{"id":348814,"date":"2025-07-25T10:46:17","date_gmt":"2025-07-25T03:46:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=348814"},"modified":"2025-07-25T10:46:17","modified_gmt":"2025-07-25T03:46:17","slug":"serba-salah-orang-jawa-yang-lahir-dan-besar-di-sumatra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/serba-salah-orang-jawa-yang-lahir-dan-besar-di-sumatra\/","title":{"rendered":"Serba Salah Orang Jawa yang Lahir dan Besar di Sumatra: Mengaku Jawa Ribet, Mengaku Sumatra Nggak Dipercaya"},"content":{"rendered":"<p><em>Saya adalah orang Jawa yang lahir dan besar di Sumatra. Kalau saya bilang asal saya dari Jawa, urusannya jadi panjang. Tetapi kalau saya bilang dari Sumatra, kebanyakan orang nggak percaya. Rumit!<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat memperkenalkan diri kepada orang baru, ada 2 hal yang jadi sorotan. Apalagi kalau bukan nama dan asal daerah. Ini sudah paket komplet yang tidak terpisahkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba diingat-ingat lagi. Setiap kali masuk ke lingkungan baru, sekolah misalnya. Di masa orientasi pasti kita disuruh perkenalan dengan format \u201csebutkan nama, asal, dan tempat tinggal sekarang\u201d. Begitu terus template-nya dari saya SMA sampai masuk S2.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari huru-hara perkenalan ini, bukan cuma soal nama saya yang bikin urusan makin panjang. Asal atau asli saya juga selalu jadi pertanyaan. Heran.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari setiap ajang perkenalan, pokoknya saya sudah harus siap mental. Siap menjawab pertanyaan dari A sampai Z soal asal atau asli saya. Pasti akan selalu diburu hingga tahu asal daerah atau sukunya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya begini. Ketika memperkenalkan diri \u201cSaya Karisma, asalnya dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kapok-ke-musi-banyuasin-sumatera-selatan-karena-horor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sumatra Selatan<\/a>\u201d. Pasti orang langsung menimpali, \u201cKok nggak ada muka-muka Sumatranya?\u201d. Nah, ini yang bikin kesal. Katanya disuruh memperkenalkan \u201casal\u201d, kok jadi nyimpang ke \u201casli\u201d begini?<\/span><\/p>\n<h2><b>Segitu pentingnya &#8220;asal&#8221; dan &#8220;asli&#8221; bagi orang Indonesia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setahu saya, \u201casal\u201d itu biasanya merujuk ke tempat tinggal. Sedangkan \u201casli\u201d lebih mengarah ke suku atau silsilah asli keluarga. Tetapi pengertian ini sepertinya tidak bisa diterima semua orang. Khususnya ketika orang lain melihat saya. Seperti ada bias yang harus ditemukan jawabannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya adalah orang dengan suku Jawa yang lahir dan besar di Sumatra. Bapak saya asli Jogja, dan Mamak asli <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/salatiga-disebut-kota-tapi-kudus-cuma-kabupaten-kok-bisa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Salatiga<\/a>. Persoalan yang simpel sih sebenarnya. Tetapi cukup untuk membuat saya mengalami krisis identitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika saya mengaku sebagai orang Jawa, selalu akan ditanyakan \u201cJawanya mana?\u201d. Sudah ketebak. Pasti ujung-ujungnya akan jadi panjang lagi. Mau mengaku sebagai orang Sumatra, makin diragukan lagi. Soalnya muka saya Jawa banget!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah lagi pengalaman kurang mengenakkan yang pernah saya alami belum lama ini. Kejadiannya sekitar satu bulan lalu. Saat itu saya baru kembali ke Jogja dari Sumatra. Dari Terminal Jombor ke kos, saya memutuskan untuk memakai jasa GrabCar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selang beberapa saat, drivernya membuka pembicaraan \u201cDari mana, Mbak?\u201d. Ya, saya jawab dong, dari Sumatra. Kebetulan memang saat itu baru pulang mudik. Saya pikir ini basa-basi biasa. Ternyata nggak!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKok nggak ada muka-muka Sumatranya? Kebetulan saya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-padang-itu-belum-tentu-orang-minang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">asli Padang<\/a>. Muka itu nggak bisa bohong, Mbak.\u201d Mendengar kata-kata terakhir si driver bikin saya terjun payung. Ternyata nggak cukup sampai di situ. \u201cSaya lihatin dari tadi, kalau Mbak bilang dari Sumatra, kok warna kulitnya sawo matang. Takutnya ngaku-ngaku, jadi saya tanyain ini tadi.\u201d Pasti kebayang ya situasinya seperti apa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bingung jadinya harus jawab apa. Rasanya, ketika di Jawa ataupun Sumatra, saya tidak berhak mengakui keduanya sebagai asal atau asli saya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Wajar Indonesia jadi negara paling rasis ke-14 di dunia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa bilang Indonesia bukan negara rasis? Ini bukan cuma berdasarkan pengalaman saya. <a href=\"https:\/\/www.liputan6.com\/citizen6\/read\/5094088\/miris-banget-indonesia-negara-rasisme-urutan-ke-14-di-dunia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berdasarkan data<\/a> penyelenggara statistik Index Mundi, Indonesia disebut sebagai negara paling rasis ke-14 di dunia setelah Amerika Serikat. Bayangin saja, dunia lho bukan kabupaten!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya merasa hidup di Indonesia itu kalau jadi pribumi bisa punya banyak privilese dana lebih &#8220;aman&#8221;. Ketika orang tahu asal atau asli saya, pasti pandangan orang jadi berbeda. Seperti ada yang salah dari background saya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkadang saya berpikir. Ini termasuk rasisme bukan, sih? Ternyata setelah saya kumpulkan semua ingatan ini setelah dewasa, iya. Tidak hanya di lingkungan sosial, sekelas lingkungan pendidikan juga sama parahnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Mengaku Jawa sulit, mengaku Sumatra apalagi<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu SMA, saya bersekolah di daerah kabupaten kota. Keluar dari daerah pelosok Sumatra. Bahkan ketika sekolah, saya dan teman-teman yang bukan asli Sumatra disebut sebagai wong Jawo atau orang Jawa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya saya memutuskan untuk kuliah di Jogja. Harapannya ya supaya kembali jadi orang Jawa. Seperti keinginan orang-orang. Eh, ternyata tidak bisa begitu juga. Ketika memperkenalkan diri sebagai orang Jawa yang lahir dan besar di Sumatra, mereka melebeli saya sebagai orang Sumatra.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya, mau di Jawa, mau di Sumatra, saya merasa tetap ada di perantauan. Tidak bisa mengaku sebagai orang asal atau asli keduanya. Susah, ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi merasa serba salah. Bisa nggak sih mengaku jadi \u201corang Indonesia\u201d saja?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Karisma Nur Fitria<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/culture-shock-orang-jawa-yang-merantau-di-tanah-sunda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Culture Shock Orang Jawa yang Merantau di Tanah Sunda, Banyak Orang Ngomong Pakai Dialog ala FTV<\/a>.<\/b><\/p>\n<p><b><\/b><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai orang Jawa yang lahir dan besar di Sumatra, saya mengalami krisis identitas. Tak bisa mengaku orang Jawa atau orang Sumatra.<\/p>\n","protected":false},"author":3024,"featured_media":348834,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[623,2894,13259,13279],"class_list":["post-348814","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jawa","tag-orang-jawa","tag-orang-sumatra","tag-sumatra"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/348814","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3024"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=348814"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/348814\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/348834"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=348814"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=348814"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=348814"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}