{"id":35016,"date":"2020-04-09T17:57:33","date_gmt":"2020-04-09T10:57:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=35016"},"modified":"2025-10-01T15:44:24","modified_gmt":"2025-10-01T08:44:24","slug":"3-kesamaan-lagu-aisyah-istri-rasulullah-dengan-lagu-captain-tsubasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-kesamaan-lagu-aisyah-istri-rasulullah-dengan-lagu-captain-tsubasa\/","title":{"rendered":"3 Kesamaan Lagu &#8216;Aisyah Istri Rasulullah&#8217; dengan Lagu &#8216;Captain Tsubasa&#8217;"},"content":{"rendered":"<p>Bukan Billie Eilish, bukan pula Maroon 5. Yang tengah populer di tangga musik YouTube Indonesia justru lagu ikonik nan kontroversial berjudul \u201cAisyah Istri Rasulullah\u201d.<\/p>\n<p>Esty Dyah Imaniar sudah mempersoalkan tentang apa-apa yang luput dari lagu \u201cAisyah Istri Rasulullah\u201d dalam tulisannya di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esd\/esai\/yang-tidak-dinyanyikan-dalam-lagu-aisyah-istri-rasulullah\/\">Mojok<\/a>. Esty mempertanyakan betapa dangkalnya lirik lagu tersebut yang membahas Sayyidah Aisyah dalam soal romantis-romantis saja, padahal beliau punya banyak keistimewaan yang lebih layak dikemukakan. Misalkan fakta bahwa beliau adalah salah seorang perempuan tercerdas yang pernah ada dalam sejarah. Beliau juga gagah berani. Bahkan beliau pernah memimpin peperangan dengan menunggangi unta.<\/p>\n<p>Perdebatan itu tiada habisnya. Pihak yang pro menganggap lagu itu justru menjadi semacam pengantar agar orang-orang mau lebih mengenal profil istri Nabi. Sementara pihak yang kontra tidak terima istri Nabi digambarkan seremeh dan sedangkal itu. Apalagi pihak yang berkeyakinan musik itu haram, makin geramlah dengan eksistensi lagu itu.<\/p>\n<p>Di musim pandemi corona begini, saya berusaha menjaga emosi supaya imun saya tetap kuat. Oleh sebab itu, saya nggak mau ikut-ikutan dalam perdebatan soal lagu \u201cAisyah Istri Rasulullah\u201d. Saya pengin bahas lagu tersebut dari sisi yang saya rasa belum ada yang mengulasnya. Tahukah kamu, ternyata lagu \u201cAisyah Istri Rasulullah\u201d memiliki kesamaan dengan lagu <em>opening<\/em> Captain Tsubasa versi Indonesia.<\/p>\n<p>Seperti resep membuat <em>dalgona coffee<\/em> dan cara mengenakan masker yang tepat, fakta soal kesamaan antara dua lagu tersebut adalah sesuatu yang tak boleh kita lewatkan. Sebab, jika kita melewatkannya, kita terancam masuk golongan orang-orang yang merugi.<\/p>\n<p>Demi rasa cinta kepada Sayyidah Aisyah r.a. istri Rasulullah dan Captain Tsubasa, inilah persamaan dua lagu yang ngetop pada zamannya masing-masing itu.<\/p>\n<h4><strong>#1 Sama-sama menggambarkan profil seorang tokoh<\/strong><\/h4>\n<p>Lagu \u201cAisyah Istri Rasulullah\u201d <a href=\"https:\/\/www.vice.com\/id\/article\/lagu-aisyah-istri-rasulullah-mencetak-rekor-trending-viral-di-youtube-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">yang dipopulerkan Sabyan Gambus<\/a> hampir seluruhnya berisi deskripsi fisik dan romantisme Aisyah. Lirik awalnya saja berbunyi: <em>Mulia indah cantik berseri\/ Kulit putih bersih merahnya pipimu. <\/em>Nah, tema lagu tersebut mirip banget sama lagu <em>opening<\/em> Captain Tsubasa yang <em>hits<\/em> di tahun 2000-an. Lagu \u201cCaptain Tsubasa\u201d juga berisi penggambaran profil tokoh, dalam hal ini Tsubasa Ozora, si kapten Nankatsu SC.<\/p>\n<p>Bedanya, lagu \u201cCaptain Tsubasa\u201d bukan mengekspos fisik Tsubasa dengan nyebut Tsubasa ganteng, mukanya simetris, dan rambutnya klimis, melainkan fokus pada kehebatan sepak bola Tsubasa. Lagu itu dibuka dengan <em>Ayo lihat semua\/ Kapten kita datang\/ Seluruh penjuru kota\/ Puji kehebatannya.<\/em> Selanjutnya lagu itu bercerita tentang jagonya Tsubasa dalam berlari, menendang, dan mencetak gol.<\/p>\n<p>Dilihat dari sisi ini, lagu \u201cCaptain Tsubasa\u201d terdengar lebih realistis dan ideal. Sebab lagu itu fokus membicarakan keahlian Tsubasa. Tidak ada upaya meromantisasi fisik, sesuatu yang nggak patut-patut amat dibesar-besarkan.<\/p>\n<h4><strong>#2 Sama-sama berisi pujian dan kekaguman<\/strong><\/h4>\n<p>\u201cAisyah Istri Rasulullah\u201d jelas sekali mengobral puja-puji dan kekaguman terhadap sosok Aisyah. Menyebut Aisyah <em>sungguh manis<\/em> hingga <em>romantisnya cintamu<\/em>. Namun, ada yang janggal pada lagu itu. Niat awal menyanjung, eh malah kesandung. Umpamanya di lirik <em>Sungguh manis oh sirah kasih cintamu\/ Bukan persis novel mula benci jadi rindu.