{"id":347669,"date":"2025-07-18T10:03:02","date_gmt":"2025-07-18T03:03:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=347669"},"modified":"2025-07-18T10:03:02","modified_gmt":"2025-07-18T03:03:02","slug":"perjalanan-pertama-lidah-saya-mengenal-couvee","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perjalanan-pertama-lidah-saya-mengenal-couvee\/","title":{"rendered":"Perjalanan Pertama Lidah Saya Mengenal Couvee: Kesan Pertama Biasa Saja, tapi Jadi Penasaran dengan Menu Lainnya"},"content":{"rendered":"<p><em>Pengalaman saya merasakan Couvee memang tak spesial, tapi justru gara-gara itu, saya penasaran dengan menu\u00a0 Couvee lainnya<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja, saya ini bukan ahli kopi yang paham betul setiap karakteristik sajian minuman kopi berikut komposisi yang digunakan. Saya cuma penikmat kopi rekreasional yang nggak mewajibkan diri kudu menenggak minuman tersebut setiap hari. Bagi saya, enak di lidah dan nggak bikin dompet tipis sudah cukup jadi kriteria untuk mencoba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, suatu malam di sebuah hotel di Jogja, saya iseng scrolling aplikasi pemesanan makanan online. Pikir saya, mending beli camilan dari luar sekalian ketimbang pesan dari hotel yang opsinya itu-itu saja dan harganya sering nggak satu frekuensi sama anggaran jajan. Akhirnya, karena termakan kabar burung kalau rasa kopi Couvee itu beda dari kebanyakan kopi kekinian, saya memutuskan memesan salah satu minumannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat itu, saya pesan Oatmilk Brown Latte dari gerai yang paling dekat dengan hotel, yakni di Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Alasannya, saya terbiasa menikmati kopi merek lain yang dikombinasikan dengan susu oat. Biar nggak bias dan lebih adil penilaian pertamanya, gitu.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Couvee kok gini doang ya?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesan dari tegukan pertama, jujur, biasa saja. Jelas, saya agak kaget menemui kesan seperti itu. Soalnya, kok, nggak sepadan dengan hype yang berseliweran. Bukan artinya nggak enak, semua campurannya cukup oke di indra perasa pecinta kopi amatiran ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cuma, menurut saya, sensasi beda yang konon bikin \u201cwow\u201d itu nggak saya dapatkan pada pengalaman pertama. Sekali lagi, ini soal preferensi saja. Sampai detik itu, plant-based coffee buatan merek lokal lainnya yang cukup sering saya pesan, masih menempati peringkat juara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebingungan ini sempat saya utarakan kepada salah seorang kenalan yang mungkin adalah pelanggan loyal Couvee karena berdomisili di Kota Gudeg, tempat lahirnya Couvee. Katanya, mungkin saja rasa Oatmilk Brown Latte tadi kurang sangar lantaran sudah nggak sepenuhnya segar. Masuk akal, soalnya kopi tersebut harus menempuh jalanan Jogja yang cukup macet saat musim liburan sebelum sampai ke tangan saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepuasan konsumen itu, kan, sifatnya relatif. Bisa jadi, ekspektasi saya waktu itu yang terlalu tinggi sehingga nggak match dengan realita segelas kopi dalam genggaman saya. Namun, harus diakui, karya Couvee ini benar-benar kopi, bukan minuman asal jadi yang diberi label kopi.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Tapi, kopinya beneran kopi<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksud saya, masyarakat juga tahu kalau ada label kopi internasional di Indonesia yang minumannya seolah hanya mengandalkan nama besar. Rasa kopinya nggak ada. Yang dominan malah manis gula, topping, dan whipped cream menggunung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara, rasa pahit dan aroma kopi buatan Couvee sangat kentara meskipun sudah dicampur dengan susu oat. Gula aren yang dipakai juga menyatu sempurna. Manisnya pas walaupun kala itu saya pesan yang less sweet. Sama sekali tidak ada satu elemen yang paling menguasai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, kopinya terbilang nyaman di tenggorokan dan perut. Setiap tegukan tidak menimbulkan perasaan nyegrak saat membasahi kerongkongan. Beberapa saat setelah tandas pun, kondisi perut saya aman, tidak timbul rasa mulas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan tidak mungkin, jika latte yang saya pilih memakai jenis susu dan takaran gula berbeda, penilaian pribadi atas rasa Couvee akan lebih tinggi. Intinya, banyak faktor dan subjektivitas yang berperan ketika melontarkan pendapat tentang kulineran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah lagi, kalau ditilik dari jumlah penjualan di gerai terkait, plant-based coffee ini tidak menempati urutan tertinggi. Bila menu kopi lainnya sukses menyentuh angka ribuan, plant-based coffee ala Couvee di gerai tempat saya beli, hanya sampai di angka tiga ratusan cup.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Jadi penasaran menu lainnya<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fakta ini mengindikasikan bahwa kopi berbahan dasar <a href=\"https:\/\/ottencoffee.co.id\/majalah\/susu-plant-based-mengapa-ia-begitu-populer?srsltid=AfmBOor80-kCkFVjR3ffryNdTU8ssLXkr_Sy2uha16ANr8PssC5M0Ot_\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">susu oat<\/a> bukan menu andalan Couvee. Atau, dugaan lain, mereka belum sempat saja bereksplorasi dan bereksperimen lebih jauh untuk mengawinkan kopi dengan susu oat. Padahal, bukan mustahil kalau suatu saat Couvee berhasil menelurkan menu lain berkategori plant-based coffee yang rasanya nampol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang pasti, pengalaman pertama mencicip hasil karya Couvee sangat jauh dari efek bikin saya kapok. Malah, saya jadi penasaran dengan menu lainnya. Memang sebaiknya, pembelian pertama itu jatuh ke salah satu menu signature yang sudah pasti jadi jagoan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saran kenalan saya tadi, harusnya pesan kopi Java saja. Katanya, meski merupakan menu yang paling murah, Java ini justru yang paling nendang. Setelah saya tengok lagi, ternyata benar minuman tersebut menyandang predikat best seller yang tembus hingga 10 ribu cups penjualan di satu gerai saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pokoknya, saya pasti akan kembali membeli Couvee. Toh, pengalaman terbaik nggak selalu terjadi di momen pertama, kan?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Paula Gianita Primasari<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kopi-susu-couvee-dan-tuku-jogja-tidak-untuk-diperdebatkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kopi Susu Couvee dan Tuku Jogja Tidak untuk Dibanding-bandingkan<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengalaman saya merasakan Couvee memang tak spesial, tapi justru gara-gara itu, saya penasaran dengan menu\u00a0 Couvee lainnya.<\/p>\n","protected":false},"author":1777,"featured_media":347675,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[28101,29192,9687],"class_list":["post-347669","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-couvee","tag-couvee-jogja","tag-es-kopi"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/347669","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=347669"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/347669\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/347675"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=347669"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=347669"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=347669"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}