{"id":34738,"date":"2020-04-08T11:35:50","date_gmt":"2020-04-08T04:35:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=34738"},"modified":"2020-04-08T11:39:51","modified_gmt":"2020-04-08T04:39:51","slug":"6-hal-yang-bikin-unisma-jadi-kampus-terbaik-di-malang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-hal-yang-bikin-unisma-jadi-kampus-terbaik-di-malang\/","title":{"rendered":"6 Hal yang Bikin Unisma Jadi Kampus Terbaik di Malang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, UB, UM, UMM, UIN Malang, semua lewat kalau dibandingin sama Unisma. Pasti kalian baru tahu kalau di Malang ada kampus bernama Unisma, kan? Hmm, jangankan orang luar Malang, orang Malang sendiri ada yang nggak tahu kok, kalau di kota Malang itu ada kampus keren namanya Unisma. Selain UB yang kampusnya jadi kota dalam kota, UMM yang punya lapangan helipad sendiri, dan UM yang kampusnya terkenal dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">learning University<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ada Unisma \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The World Class University,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">versi saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian belum tahu, saya perkenalkan dulu. Jadi, Unisma itu Universitas Islam Malang, bukan Universitas Islam 45 Bekasi. Lantaran memiliki singkatan yang sama, banyak teman-teman dari Jakarta sering salah sangka, dikira Unisma itu adanya cuma di Jakarta, padahal di Malang juga ada. Namun, kedua kampus itu jelas berbeda. Kalau yang di Malang, jelas dia adalah kampus paling <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">uwuwww <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">versi saya sebagai salah satu mahasiswanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kalian ke Malang lalu menuju <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dilema-jadi-orang-kota-batu-yang-dikira-masih-bagian-dari-malang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ke arah Batu,<\/a> kota wisata yang sudah bukan bagian dari kota Malang itu, pasti lewat depan kampus yang di depan ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">videotron<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Nama kampus itu Unisma, seluruh bangunannya di cat warna hijau. Pemilihan cat warna hijau itu bukan tanpa alasan, karena Unisma merupakan kampus NU terbesar se-dunia. Jadilah ia hijau hingga genteng-gentengnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat saya menjadi mahasiswa baru pada 2018 lalu, presiden Jokowi kebetulan mampir ke Unisma. Ia menyatakan rasa kagum saat pemaparan stadium general. \u201cSaya merasakan aura Islam Nusantara, pendidikan Islam yang maju serta modern,\u201d ujar Presiden Jokowi. <\/span><\/p>\n<p>Selain pernyataan Jokowi, saya juga punya beberapa alasan lain yang bikin Unisma ini memang kampus terbaik se-Malang Raya.<\/p>\n<h4>Satu: Sering Disebut UGM<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau yang ada di Yogyakarta itu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-hal-yang-langsung-hilang-pas-kkn-ugm-diubah-jadi-kuliah-kerja-maya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Universitas Gadjah Mada.<\/a> Nah, kalau Unisma kenapa sering disebut UGM karena itu singkatan dari Universitas Gandeng Mal. Pasalnya kampus ini saking dekatnya sama Mal Dinoyo, tembok belakangnya sampai gabung, untung nggak ada jalan tembus. Efek kedekatan ini membuat mahasiswa Unisma jadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hypebeast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangin aja, pas ada jeda jam kuliah banyak mahasiswa yang suka nongkrong di mal. Bahkan saat pulang kuliah, khususnya pas musim hujan, Mal Dinoyo adalah tempat\u00a0<em>ngiup\u00a0<\/em>paling yahud!<\/span><\/p>\n<h4>Dua: Kedekatan Dosen dan Mahasiswa<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak seperti kampus lain yang dosennya sulit untuk balas <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>chat<\/em> WhatsApp<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kalau di Unisma dosen bahkan menyimpan nomor mahasiswanya. Saya contohnya, karena sering <em>chat<\/em> sama dosen, nilai pun jadi lancar. Jadi kalau ingin nilai lancar, dekatilah para dosen. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor ini juga yang menjadikan mahasiswa Unisma dengan IPK dibawah 3.0 adalah aib. Dari sekian fakultas yang ada, sangat jarang saya menemukan mahasiswa mendapat IPK 2,9 apalagi di bawah itu. Standar nilai anak Unsima itu 3.0, bahkan yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cumlaude <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">banyak hingga mahasiswa kadang bingung cara agar tidak sombong di hadapan mahasiswa kampus lain.