{"id":352253,"date":"2025-08-16T15:07:03","date_gmt":"2025-08-16T08:07:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=352253"},"modified":"2025-08-16T15:07:03","modified_gmt":"2025-08-16T08:07:03","slug":"4-kelakuan-pembeli-yang-bikin-tukang-sayur-keliling-tobat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-kelakuan-pembeli-yang-bikin-tukang-sayur-keliling-tobat\/","title":{"rendered":"4 Kelakuan Pembeli yang Bikin Tukang Sayur Keliling Ingin Ganti Kerjaan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada satupun pekerjaan yang nggak menantang di dunia ini. Bahkan, pekerjaan seperti tukang sayur keliling pun menghadap banyak tantangan sehari-hari. Dari luar, pekerjaan mereka tampak gampang. Namun, di balik itu, mereka ternyata harus berhadapan dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-tipe-pelanggan-laundry-dari-manusia-normal-hingga-manusia-kurang-ajar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pelanggan yang bikin ngelus dada<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak sedikit pembeli yang semaunya sendiri. Kadang, tukang sayur tidak bisa berkutik karena ada ungkapan \u201cpembeli adalah raja\u201d. Namun, lama-lama dongkol juga kalau dipendam terus. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka bisa merugi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di bawah ini beberapa kelakukan pembeli yang bikin tukang sayur keliling ngelus dada, tapi nggak disadari oleh pembeli<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Pegang-pegang sayur, tapi nggak jadi beli<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelakuan pertama yang bikin jengkel adalah pembeli yang pegang-pegang sayur, tapi akhirnya tidak membeli. Mereka hanya nanya-nanya harga aja. Kadang ada yang sampai sayurannya dicubit-cubit buat memastikan apakah sayurnya segar atau nggak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelakuan seperti ini\u00a0 bisa bikin gereget penjual sayur keliling. Sebab, sayur yang sering dipegang-pegang biasanya lebih cepat layu. Hal ini bisa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/strategi-tukang-sayur-keliling-agar-tidak-rugi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">merugikan penjual<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Pembeli yang suka membandingkan-bandingkan dengan tukang sayur sebelah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membandingkan penjual satu dengan penjual lain terdengar wajar bagi pembeli. Namun, hal ini ternyata bisa jengkel penjual tukang sayur keliling lho. Apalagi kalau pembangingnya mulai tidak masuk akal, sayur-sayuran yang dijual di supermarket misal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kalian terheran-heran dan berkomentar, \u201cMemangnya ada pembeli yang seperti itu?\u201d Kenyataannya ada dan banyak. Para pembeli kadang tidak menyadari, tukang sayur keliling juga perlu bensin untuk berkeliling sehingga harga dagangannya bisa sedikit lebih mahal dari pada toko sayur. Pembeli juga kadang nggak sadar bahwa kualitas sayuran yang dijual di supermarket memang beda sejak awal.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Menawar barang dagangan tukang sayur keliling terlalu rendah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang terlalu sering dilakukan pembeli adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tawar-menawar-di-pasar-dan-ibu-ibu-yang-tega-memasang-harga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menawar dengan harga rendah<\/a>. Mereka juga sering membulatkan harga seenaknya sendiri. Misal, harganya Rp7.500, tapi pembeli membulatkannya dengan harga Rp7.000.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trik yang dipakai biasanya menggunakan uang pas dan langsung melengos begitu saja setelah membayar ke tukang sayur. Trik seperti ini sering dilakukan oleh orang-orang yang biasanya sudah langganan lama. Kelakuan lainnya yang lebih parah, pembeli yang suka membeli sayuran dalam jumlah sedikit. Misal, ada buncis yang sudah diplastik. Pembeli biasanya menawar dengan meminta buncis setengahnya saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Ghibah terlalu lama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelakuan terakhir yang bikin muak pedagang sayur keliling adalah menjadikan tempat ngetem pedagang sayur buat <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/gaya-hidup\/20230905103157-284-994866\/tak-sekadar-ngomongin-orang-apa-arti-ghibah-dalam-islam\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ghibah<\/a>. Pembeli seringkali berkumpul dan membahas orang di sini. Entah menceritakan kelakuannya ataupun hal-hal unik yang terjadi di desanya. Kegiatan seperti ini menghambat sayur keliling untuk segera bergegas meninggalkan tempat menuju tempat selanjutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah 4 kelakuan yang bikin pedagang sayur jengkel. Mereka keliling menggunakan tenaga dan modalnya sendiri tapi pembeli banyak yang ngeyel dan semaunya sendiri. Namun, begitulah dinamika yang terjadi dalam kehidupan sosial. Kalau nggak ada mereka hari-hari tukang sayur keliling nggak akan berwarna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Wulan Maulina<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-dosa-penjual-tahu-tek-surabaya-yang-sulit-dimaafkan-pembeli\/\"><b><i>3 Dosa Penjual Tahu Tek Surabaya yang Bikin Pelanggan seperti Saya Mikir Dua Kali Sebelum Jajan.\u00a0<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jadi tukang sayur keliling ternyata banyak tantangannya. Mulai dari dibanding-bandingkan hingga kerap ditawar terlalu rendah.<\/p>\n","protected":false},"author":2312,"featured_media":353010,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[4503,621,19256,5816,19637],"class_list":["post-352253","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-belanja","tag-ibu-ibu","tag-sayur","tag-tukang-sayur","tag-tukang-sayur-keliling"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/352253","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2312"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=352253"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/352253\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/353010"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=352253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=352253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=352253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}