkan kekecewaan hidup yang tidak ada hubungannya sama sekali\u2014semuanya tumpah di telinga agent.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, agent hanya penyambung lidah. Eksekusi ada di tim lapangan atau divisi lain. Tapi di mata pelanggan, agent adalah perusahaan itu sendiri.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBilang aja perusahaan kalian malas. Masa masalah kayak gitu harus nunggu tiga hari?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni prosedur, Pak. Sesuai SOP\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNgeles aja kamu! Dasar tukang bohong!\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lisa bilang, itu termasuk yang masih \u201chalus\u201d. Sisanya? Lebih pedas dari sambal terasi yang dimakan pakai cabe rawit mentah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Agent call center: gaji nggak banyak, ganti rugi dari kantong sendiri<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ada pelanggan yang salah langganan paket atau lupa mematikan layanan berbayar, tagihannya tentu membengkak. Lalu komplain. Dan kadang meminta ganti rugi. Bukan dari perusahaan, tapi dari kantong pribadi: agent diminta \u201cganti rugi\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cGaji sebulan aja pas-pasan buat kos, makan, bensin, dan kirim ke kampung. Masih harus keluar uang buat nutupin tagihan pelanggan yang nggak baca syarat dan ketentuan,\u201d kata Lisa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau hidup ini ujian kesabaran, agent call center itu pesertanya. Dan sayangnya, hadiahnya bukan emas 10 gram, tapi SP kalau rating pelayanan jeblok.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pelecehan berkedok komplain<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian ini bikin saya geram. Ada saja penelepon yang menelepon bukan untuk tanya promo atau komplain layanan, tapi melakukan hal tak senonoh sambil bicara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lisa pernah mengalami, awalnya mengira penelepon itu sesekali terengah karena sinyal jelek. Tapi makin lama, kok desahannya makin intens. Langsung end call dan lapor. Sayangnya, kejadian ini bukan kejadian yang langka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jam kerja call center 24 jam. Malam memang rawan, tapi justru pagi dan siang lebih sering karena agent perempuan lebih banyak di jam ini. Sampai sini saya cuma bisa bengong. Kok bisa ada manusia yang menjadikan layanan pelanggan sebagai layanan hiburan pribadi?<\/span><\/p>\n<h2><b>Agent call center: tameng sekaligus tumbal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lisa menutup ceritanya dengan satu kalimat yang membekas:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami ini garda terdepan, tapi juga garda terbelakang. Di depan, kami jadi tameng perusahaan. Di belakang, kami sering jadi tumbal kebijakan yang nggak masuk akal.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan benar saja, selama ini kita sering memaki orang yang salah. Kita mengira agent call center adalah otak di balik kebijakan perusahaan, padahal mereka cuma juru bicara yang kebetulan suaranya terdengar paling jelas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Besok kalau nelpon, ingat ini<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Besok atau lusa kalau nelpon call center, entah karena kuota hilang atau tagihan nyeleneh, ingatlah: di balik suara ramah itu ada orang yang juga punya batas sabar, punya cicilan, dan ingin hidup dengan layak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mau marah, marahlah pada kebijakan, bukan pada orang yang cuma membacakannya. Dan mungkin\u2014siapa tahu\u2014satu-satunya hal yang lebih lelah dari sinyal provider adalah mental agent call center itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Budi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/fresh-graduate-pikir-lagi-sebelum-kerja-jadi-operator-call-center\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengalaman Suram Fresh Graduate Kerja Jadi Operator Call Center yang Punya Banyak Sisi Gelap\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau nelpon call center, entah karena alasan apa-apa, ingatlah: di balik suara ramah itu ada orang yang juga punya batas sabar,<\/p>\n","protected":false},"author":1041,"featured_media":352434,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[29448,10536,29449,29450],"class_list":["post-352366","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-agen-call-center","tag-call-center","tag-lowongan-call-center","tag-sisi-gelap-call-center"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/352366","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1041"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=352366"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/352366\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/352434"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=352366"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=352366"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=352366"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}