{"id":348486,"date":"2025-07-23T14:31:56","date_gmt":"2025-07-23T07:31:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=348486"},"modified":"2025-07-23T14:31:56","modified_gmt":"2025-07-23T07:31:56","slug":"5-rekomendasi-rokok-kretek-paling-enak-di-bawah-20-ribu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-rekomendasi-rokok-kretek-paling-enak-di-bawah-20-ribu\/","title":{"rendered":"5 Rekomendasi Rokok Kretek Paling Enak di Bawah 20 Ribu Rupiah yang Bikin Kamu Beralih dari Rokok Filter!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApa enaknya sih rokok kretek,\u201d tanya kawan saat saya mulai menyulut batang baru. Dia hapal betul rokok kretek (baca: sigaret kretek tangan) adalah pilihan saya. Kasihan, dia tidak pernah tahu nikmatnya rokok kretek. Murah, enak, dan tahan lama. Cocok untuk menemani menulis seperti sekarang ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkara murah dan tahan lama adalah kepastian dari rokok kretek. Tapi perkara enak? Tentu akan kembali pada selera. Tapi sebagai pencinta kretek garis keras, saya cukup otoritatif untuk memutuskan mana yang lebih enak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau tahu rokok kretek apa saja yang enak? Saya punya lima rokok yang patut diperhitungkan. Tentu saja tetap dalam koridor rokok murah, yaitu di bawah 20 ribu. Setelah mencoba rekomendasi ini, sebaiknya pertimbangkan untuk meninggalkan rokok filter.<\/span><\/p>\n<h2><b>Rokok kretek pertama, Djarum 76 Apel (15.000)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Posisi pertama justru saya berikan pada pendatang baru. Meskipun baru beberapa minggu hadir di pasar, <a href=\"https:\/\/www.djarum-76.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Djarum 76 Apel<\/a> langsung jadi incaran. Bahkan sering habis di beberapa warung. Mendapat rokok ini di beberapa minggu awal seperti mencari ponsel flagship murah yang sering gaib.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seri apel ini berhasil membuat Djarum 76 rasa lain kalah telak. Bahkan Kurma Royal yang dulu diburu harus mengakui si anak baru ini. Rasa apel yang masam dan segar, dipadu sensasi menthol yang tidak berlebihan. Rokok ini tidak terlalu padat, jadi tidak membuat lelah saat mengisap. Sangat cocok untuk perokok filter yang ingin pindah haluan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Djarum 76 Apel layak menjadi ranking satu karena kesempurnaannya. Dia tidak berlebihan dalam bermain rasa, tapi juga tidak terlalu hambar. Terutama pada urusan menthol yang sering gagal memberi rasa nikmat pada kretek.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sampoerna Kretek Amerta (14.500)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tren rokok kretek rasa-rasa membuat Sampoerna berinovasi. Bahkan sampai melahirkan lima seri baru. Sayangnya, Sampoerna memilih penamaan yang \u2018sastrawi\u2019. Membuat penikmat kretek sering kebingungan. Rasa yang ditawarkan tiap seri juga susah diidentifikasi. Seperti perpaduan beberapa rasa buah dan rasa unik lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya ada satu yang terenak dari lima seri ini. Yaitu seri Amerta. Bungkusnya berwarna ungu-merah, dengan ornamen yang sejenis dengan seri lain. Perkara rasa\u2026 sulit dijelaskan. Enak, tapi rumit. Bukan buah ataupun perisa rokok lain pada umumnya. Yang saya rasakan malah seperti minuman energi. Ada rasa masam, manis, dan rasa khas minuman mengandung taurin. Unik, tapi juga enak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelemahan Sampoerna Kretek Amerta, seperti seri yang lain, adalah terlalu padat. Masih berpegang pada pakem kretek yang padat dan keras. Tapi dengan membuang sedikit tembakau di ujung dan memijitnya, rasa Amerta ini sempurna.