<\/span><\/p>\n<h4>Tiga: Berkelas Internasional<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya terkadang bingung sendiri sama rektorat kampus, katanya sih menuju <\/span><a href=\"https:\/\/tirto.id\/persoalan-di-balik-rendahnya-peringkat-kampus-kampus-indonesia-cMUZ\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">World Class University<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Cuma yang bikin aneh, pas ada acara di luar kampus apalagi di Jakarta, ketika saya memperkenalkan diri sebagai mahasiswa Unisma dikiranya Universitas Islam 45 Bekasi. Entah gelar kampus kelas dunia ini didapat darimana yang jelas saya iya-iya aja saat Bapak Rektor menyampaikan pidato di depan mahasiswa.<\/span><\/p>\n<h4>Empat: Mahasiswa Islam yang Moderat<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mahasiswa UIN Malang wajib belajar di ma&#8217;had pondok selama setahun, ya karena mereka berada di bawah bayang-bayang &#8220;N&#8221; alias Negeri. Nah kalau Unisma kan &#8220;S&#8221; alias Swasta, jadi bisa santai mengatur rumah tangga sendiri. Menurut saya, tidak adanya kewajiban tersebut pasti karena jajaran rektorat sudah PD bahwa mahasiswa Unisma Islam-nya sudah tidak perlu diragukan lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking moderatnya mahasiswa Unisma, kami akan mengisi barisan terdepan kalau di Kota Malang ada aksi. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan karena arogan, tapi mahasiswa Unisma itu memiliki kepercayaan kuat bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hubbul wathon minal iman, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">membela kemaslahatan umat bernegara merupakan sebagian dari Iman.<\/span><\/p>\n<h4>Lima: Parkiran dan Kantin yang Ramah Lingkungan<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan membayangkan kampus Unisma ramah lingkungan karena memakai energi terbarukan. Seperti di sisi kantin terpasang pemancar yang dapat menyimpan sinar matahari, atau parkiran dengan konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">green parking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tidak, bukan begitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang saya maksud ramah lingkungan karena di dalam kampus hanya ada satu parkiran dan satu kantin mahasiswa. Jadi kalau berkunjung ke Unisma nggak perlu repot mencari parkiran, tinggal menuju ke gedung paling belakang. Begitu pula kantinnya yang terletak di tengah kampus.<\/span><\/p>\n<h4>Enam: Penguasa Dunia Perkopian<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau di kampus lain ngopi hanya sampai dini hari karena memikirkan tugas kuliah dan segala macamnya. Mahasiswa Unisma bisa ngopi sampai seharian. Bahkan saking betahnya di tempat ngopi, kelas yang jadwalnya pagi sering sepi mahasiswa. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi jangan salah, meskipun betah di tempat ngopi, mahasiswa Unisma memang dilatih untuk itu. Ya semboyan kampusnya saja \u201cKampus Entrepreneurship&#8221;, jadi mahasiswa di perkopian tengah survei untuk kelak menjadi pemilik kedai kopi sukses.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya tidak hanya 6 alasan itu. Masih banyak keunggulan lain yang dimiliki Unisma. Seperti fasilitas kesehatan Islami karena punya RSI (Rumah Sakit Islam), organisasi mahasiswanya yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">friendly<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada maba, dan banyak yang lainnya. Cuma kalau saya sebut semua kasihan ke pembaca. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu kalian ketahui, 6 alasan itu bukan pesanan dari pihak kampus, murni pendapat saya pribadi. Mengingat saya mahasiswa Unisma, jadi tidak salah saya mengunggulkan kampus sendiri, bukan?<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dilema-jadi-orang-kota-batu-yang-dikira-masih-bagian-dari-malang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dilema Jadi Orang Kota Batu yang Dikira Masih Bagian dari Malang<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dani-alifian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dani Alifian<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saking moderatnya mahasiswa Unisma, kami akan mengisi barisan terdepan kalau di Kota Malang ada aksi. Bukan karena arogan, tapi kami percaya bahwa hubbul wathon minal iman.<\/p>\n","protected":false},"author":115,"featured_media":35026,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[921,985,6033],"class_list":["post-34738","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-kampus","tag-malang","tag-unisma"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34738","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/115"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34738"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34738\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35026"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34738"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34738"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34738"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}