{"id":349795,"date":"2025-07-28T14:38:31","date_gmt":"2025-07-28T07:38:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=349795"},"modified":"2025-07-29T15:02:43","modified_gmt":"2025-07-29T08:02:43","slug":"4-camilan-semarang-selain-lumpia-jarang-dilirik-padahal-enak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-camilan-semarang-selain-lumpia-jarang-dilirik-padahal-enak\/","title":{"rendered":"4 Camilan Semarang selain Lumpia yang Jarang Dilirik Wisatawan, Sekali Coba Bisa Ketagihan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semarang sudah terlanjur dicap sebagai kota tempat lahirnya lumpia. Itu mengapa, si segala penjuru Kota Atlas, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-lumpia-semarang-yang-bikin-kecewa-wisatawan-jangan-dibeli\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lumpia<\/a> selalu jadi primadona. Padahal, kekayaan kuliner di Semarang nggak sesempit itu. Masih banyak makanan lain yang layak masuk radar wisatawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuliner Semarang sejatinya menyimpan banyak kejutan. Rasa sejumlah jajanan underrated yang jarang dilirik turis berikut nggak kalah nampol dengan sejumlah makanan yang sudah lebih tenar. Malahan, sekali cicip, bisa jadi enggan berhenti.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Gandos, camilan Semarang yang sederhana dan sukses bikin lidah berdansa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau suka kudapan gurih, wajib hukumnya nyobain <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bandos-makanan-jalanan-yang-tak-lekang-oleh-zaman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gandos<\/a> saat di Semarang. Jajanan kaki lima ini benar-benar khas makanan tradisional, mengingatkan penikmatnya pada jajanan ndeso zaman dulu. Bentuknya sederhana, mirip kue pancong tapi lebih tipis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sensasi gurih dari campuran tepung beras dan kelapa sukses membuat siapapun yang menjajal tergila-gila. Uniknya, bagian kulit luar yang kecokelatan dan sedikit ada hints sangit, malah membuat semakin lezat. Ada sensasi garing di luar tapi lembut di dalam. Kalau mau lebih kaya rasa, pembeli bisa minta tambahan gula halus sebagai taburan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Pisang Planet bisa jadi alternatif buat yang sudah bosan sama pisang goreng<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenuh dengan olahan pisang yang gitu-gitu saja? <a href=\"https:\/\/regional.kompas.com\/read\/2022\/06\/21\/190739578\/pisang-plenet-pak-yuli-kuliner-legendaris-khas-semarang-ada-sejak-1970\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pisang Planet<\/a> solusinya. Kuliner Semarang ini pas banget buat pelancong yang menghindari gorengan. Rasanya istimewa karena bahan yang dipakai juga beragam, bukan cuma pisang saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang, pembeli bisa menemukan perpaduan rasa sepat sedikit dari pisang. Lalu, ada sentuhan asam dari selai nanas. Rasa itu terasa begitu cocok dipadukan dengan rasa manis dari gula serta cokelat yang dioleskan. Namun, seiring waktu, topping yang ditawarkan lebih bervariasi. Misalnya saja, keju parut dan kacang. Bisa pula, kombinasi antar berbagai topping sesuai permintaan pembeli.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-camilan-semarang-selain-lumpia-jarang-dilirik-padahal-enak\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: #3 Wedang tahu &#8230;<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>#3 Wedang tahu, minuman Semarang hangat yang cocok disruput saat malam hari<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin banyak yang belum ngeh, Semarang punya harta karun kuliner hangat bernama Wedang Tahu. Minuman ini sudah ada sejak abad ke-19. Katanya, minuman ini salah satu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-makanan-khas-imlek-yang-punya-makna-dan-harapan-baik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kuliner tradisional Tionghoa<\/a> yang dibawa ke tanah Jawa. Boleh dibilang, wedang tahu adalah minuman jadul yang kaya nilai sejarah dan budaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasanya minuman satu ini memang unik kembang tahunya hambar dengan tekstur seperti agar-agar yang bakal langsung lumer di mulut. Namun, rasa hambar tadi justru jadi penyeimbang kuah jahenya yang pedas manis. Saat musim hujan atau hawa dingin menyerang, wedang tahu bisa jadi pilihan pas. Biar nggak minumnya wedang ronde melulu.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Sekali gigit bolang-baling, bakal susah berpaling<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lupakan dulu beli donat kalau ke Semarang. Pasalnya, kota pelabuhan ini punya camilan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-roti-ini-sebaiknya-bertobat-ada-yang-bohong-dan-penuh-jebakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bolang-baling<\/a> yang siap bikin orang susah move on. Sebenarnya, Bolang Baling ini sejenis roti goreng yang bentuknya khas seperti kotak, kadang bisa sedikit lebih panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasanya manis dengan tekstur padat. Makanya, makan satu bolang-baling sudah bisa bikin kenyang. Biasanya, Bolang Baling dijual bebarengan dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-kuliner-solo-yang-bikin-kaget-warga-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cakwe<\/a> dan untir-untir oleh pedagang kaki lima di pinggir jalan. Katanya, orang luar Semarang kerap menyebut camilan ini sebagai kue bantal lantaran wujudnya yang gempal mirip bantal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu tadi segelintir kuliner kaki lima ala Semarang yang mungkin sering luput dari perhatian wisatawan. Bukan karena nggak enak. Namun, eksistensi mereka tertutup glamornya lumpia sehingga menjadikan sederet makanan tersebut seolah tak kasat mata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, sesekali sempatkan blusukan sedikit kalau lagi di Semarang. Siapa sangka, bakal ada kejutan rasa yang bikin lidah susah lupa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Paula Gianita Primasari<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-warlok-menghindari-jajan-di-es-puter-conglik-semarang\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan Orang Semarang seperti Saya Berpikir Dua Kali sebelum Jajan ke Es Puter Conglik yang Legendaris Itu<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada banyak camilan Semarang yang enak. Sayangnya, pamor jajanan kaki lima itu tertutupi oleh lumpia yang sudah terlanjur terkenal. <\/p>\n","protected":false},"author":1777,"featured_media":349840,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[2948,29289,4652],"class_list":["post-349795","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-camilan","tag-camilan-semarang","tag-semarang"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/349795","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=349795"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/349795\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/349840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=349795"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=349795"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=349795"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}