{"id":34669,"date":"2020-04-07T13:37:58","date_gmt":"2020-04-07T06:37:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=34669"},"modified":"2021-11-05T15:48:41","modified_gmt":"2021-11-05T08:48:41","slug":"mitos-dalam-game-mobile-legends-yang-pernah-saya-percaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mitos-dalam-game-mobile-legends-yang-pernah-saya-percaya\/","title":{"rendered":"Mitos dalam Game Mobile Legends yang Pernah Saya Percaya"},"content":{"rendered":"<p>Kadang, gengsi bisa bikin seseorang jadi gila, dan saya pernah merasakannya. Sekira tahun 2017-2018, saya mengalokasikan waktu ngerjain skripsi buat main Mobile Legends. Satu tahun yang suram, kecanduan <em>game<\/em> sampai lupa tanggung jawab. Pokoknya tiap pegang hp pasti buka Mobile Legends, dari bangun tidur sampai tidur lagi. Paling cuma mandi sama makan doang yang bisa bikin saya bebas dari Mobile Legends. Tujuan saya sederhana saja sih, saya cuma pengen main di <em>tier <\/em>tertinggi biar jadi yang paling jago di antara teman-teman yang lain. Udah gitu doang, nggak pengen jadi pro player apalagi youtuber.<\/p>\n<p>Nggak bisa dimungkiri, <em>game<\/em> ini memang dirancang agar pemainnya kecanduan. Sistem pembelian hero dan skin, <em>event <\/em>tiap minggu, dan <em>emblem <\/em>yang musti ditingkatkan levelnya supaya tiap <em>hero <\/em>jadi makin kuat. Sebenarnya bisa aja sih main cepet, tapi harus ngeluarin duit, karena saya kere jadinya harus banyak main biar seimbang sama orang lain yang pake duit.<\/p>\n<p>Demi mencapai tujuan tadi, saya wajib menang terus dong, baik saat main sendirian maupun mabar. Dan kamu tahu apa yang saya lakukan agar bisa menang terus? Ngulik cara kerja sistemnya. Ini saya lakukan agar bisa dapat tim yang kompak saat main sendirian atau dapat lawan yang mudah saat mabar. Nggak berhenti sampai di situ, saya juga percaya <em>developer <\/em>memberikan jatah kemenangan buat setiap pemain dan skin bisa merepresentasikan skill pemain.<\/p>\n<p>Nah, biar apa yang saya lakukan nggak sia-sia banget, izinkan saya membagikan hasil ngulik selama satu tahun itu di sini.<\/p>\n<p>Kekompakan adalah kunci buat menang dalam <em>game<\/em> ini, makanya mabar jauh lebih baik daripada main sendirian. Dengan begitu, kekompakan tim sudah terjamin, bahkan tanpa melakukan komunikasi pun tiap pemain tahu tupoksinya masing-masing. Namun ini juga nggak terjamin 100% sih, ada kalanya musuh punya tim yang lebih kompak.<\/p>\n<p>Lalu gimana cara saya ngakalinnya? Mudah saja, <em>tier <\/em>yang paling rendah wajib undang pemain yang lain saat mabar karena nggak semuanya berada dalam <em>tier <\/em>yang sama. Dalam Mobile Legends, <em>tier <\/em>bisa dipakai buat mengukur skill seseorang, jadi semakin tinggi <em>tier <\/em>nya maka semakin jago mainnya. Pihak <em>developer <\/em>pun sudah mengatur sistem <em>matchmaking <\/em>agar setiap pemain berhadapan dengan lawan yang setara. Misalnya, Legend lawan Legend atau Mythic lawan Mythic dan seterusnya. Selain itu, dua <em>tier <\/em>yang berdekatan pun bisa main bareng, misalnya Legend dengan Epic atau Epic dengan Grandmaster. Dengan sistem yang seperti itu, saya sampai pada kesimpulan tadi, alhamdulillah cara ini nggak berhasil sama sekali.<\/p>\n<p>Ya mau gimana lagi, ujung-ujungnya hoki memegang peran utama. Bodo amat mau kompak atau nggak, kalau sudah giliran dapat lawan yang lebih kompak ya pasti kalah juga.<\/p>\n<p>Terus apa saya menyerah begitu saja? Jelas nggak.