{"id":352332,"date":"2025-08-12T12:09:10","date_gmt":"2025-08-12T05:09:10","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=352332"},"modified":"2025-08-12T12:09:10","modified_gmt":"2025-08-12T05:09:10","slug":"curahan-hati-mantri-tani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/curahan-hati-mantri-tani\/","title":{"rendered":"Curahan Hati Mantri Tani, Dicari Saat Bantuan Tiba, Dicaci Tatkala Gagal Panen Melanda"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau ada bantuan cair saja kita dikejar-kejar, tapi kalau gagal panen melanda kita mas yang dicaci maki\u201d, begitulah curahan hati Pak Broto, mantri tani alias penyuluh pertanian yang sudah mengabdi 20 tahun lamanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konon katanya, negeri kita Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang pertaniannya gemah ripah loh jinawi. Makanya peran mantri tani sangat penting untuk mendukung cita-cita swasembada pangan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Di balik cita-cita yang ambisius itu, terdengar lirih nasib mantri tani yang keberadaannya seakan antara ada dan tiada. Kok bisa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang lebih enam tahun saya berinteraksi dengan mantri tani. Nggak sedikit dari mereka yang menceritakan pahit getirnya menjadi seorang pejuang dunia pertanian yang nggak kena spotlight.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mantri tani bukannya urus petani malah banyak administrasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApalagi kalau menjelang pemilu, Mas, rasanya kita cuma jadi alat politik. Banyak caleg yang nurunin bantuan ke petani syaratnya setor dukungan ngasih KTP petani, kan kurang ajar\u201d, makin ngegas saja Pak Broto menceritakan kisah hidupnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tugas utama mantri tani di bawah Kementerian Pertanian atau Dinas Pertanian pastinya adalah membina petani atau kelompok tani di suatu wilayah biar berkembang ekonominya. Selain itu, juga meningkatkan produktivitas hasil panennya. Jadi, mereka harus banyak turun ke kelompok tani, memantau tanaman di sawah atau kebun, dan mengadakan penyuluhan pertanian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, nyatanya nggak cukup itu. Tugas-tugas administratif yang memberatkan dan menyita waktu serta tenaga juga nggak luput harus dituntaskan, kalau nggak kena semprot kelompok tani atau kepala dinas. Belum lagi harus buat programa penyuluhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTerutama buat proposal-proposal bantuan alsintan atau pupuk poktan. Kalau terlambat, kena amuk poktan kita, Mas. Kalau nggak diambil kena marah atasan,\u201d sesekali sambil meneguk secangkir kopi arabica di ruang tamu BPP.<\/span><\/p>\n<h2><b>Eksistensinya sempat terancam Bakomsus Pertanian<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di awal pemerintahan presiden Prabowo Subianto sempat santer terdengar perekrutan Bintara Kompetensi Khusus Pertanian <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/edu\/read\/2024\/11\/11\/204158571\/penjelasan-apa-itu-bakomsus-polri-pangkat-yang-diperoleh-dan-durasi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">(Bakomsus)<\/a> di bawah Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) untuk mendukung cita-cita swasembada pangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabar ini sempat membuat risau para mantri tani, apalagi masih banyak mantri di pedesaan yang masih honorer dengan pendapatan yang nggak seberapa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDaripada buat ngangkat gitu-gituan, kenapa nggak ngangkat kita-kita yang honorer aja? Kurang jelas gimana lagi kerja kita buat pertanian?\u201d Seloroh Bu Mirda, mantri tani yang sudah 6 tahun mengabdi tapi masih menjadi honorer dengan gaji mendekati UMR Jawa Tengah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal kalau pemerintah serius dengan pangan, kenapa nggak ningkatin keterampilan dan pengetahuan para mantri tani saja? Kenapa harus buat Bakomsus atau apa pun sejenisnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau seperti ini sama saja mengingkari kinerja mantri yang setiap hari mengakar dengan petani. Idealnya mantri tani seperti bidan desa. Jadi setiap desa harus ada mantri yang membina dan mengawasi para petani kalau mau sektor pertanian diperhatikan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jadi tumbal asuransi pertanian<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTerutama asuransi-asuransi pemerintah itu, Mas. Katanya biar klaim petani cair harus ada tanda tangan mantri tani. Giliran sudah ditandatangani eh malah nggak ada kabar, kita yang dianggap nilep duitnya, Mas.\u201d Nggak berhenti di situ saja, Pak Broto juga bercerita pernah rumahnya didatangi kelompok tani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi kalau petani banyak yang gagal panen, peran mantri tani seakan diragukan kinerjanya. Petani juga nggak henti-hentinya mencaci maki mereka tani karena dinilai nggak ada gunanya. Sudah gitu dibuat tumbal lagi sama pihak asuransi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal kalau mau jujur dan terus terang ke petani, pasti petani juga bakal menerima. Nggak usah tipu-menipu, seolah menumbalkan mantri tani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di balik dengung swasembada pangan, food estate yang digembor-gemborkan Menteri Pertanian, ada pihak yang namanya jarang disebut, tapi kontribusi buat kemajuan pertanian Indonesia besar yaitu mantri tani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak melebih-lebihkan, memang begitulah adanya, toh saya sendiri juga bukan mantri tani. Kalau memang negara peduli dengan sektor pertanian, jangan ragu buat menyejahterakan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fokus saja dengan yang ada, jangan latah dikit-dikit buat lembaga baru pertanian, bukannya pertanian maju malah menghabiskan anggaran saja. Hidup Mantri Tani!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Dodik Suprayogi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/susahnya-jadi-petani-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Susahnya Jadi Petani di Indonesia: Refleksi dari Seorang Sarjana Pertanian yang Kini Jadi Petani Muda<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di balik dengung swasembada pangan, ada pihak yang namanya jarang disebut, tapi kontribusinya besar yaitu mantri tani.<\/p>\n","protected":false},"author":2731,"featured_media":352409,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[29442,29441,8587,695,29443],"class_list":["post-352332","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-bakomsus","tag-mantri-tani","tag-menteri-pertanian","tag-petani","tag-swasembada-pangan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/352332","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2731"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=352332"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/352332\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/352409"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=352332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=352332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=352332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}