{"id":352146,"date":"2025-08-11T10:39:03","date_gmt":"2025-08-11T03:39:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=352146"},"modified":"2025-08-11T10:39:03","modified_gmt":"2025-08-11T03:39:03","slug":"sisi-gelap-kerja-fnb-owner-bengis-caci-maki-dinormalisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-kerja-fnb-owner-bengis-caci-maki-dinormalisasi\/","title":{"rendered":"Sisi Gelap Bekerja di FnB Tangerang: Gaji di Bawah Standar, Owner Bengis, Caci Maki Dinormalisasi, hingga Mental yang Hancur"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bekerja di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kerja-part-time-di-restoran-itu-berat-mahasiswa-coba-pikir-lagi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">resto Food and Beverage<\/a> (FnB) butuh profesionalitas yang tinggi agar menu makanan yang disajikan sesuai pesanan. Namun, di balik lezatnya citra rasa makanan, terdapat fenomena yang tidak asing bagi karyawan yakni, cacian dan makian dari owner maupun senior.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak FnB yang menuntut karyawan untuk sempurna dalam segala hal. Baik dalam pelayanan sampai kebersihan. Jika ada saja yang kurang, bersiaplah mulut seorang owner menyemburkan amarah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, tidak semua owner FnB itu keras dalam menegur kesalahan karyawan. Namun, sudah menjadi rahasia umum bekerja di dunia FnB, harus kuat mental.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Mendapat owner FnB yang bengis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada cerita yang menarik sekaligus memilukan dari mantan karyawan resto FnB yang bernama Rizal. Dia bekerja di resto yang berada di daerah <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabupaten_Tangerang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kabupaten Tangerang<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rizal sudah bekerja selama 5 bulan. Selama itu pula, banyak pengalaman memilukan yang dia rasakan. Saat masuk kerja pada November 2024, sikap owner baik-baik saja. Mungkin karena masih karyawan baru. Rizal proses onboarding terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring berjalannya waktu, sikap owner FnB itu berubah menjadi bengis dan gampang marah. Rizal bingung, mengapa owner sikapnya berubah drastis? Semakin bingung dan Rizal introspeksi diri sambil mengikuti arahan owner.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Celakanya, setiap ada kesalahan, bahkan yang paling kecil, owner langsung mencaci maki Rizal. Salah satunya ketika dia sedang membakar ikan nila, tiba-tiba datang owner menghampiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat ikan nila yang dibakar Rizal kurang sesuai, si owner pun langsung memanggil chef untuk melihat hasil bakar itu. Si chef sudah bilang kalau bakaran Rizal sudah sesuai standar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, si owner FnB tetap ngotot kalau ikan nila tersebut harus segera diganti sambil marah-marah. Rizal pun segera menggantinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Selalu salah di mata owner FnB<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu waktu, istri si owner FnB menyuruh Rizal untuk pindah ke bagian dapur. Rizal menurut saja karena si istri ikut mengelola resto tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, si owner memperhatikan. Dia bertanya dengan nada tinggi: &#8220;Lu, gue perhatiin kerjanya di dapur terus. Sekali-kali lu keluar. Lu malu ketemu orang-orang hah? Kenapa diem lu, mau nangis lu?&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rizal hanya bisa diam dan tidak berani menjawab. Dia bingung dan serba salah. Setelah mendapat makian dari si owner, Rizal pergi ke kamar mandi. Dia menangis sambil membatin, &#8220;Mengapa saya diperlakukan seperti ini? Mengapa saya selalu salah di mata owner?&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya ada lagi beberapa cerita perlakuan toxic sang owner FnB kepadanya. Namun, saya hanya menulis sebagian saja karena alasan tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rizal sendiri tidak bisa berbuat banyak. Dia tetap bekerja seperti biasa sadar ada keluarga yang harus dia bantu, terutama ibunya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu dan bapaknya sudah berpisah setahun yang lalu dan bapaknya jarang memberi nafkah. Dia merasa memiliki tanggung jawab sebagai anak pertama untuk menggantikan peran bapaknya. Ibunya adalah ibu rumah tangga biasa. Hidup sederhana dan hanya mengurus anak-anaknya di rumah.<\/span><\/p>\n<h2><b>\u201cMau gimana lagi?\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rizal berasal dari keluarga dengan 5 bersaudara. Saudaranya yang lain ada yang sudah berumah tangga dan ada yang masih menganggur. Adik bungsunya masih SD. Setiap satu minggu sekali, Rizal mengirimkan uang untuk ibu dan adik-adiknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlahnya tidak seberapa karena gaji Rizal di FnB itu jauh di bawah <a href=\"https:\/\/www.tangerangkota.go.id\/berita\/detail\/48255\/resmi-ditetapkan-umk-kota-tangerang-tahun-2025-naik-6-5-persen-menjadi-rp5-069-708#:~:text=Resmi%20Ditetapkan%2C%20UMK%20Kota%20Tangerang,5%20Persen%20Menjadi%20Rp5.069.708\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UMK Tangerang<\/a> sebesar Rp5 juta. Rizal hanya menerima Rp2,8 juta per bulan. Jam kerja 12 jam dan dapat jatah libur hanya sekali dalam seminggu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan upah rendah, jam kerja melebihi batas, dan owner FnB yang toxic, Rizal tetap menjalani pekerjaan itu. Dia juga sadar kalau mendapatkan pekerjaan di zaman sekarang itu susah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman kerjanya sendiri sering memuji Rizal yang tahan dengan tingkah owner. Maklum, mayoritas orang yang bekerja di FnB tersebut, paling kuat cuma bertahan 1 atau 2 bulan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, karyawan angkringan sebelah resto tempatnya bekerja bilang, &#8220;Lu hebat! Bisa tahan kerja di situ. Resto tempat lu kerja, sering keluar masuk karyawan. Karena nggak pada betah kerja di situ. Bosnya toxic.