{"id":352096,"date":"2025-08-09T10:24:04","date_gmt":"2025-08-09T03:24:04","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=352096"},"modified":"2025-08-09T10:24:04","modified_gmt":"2025-08-09T03:24:04","slug":"sri-mulyani-menteri-yang-nggak-paham-nasib-guru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sri-mulyani-menteri-yang-nggak-paham-nasib-guru\/","title":{"rendered":"Dear Sri Mulyani, Ini Bukan Hanya Soal Gaji Guru yang Kecil, tapi Juga Soal Hak Kesejahteraan dan Kewajiban Negara yang Harus Dipenuhi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamis (7\/8\/2025), saya menyelingi hari dengan membuka Instagram. Niat hati sih menelusuri layar untuk mencari\u00a0 tren baru. Tetapi, saya justru disuguhi isu baru soal gaji guru. Kali ini datang dari seorang Menteri Keuangan Indonesia, namanya Sri Mulyani.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya memperoleh video reels dari akun resmi <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/DNDZW0nz1rC\/?igsh=d242MXF4eTM3Z29z\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Instagram Narasi Newsroom<\/a>, dengan judul \u201cGaji Guru &amp; Dosen Kecil, Sri Mulyani: Semuanya harus Negara yang Tanggung?\u201d Wah, dari judulnya saja sudah cukup menohok. Apalagi bagi saya yang dekat dengan dunia pendidikan. Kecewa? Pasti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada postingan video reels itu, secara jelas terekam Sri Mulyani mengatakan, \u201cOh, menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya nggak besar. Ini juga salah satu tantangan bagi keuangan negara. Apakah semuanya harus keuangan negara? Ataukah ada partisipasi dari masyarakat?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sangat menyayangkan pernyataan ini, sih. Kok bisa-bisanya, <a href=\"https:\/\/www.suara.com\/news\/2025\/08\/08\/230912\/gaji-guru-dari-iuran-publik-wacana-sri-mulyani-cederai-amanat-konstitusi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ungkapan konyol<\/a> seperti ini keluar dari seorang menteri perempuan yang dulu sangat saya kagumi?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Informasi saja ya, saya sebetulnya sangat mengagumi beliau dengan hormat sebagai seorang perempuan. Tetapi, melihat berita kemarin rasanya agak sedih dan kecewa. Sedih sebagai calon pendidik, kecewa sebagai penggemar beliau.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Hak kesejahteraan guru jadi kewajiban negara Sri Mulyani harusnya tahu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan Sri Mulyani, justru ikut menormalisasi pernyataan, \u201cJadi guru itu tidak dihargai karena gajinya kecil.\u201d Padahal nih ya, menghargai guru itu nggak cuma sebatas nominal gaji saja. Pemenuhan hak juga jadi salah satu cara terbaik menghargai mereka dalam menjalankan kewajibannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, pernyataan itu mengesampingkan fakta lain soal hak dan kewajiban antara guru dengan negara. Sederhananya begini, negara memiliki hak menyediakan akses pendidikan yang ditunjang oleh kehadiran guru. Hingga akhirnya, negara harus menjalankan kewajibannya untuk memenuhi hak-hak guru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Janji hak-hak yang harus dipenuhi negara juga tertulis jelas dalam UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Salah satunya, dalam pasal 14 ayat (1) huruf a, menyinggung soal hak guru yang semestinya memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan menjamin kesejahteraan sosial.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harusnya ini jadi bahan introspeksi negara, ya. Apalagi ditambah Sri Mulyani saja sudah mengakui dengan jelas bahwa gaji guru dan dosen itu kecil. Jadi, apakah sudah terpenuhi hak guru dalam kesejahteraannya?\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Gaji dan keresahan kesejahteraan guru di Indonesia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada ungkapan \u201cHidup itu butuh uang.\u201d Bagi guru juga pasti demikian. Nah, yang disampaikan Sri Mulyani, sebenarnya menunjukkan taraf kesejahteraan guru secara tidak langsung. Alias masih banyak yang diambang kenestapaan. Mau bukti?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba Sri Mulyani lihat ini, data dari databoks.katadata.co.id menyebutkan bahwa rata-rata gaji guru di Indonesia itu Rp2.4 juta. Masih berbanding jauh dengan Malaysia dengan rata-rata Rp5.54 juta, Filipina dengan Rp6.97 juta, Thailand dengan Rp9.52 juta, dan Singapura dengan Rp11.93 juta. Lumayan juga ya, perbandingannya kalau dilihat begini. Jadi makin ketara kesenjangannya, ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari angka-angka tersebut semakin membuat saya bertanya-tanya. Apakah menjanjikan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gaji-guru-25-juta-per-bulan-itu-masuk-akal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menjadi seorang pengajar<\/a> di Indonesia?