<\/em> Saya tidak tahu novel apa yang dimaksud si penggubah lagu. Ia terlalu menggeneralisasi bahwa semua novel selalu memiliki alur cerita \u201cmula benci jadi rindu\u201d. Ia pasti belum baca novel <em>Lelaki Tua dan Laut <\/em>karya Ernest Hemingway atau <em>Orang Asing<\/em> karya Albert Camus. Boro-boro ngomongin \u201cbenci jadi rindu\u201d, dua novel itu membicarakan soal eksistensialisme yang bakal bikin jidat pembacanya mengerut.<\/p>\n<p>Tapi saya berhusnuzan \u201cnovel\u201d yang dimaksud si penggubah lagu adalah Novel Baswedan. Kan Novel Baswedan penyidik KPK yang banyak dibenci orang, tapi pelan-pelan kita merindukan kehadirannya. Apalagi di tengah situasi ketika KPK semakin berjalan miring begini.<\/p>\n<p>Kemudian di lirik <em>Selalu bersama hingga ujung nyawa\/ Kau di samping Rasulullah<\/em> menimbulkan kerancuan. Maksudnya ujung nyawa siapa? Kalau maksudnya Aisyah hidup bersama Nabi sampai akhir hayat Nabi, maka benar. Tapi kalau maksudnya Aisyah hidup bersama Nabi sampai Aisyah wafat, tentu itu merupakan kesalahan sejarah. Atau bisa juga yang dimaksud ujung nyawa si penyanyinya? Ini jelas lebih ngawur. Karena maknanya tidak jelas, \u201cujung nyawa\u201d di dalam lirik tersebut bisa berarti siapa saja.<\/p>\n<p>Sementara \u201cCaptain Tsubasa\u201d\u00a0 lebih imajis dan puitis dalam memberikan pujian kepada Tsubasa. Dan lirik-liriknya juga lebih bisa diterima. Baca saja lirik berikut: <em>Kupu kupu kupu\/ Juga rerumputan\/ Mengumandangkan namanya\/ Ke semua penjuru. <\/em>Dan juga bagian ini: <em>Berlari di tengah lapangan rumput yang hijau\/ Bola di kakinya\/ Bergulir dengan lincah. <\/em>Dengan membaca atau mendengar lirik itu, tanpa kelewat didramatisasi, kita sudah memperoleh gambaran bahwa Tsubasa ini pemain sepak bola yang hebat.<\/p>\n<h4><strong>#3 Sama-sama ada kata \u201clari\u201d dalam liriknya<\/strong><\/h4>\n<p>Ini adalah persamaan terakhir yang menegaskan bahwa persamaan antara dua lagu ini bukan cocoklogi atau kebetulan semata. Di \u201cAisyah Istri Rasulullah\u201d terdapat lirik <em>Dengan baginda kau pernah main lari-lari; <\/em>sedangkan di \u201cCaptain Tsubasa\u201d ada lirik: <em>Lari, lari, lari\/ Tendang dan berlari.<\/em><\/p>\n<p>Melalui dua lagu itu, kita jadi tahu bahwa olahraga favorit Usain Bolt ini punya kedudukan yang penting dan faedah yang sangat melimpah. Lari bisa menjadi simbol romantisme rumah tangga Nabi sekaligus menjadi ciri kehebatan seorang pesepak bola. Asal larinya bukan melarikan diri dari utang atau lari dari kenyataan. Itu sih malah bikin hidup jadi runyam.<\/p>\n<p>Dengan beberapa persamaan di atas, saya curiga penggubah lagu \u201cAisyah Istri Rasulullah\u201d adalah fans Captain Tsubasa semasa kecil. Ia pasti sejenis fans yang kurang belajar soal kesetaraan gender. Lihat saja, ketika menggambarkan perempuan (Aisyah pula, yang merupakan istri Nabi) ia terlihat mengomodifikasi perempuan dengan hanya menyebutkan kelebihan fisik Aisyah. Seharusnya ia belajar kepada penggubah lagu \u201cCaptain Tsubasa\u201d. Sebutin tuh keahlian dan kehebatannya yang lebih substansial, bukan fisiknya doang.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menebak-alasan-orang-yang-pakai-masker-tapi-maskernya-dibuka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Menebak Alasan Orang yang Pakai Masker tapi Maskernya Dibuka<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/erwinsetia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Erwin Setia<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dengan beberapa persamaan di atas, saya curiga penggubah lagu \u201cAisyah Istri Rasulullah\u201d adalah fans Captain Tsubasa semasa kecil.<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":35404,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[2682,1094],"class_list":["post-35016","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-lagu","tag-viral"],"modified_by":"Anggi Thoat Ariyanto","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35016","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35016"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35016\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35404"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35016"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35016"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35016"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}