<\/p>\n<p>Setelah usaha ngakalin sistem <em>matchmaking<\/em> gagal, saya nyoba main di jam-jam tertentu di mana pemain skill rendahan banyak yang main. Misalnya jam empat sore sampai magrib, saat bocah-bocah baru pulang sekolah dan main <em>game<\/em> sambil istirahat; atau jam delapan malam sampai jam dua belas, saat para pekerja sedang istirahat sambil main <em>game<\/em>. No offense ya, tapi bocah sama pekerja itu kebanyakan cuma asal main. Mereka nggak punya banyak waktu buat ngikutin <em>meta <\/em>teranyar, atau belajar banyak hero. Namanya juga nemenin waktu istirahat hahaha kan lumayan kalau dapat lawan seperti itu saat saya punya tim yang bagus?<\/p>\n<p>Syukurlah, Puji Tuhan, cara kedua juga nggak berhasil. Logika yang saya percayai ternyata jadi pisau bermata dua. Tiap mabar sama teman pasti musuhnya lebih kompak, sedangkan main sendirian dapat tim yang nggak kompak. Mungkin jumlah bocah-bocah dan pekerja kantoran yang main <em>game<\/em> ini jauh lebih banyak daripada pengangguran.<\/p>\n<p>Saking frustasinya, saya percaya sebenarnya <em>developer <\/em>sudah ngasih jatah kemenangan pada tiap pemainnya. Buat saya sendiri, jatahnya cuma dua kemenangan per login. Ini nyata loh, dari lima kali pertandingan saya cuma dikasih dua kali menang, itu pun kalau lagi hoki banget. Malah kadang harus <em>lose streak. <\/em>Makanya, tiap dapat dua bintang saya pasti berhenti main, lalu istirahat tiga puluh menit sampai satu jam. <em>Alon-alon asal klakon.<\/em><\/p>\n<p>Hal paling konyol yang saya rasakan dulu adalah memercayai bahwa skin merepresentasikan skill pemainnya. Awalnya sih gara-gara liat top global dan pro player pakai skin bagus, lama-lama saya mulai mensugesti diri sendiri, tiap dapat lawan yang skinnya bagus pasti langsung mikir \u201cwah ini pro player nih pasti\u201d padahal siapa saja yang berduit pasti bisa beli skin, nggak ada hubungannya sama skill pemain. Ckckck <em>poor me.\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Alhamdulillah masa-masa jahiliyah itu berhasil saya lewati dan bulan Agustus tahun kemarin saya memutuskan gantung ponsel. Sialnya, gara-gara Covid-19, game lucknot itu kembali mejeng di ponsel saya. Gimana lagi, kegabutan ini udah nggak bisa ditahan lagi, saya harus menemukan aktivitas di sela-sela bela negara rebahan. Mudah-mudahan saya nggak gila buat yang kedua kalinya. Kapok, ah.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA<\/strong>\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/resiko-bukan-gamer-merasa-asing-saat-teman-yang-lain-bermain-pubg-dan-mobile-legend\/\">Risiko Bukan Gamer: Merasa Asing Saat Teman yang Lain Bermain PUBG dan Mobile Legends<\/a><\/strong>\u00a0<strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gilang-oktaviana-putra\/\">Gilang Oktaviana Putra<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h5><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h5>\n<h5><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\">di sini.<\/a><\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pas jaman kecanduan main Mobile Legends, saya sampai ngulik sistemnya dan menemukan banyak mitos yang saya percayai.<\/p>\n","protected":false},"author":158,"featured_media":34773,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12901],"tags":[6018,6019,1339],"class_list":["post-34669","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-game","tag-game-mobile-legend","tag-mitos-dalam-game","tag-mobile-legend"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34669","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/158"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34669"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34669\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34669"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34669"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34669"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}