<\/span><\/p>\n<h2><b>Djarum Coklat Mocca (18.000)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepertinya\u00a0 Djarum sangat serius menggarap seri rokok kretek rasa-rasa. Selain seri 76, seri Djarum Coklat juga ikut mendapat sentuhan rasa sendiri. Menyusul kesuksesan Djarum Super Espresso, Djarum Coklat mengeluarkan seri kopinya sendiri. Yaitu seri Mocca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan Super Espresso, Djarum Coklat Mocca punya batang lebih panjang. Rasa kopi yang diberikan lebih mantap dan hangat. Saya tidak merasakan \u2018mocca\u2019 dalam rokok ini. Cenderung rasa kopi yang mantap tanpa sentuhan coklat. Mungkin rasa coklatnya yang kelewat tipis, kalah dengan dominasi kopinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun Super Espresso punya kemasan menarik, tapi saya tetap memilih Djarum Coklat Mocca. Toh yang lebih penting juga rasanya. Dengan batang lebih panjang dan tidak mudah habis terbakar, jelas Mocca lebih memikat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tani Madjoe Nat-E\u00a0 (18.000)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiga teratas adalah seri rokok kretek rasa-rasa. Kini waktunya kembali ke identitas asli rokok kretek. Tapi kali ini saya bawa juaranya rokok herbal. Meskipun istilah herbal atau \u2018rokok jamu\u2019 ini simpang siur, karena tetap saja rokok akan dibakar. Lagipula semua rokok pasti herbal, karena dari bahan tumbuh-tumbuhan.\u00a0 Saya akan fokus pada rasa, dan bukan khasiat. Yaitu Tani Madjoe Nat-E.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rokok \u2018herbal\u2019 satu ini punya rasa paling enak dan masuk akal. Ketika rokok serupa biasanya cenderung terlalu pengar atau getir, Tani Madjoe Nat-E cenderung manis. Dengan sentuhan pedas yang tidak menusuk, serta aroma yang harum. Seperti menikmati teh herbal yang hangat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun belum terkenal, Tani Madjoe Nat-E harus jadi acuan produsen rokok \u2018herbal\u2019. Jangan hanya menawarkan janji \u2018jamu\u2019 dan melupakan rasa yang nikmat. Karena rokok memang untuk dinikmati.<\/span><\/p>\n<h2><b>Gudang Garam Internasional Kretek (18.000)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gudang Garam yang selama ini punya line-up kretek yang kaya tidak mau kalah. Tapi pendekatan yang dilakukan berbeda. Alih-alih menciptakan rasa baru, Gudang Garam membawa rasa rokok andalan mereka ke dalam seri kretek. Menjadi alternatif murah bagi seri filter yang sudah di atas 20 ribu sebungkus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satunya adalah seri Gudang Garam International Kretek. Selain menawarkan rasa manis-harum yang khas, kretek ini juga menawarkan desain unik. Dari penampilan seperti seri filter. Tapi di bagian kertas \u2018manis\u2019 tidak ada filter sama sekali. Membuat kesan seperti merokok seri filter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Strategi Gudang Garam dalam seri kretek barunya sangat menarik. Membawa sensasi dari rokok flagship mereka, tapi dengan harga lebih terjangkau. Bahkan memberi penampilan serupa agar penikmatnya tidak merasa merokok produk baru.<\/span><\/p>\n<h2><b>Hononary mention: Dio Jambu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasanya tidak afdol membicarakan rokok kretek tanpa membawa Dio Jambu. Bukan karena rasanya. Toh saya pribadi tidak doyan. Rasanya entah mau ke arah mana. Tapi ketika menyebut rokok kretek, kalian harus ingat Dio Jambu. Simbol kehancuran ekonomi seorang lelaki. Lambang kejinya rezim yang membuat rokok makin mahal dengan cukai gila-gilaan. Dio Jambu adalah titik terendah perjuangan seorang perokok melawan kapitalisme rakus!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Prabu Yudianto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-rekomendasi-rokok-murah-enak-di-bawah-20-ribu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">10 Rekomendasi Rokok Murah Enak di Bawah 20 Ribu<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah mencoba rekomendasi rokok kretek ini, sebaiknya pertimbangkan untuk meninggalkan rokok filter. Beneran.<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":348487,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[14280],"tags":[29230,14289,2996,29229],"class_list":["post-348486","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sebat","tag-dio-jambu","tag-djarum-76","tag-rokok-kretek","tag-tani-madjoe"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/348486","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=348486"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/348486\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/348487"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=348486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=348486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=348486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}