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ini soal pengabdian, ya jelas uang tidak masuk hitungan. Tetapi, bagi yang hanya menggantungkan ekonomi di dunia pendidikan, mau hidup pakai apa? Dengan penghasilan yang cukup atau kadang pas-pasan itu harus bergelut dengan harga kebutuhan yang semakin melambung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seharusnya Sri Mulyani sadar, bahwa kadar kesejahteraan guru jadi pertimbangan yang utama. Lha, di undang-undang saja masuk di ayat pertama huruf pertama. Artinya, hak kesejahteraan ini punya urgensi yang penting kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah fakta yang justru dikesampingkan dari fokus pernyataan gaji guru kecil. Ada dampak terhadap kesejahteraan guru yang harus diperhatikan. Saya akan sepakat jika mengatakan guru sebagai tempat pengabdian dan bukan pekerjaan yang menjanjikan. Ya, mungkin inilah yang dinamakan \u201cPahlawan tanpa tanda jasa\u201d?\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Adakah partisipasi masyarakat dalam kesejahteraan guru?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kembali lagi dengan konsep hak dan kewajiban antara guru dengan negara. Lalu mengingat pertanyaan Sri Mulyani, \u201cApakah semuanya harus keuangan negara? Ataukah ada partisipasi dari masyarakat?\u201d Saya agak bingung ya dengan pertanyaan beliau ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, sebenarnya janji pemenuhan hak kesejahteraan guru seharusnya ditanggung siapa? Bukankah sudah semestinya jadi tanggungan keuangan negara yang bersumber dari pajak masyarakat juga, ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga negara yang baik, kita semua sepertinya sudah tahu deh sumber APBN untuk menggaji guru itu dari mana. Dari dana APBN ada sumbangsi dari ketaatan warga Indonesia. Iya, betul sekali, tidak lain dari pajak kita bersama. Uang dari masyarakat yang dikelola oleh negara dan sudah semestinya disalurkan kembali kepada masyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat tentu akan dengan sangat senang hati berpartisipasi membangun negara. Itu juga sebagian kewajiban dari menjadi warga negara Indonesia. Tetapi, negara juga berkewajiban memberikan hak-hak setiap warga negaranya, termasuk guru, gitu Sri Mulyani.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Warganet balik bertanya kepada Sri Mulyani<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kembali mendengarkan baik-baik video reels di akun Narasi Newsroom. Ternyata memang tidak salah dengar dan baca kok soal pertanyaan itu. Lebih menarik lagi melihat respon warganet di kolom komentar. Mereka balik membuat pertanyaan-pertanyaan yang menjawab pertanyaan dari Sri Mulyani.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari akun @nessiejudge melayangkan pertanyaan: \u201cPartisipasi pajak rakyat selama ini kemana memangnya?\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu dari akun @mukhnrsyd_ balik bertanya: \u201cPartisipasi dari masyarakat artinya sama dengan adalah ialah yaitu bukan lain dan bukan maksud PAJAK?\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu lagi dari akun @ademuhyi: \u201cMobil dinas pejabat hampir 1 M apakah harus di tanggung negara?\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya paham betul sih pertanyaan-pertanyaan ini sangat emosional bagi warganet Indonesia. Kamu bisa menyimpulkan sendiri, deh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Andai kata kalau masih ditanya, adakah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rakyat-nggak-bayar-pajak-bukan-karena-nggak-patuh-tapi-karena-hasilnya-nggak-jelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">partisipasi dari masyarakat<\/a>? Bukankah dari sini saja sudah cukup menjawab?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Karisma Nur Fitria<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/berhenti-fafifu-benahi-gaji-guru\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berhenti Fafifu Kurikulum Finlandia, Sebab Akar Masalahnya Adalah Gaji Guru yang Segitu-segitu Saja<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sri Mulyani, seorang Menteri Keuangan, masih bertanya soal kecilnya gaji guru. Menteri kok nggak paham. Aneh.<\/p>\n","protected":false},"author":3024,"featured_media":352097,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[4707,29404,8646,29403,5430],"class_list":["post-352096","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-gaji-guru","tag-gaji-guru-kecil","tag-kesejahteraan-guru","tag-kontroversi-sri-mulyani","tag-sri-mulyani"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/352096","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3024"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=352096"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/352096\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/352097"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=352096"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=352096"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=352096"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}