{"id":348489,"date":"2025-07-27T14:28:09","date_gmt":"2025-07-27T07:28:09","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=348489"},"modified":"2025-07-27T14:28:09","modified_gmt":"2025-07-27T07:28:09","slug":"bekasi-kota-paling-suram-bagi-masa-depan-anak-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bekasi-kota-paling-suram-bagi-masa-depan-anak-muda\/","title":{"rendered":"Bekasi Mode Malam: Dari Tawuran Jalanan sampai Lingkaran Narkoba, Kota Patriot Menjadi Kota yang Suram bagi Masa Depan Anak Muda"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat masa-masa dulu, saya bersyukur menjadi salah satu orang yang bisa keluar dari lingkaran setan di Bekasi. Saat itu, saya dan teman-teman nggak peduli sama cita-cita tinggi. Pikiran kami mentok di pikiran, \u201cKalau mau hidup yang layak, kita mending jadi polisi atau kasir di supermarket.\u201d Itu saja gambaran masa depan kami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menjadikan perjalanan hidup ini sebagai guru. Khususnya untuk memotivasi saya untuk mencari masa depan yang lebih baik. Saya menulis esai ini sebagai wujud akan cinta yang besar kepada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jatiwaringin-bekasi-daerah-seribu-galian-nggak-tahu-kapan-kelarnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kota kelahiran<\/a> dan mendukung adanya perubahan yang besar bagi kelayakan hidup masyarakat Bekasi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Akar permasalahan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akar permasalahan anak muda di Kota Bekasi memang bervariasi. Mulai dari permasalahan keluarga, pengaruh narkoba di tongkrongan, hingga kurangnya tindak lanjut dari aparat setempatnya. Menurut pengalaman pribadi saya, masalah umum anak muda Bekasi adalah tidak adanya tempat untuk mengekspresikan ide dan pikirannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, saya mempunyai teman tongkrongan malam yang jago futsal. Bahkan dia sampai bisa menjuarai liga dalam tingkatan nasional dan sering dipanggil untuk tarkam dengan bayaran lumayan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi, lama-kelamaan, performanya justru menurun drastis hingga karier futsalnya tamat. Semua karena rutinitas dia ikut kegiatan malam di Bekasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan malam di Kota Bekasi meliputi tawuran antara kelompok, tongkrongan yang berisi remaja sekolah yang terjerumus dalam pergaulan bebas, berkembangnya permainan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/judi-online-di-kalangan-mahasiswa-bukti-mereka-gagal-bernalar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">judi online<\/a>, hingga penggunaan dan peredaran narkotika yang masif. Inilah yang menemani tongkrongan malam hingga menjadi kegiatan rutin bagi kalangan anak muda.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa tawuran begitu digemari anak muda bahkan sampai orang dewasa di Bekasi?<\/span><\/i><\/p>\n<h2><b>Tawuran sudah menjadi keseharian bagi anak muda\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa alasanya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, adanya rasa bangga dengan membawa nama sekolah atau kelompok. Tujuannya supaya dikenal banyak orang dan disegani di tongkrongan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama ikut tawuran, saya mengamati di sana memang ada peraturan tidak tertulis. Jadi, bagi siapa saja, baik individu maupun kelompok yang <a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-7982090\/tawuran-di-bekasi-makan-korban-pemuda-tewas-dibacok-di-kening-perut\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">paling sering tawuran<\/a> di Bekasi, akan mendapatkan nama dan berbagai macam keistimewaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya. Orang yang memegang akun sosmed dari kelompoknya cenderung akan lebih banyak dikenal dan disegani oleh kelompok lainnya. Bahkan pernah ada ujaran bahwa admin media sosial kelompok tawuran pasti memiliki cewek yang banyak dan cantik-cantik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, Media sosial berpengaruh besar dalam kegiatan tawuran di Bekasi ini. Jadi, para pelaku tawuran memiliki nama kelompok sebagai identitas di media sosial. Nama ini juga menjadi sarana untuk mencari lawan sekaligus mencari nama dan penggemar sebesar-sebesarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, Maraknya promosi judi online yang menargetkan akun-akun kelompok tawuran di Bekasi. Ini membuat anak muda yang tidak memiliki pekerjaan semakin nyaman dan sering untuk melakukan kegiatan tawuran. Ya konon karena dibayar oleh perusahaan judi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Rahasia umum dunia malam di Bekasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor-faktor tersebut yang menjadikan tawuran di Bekasi tumbuh subur dan sulit untuk diberantas. Bahkan di sisi ini sebetulnya aparat sudah menindak tegas. Tetap saja, akan selalu ada kelompok-kelompok baru yang bermunculan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peredaran alkohol, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menyoal-slogan-war-on-drugs-dan-hilangnya-perspektif-korban-dalam-pertempuran-melawan-narkoba\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">narkoba<\/a>, sampai obat-obatan terlarang sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat. Konon, berdasarkan kesaksian warga setempat, ada oknum aparat yang melindungi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, lingkaran setan Bekasi, mulai dari tawuran yang didominasi remaja, kemudian memasuki fase menggunakan narkoba, lalu menggantungkan hidup kepada permainan judi online. Lengkap sudah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, lengkap sudah kelamnya Bekasi. Daerah kelahiran saya diwarnai berbagai tindakan kriminal yang menjerat anak mudanya. Mereka jadi sulit untuk menentukan pilihan masa depan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seharusnya, pemerintah turun dengan cara yang lebih terstruktur dan matang. Jangan urakan dengan cara menggeneralisasi masalah setiap anak lalu dibina kembali dengan cara militer. Suram.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Farhan Novaldi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bekasi-jadi-kota-sejuta-pungli-saking-banyaknya-pungli-di-sini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bekasi Memang Anomali: Kota Industri yang Kini Jadi Kota Sejuta Pungli<\/a><\/b><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span class=\"s2\"><i>cara ini<\/i><\/span><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lingkaran setan Bekasi: tawuran remaja, kemudian memasuki fase menggunakan narkoba, lalu menggantungkan hidup kepada permainan judi online.<\/p>\n","protected":false},"author":3040,"featured_media":349086,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2840,16479,21080,3922,1958,29272],"class_list":["post-348489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bekasi","tag-judi-online","tag-judol","tag-kota-bekasi","tag-narkoba","tag-tawuran-di-bekasi"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/348489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3040"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=348489"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/348489\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/349086"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=348489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=348489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=348489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}