&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rizal hanya bisa tersenyum sambil berkata &#8220;Ya, mau gimana lagi. Jalani aja! &#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Ingin resign dari FnB yang toxic<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tibalah bulan Ramadan ketika resto selalu penuh jelang buka puasa. Rizal bersama rekan-rekannya harus bekerja ekstra karena banyaknya tamu yang datang. Rizal terkadang bekerja di dapur dan terkadang melayani tamu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali waktu, owner datang marah-marah sambil nunjuk jari. Dia minta agar masakan itu disiapkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena kondisi badan capek dan penuh emosi, Rizal spontan berkata &#8220;Sabar coba. Ini lagi dimasak dulu belum matang.&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Owner hanya bisa terdiam mendengar perkataan Rizal. Tidak seperti biasanya merespons dengan amarah. Mungkin dia juga memaklumi karena saking capeknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah resto tutup, Rizal segera bergegas pulang ke mess FnB. Dia lalu menelepon ibunya dan bercerita tentang keadaannya di tempat kerja. Bahkan dia berencana untuk resign karena sudah muak. Ibunya menyerahkan keputusan itu sepenuhnya kepada Rizal.<\/span><\/p>\n<h2><b>Akhirnya memutuskan untuk resign<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjelang hari raya, owner FnB itu memberikan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/resign-setelah-dapat-thr-siasat-karyawan-memaksimalkan-hak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">THR<\/a> kepada Rizal dan rekan-rekannya. Namun ada yang berbeda dengan THR yang diberikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rizal dipanggil oleh istri owner ke dapur. Dia berkata &#8220;Rizal, ini THR kamu beda dari karyawan yang lain. Kamu sama saya dikasih lebih. Kamu jangan bilang-bilang ya. &#8221; Rizal menjawab &#8220;Iya siap.&#8221; Rizal pun penasaran, ia mencoba bertanya ke rekan kerjanya perihal uang THR.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata benar uang THR-nya berbeda dengan rekan-rekannya. Istri si owner memperhatikan bahwa kinerja Rizal baik sehingga THR-nya lebih besar dari karyawan lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menerima uang THR, Rizal segera bersiap untuk merayakan Lebaran di kampung bersama keluarga. Dia meminta izin ke istri si owner FnB untuk cuti selama 3 hari setelah libur Lebaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah sampai di rumah, Rizal istirahat sejenak lalu memberikan sejumlah uang THR serta bingkisan dari istri si owner kepada ibunya\u00a0 ibunya senang melihat Rizal pulang dengan selamat dan bisa berkumpul kembali. Rizal menceritakan kembali tentang pengalamannya bekerja di FnB itu kepada ibunya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia bingung antara lanjut atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ide-usaha-setelah-resign-yang-modal-dikit-cuan-menarik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">resign<\/a>. Rizal sudah tidak kuat menerima perlakuan owner terhadapnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah libur Lebaran dan cuti 3 hari, dia malah semakin gelisah. Rizal bingung berangkat kerja lagi atau tidak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perasaannya berkecamuk karena masih terbayang-bayang cacian dan makian sang owner. Dia sering kesal sendiri jika mengingat hal itu. Dia merasa punya dendam, namun Ia masih punya iman untuk mencegahnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah berpikir panjang, Rizal memutuskan untuk tidak berangkat kerja lagi ke Tangerang. Dia ingin memperbaiki mentalnya yang hancur selama bekerja di FnB itu, sambil mencari pekerjaan lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Abu Alfarizi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suka-duka-bekerja-di-restoran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Suka Duka Bekerja di Restoran<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bekerja di resto Food and Beverage (FnB) butuh profesionalitas yang tinggi agar menu makanan yang disajikan sesuai pesanan. Namun, di balik lezatnya citra rasa makanan, terdapat fenomena yang tidak asing bagi karyawan yakni, cacian dan makian dari owner maupun senior.\u00a0 Banyak FnB yang menuntut karyawan untuk sempurna dalam segala hal. Baik dalam pelayanan sampai kebersihan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3057,"featured_media":352273,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[29420,1979,22467,29421,24317,16963,29422],"class_list":["post-352146","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-fnb","tag-gaji","tag-kabupaten-tangerang","tag-karyawan-resto","tag-karyawan-restoran","tag-tangerang","tag-umk-tangerang"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/352146","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3057"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=352146"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/352146\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/352273"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=352146"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=352146"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=352146"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}