{"id":346284,"date":"2025-07-13T15:15:24","date_gmt":"2025-07-13T08:15:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=346284"},"modified":"2025-07-13T15:15:24","modified_gmt":"2025-07-13T08:15:24","slug":"serba-salah-pakai-jasa-katering-di-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/serba-salah-pakai-jasa-katering-di-desa\/","title":{"rendered":"Serba Salah Pakai Jasa Katering di Desa, Dianggap Banyak Duit, Sok Mewah, dan Sok Eksklusif \u00a0"},"content":{"rendered":"<p><em>Di desa, bikin acara nikahan pakai jasa katering itu bukannya memudahkan, tapi malah menciptakan masalah baru, dan ini serius<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kehidupan di desa memang serba guyub dan saling bahu membahu. Banyak kegiatan yang dilakukan yang dilakukan dengan bersama-sama dan saling membantu. Salah satunya pas ada hajatan nikahan, mereka akan mengerahkan seluruh tenaga untuk masak dan membantu yang biasa disebut rewang. Biasanya sih yang paling membutuhkan tenaga di bagian masak atau rewangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun sekarang di desa juga nggak kalah modern, sudah ada yang menggunakan jasa katering. Sayangnya menggunakan jasa katering justru banyak yang nggak suka atau banyak yang maido. Sesuatu yang praktis, kadang memang malah bisa jadi masalah untuk beberapa orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kenapa pakai jasa katering di desa bisa jadi masalah? Ini berikut beberapa alasannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dinyinyiri karena dianggap turah duit<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal pertama yang menjengkelkan saat menggunakan katering saat ada acara dianggap turah-turah duit. Atau juga dianggap menghambur-hamburkan uang. Hal ini karena tarif untuk katering terhitung mahal dan belum jadi hal lumrah di desa. Makanya banyak yang maido karena dianggap kurang banyak duit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal harusnya tetangga juga turut senang karena mereka nggak perlu capek-capek bangun Subuh buat masak bersama.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jasa katering disepelekan karena masakannya porsi mini, buat sendiri juga bisa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal kedua yang paling sering terdengar adalah selalu menyepelekkan porsi makanan yang disajikan pihak katering. Mereka menganggap jika porsi katering sedikit dan porsi ayamnya hanya seuprit. Udah gitu snacknya juga cuma 2 jenis aja. Pasti kelakar tetangga bilang \u201cBuat sendiri juga bisa, malah bisa jadi banyak. Ketimbang pesen katering.\u201d<\/span><\/p>\n<h2><b>Nggak ada sisa banyak buat orang belakang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah yang ketiga ini yang paling sering dipaido karena nggak ada sisa buat orang belakang. Orang belakang di sini maksudnya adalah buat orang yang rewang. Soalnya biasanya sisa-sisa makanan diberikan kepada personel <a href=\"https:\/\/kumparan.com\/sejarah-dan-sosial\/sejarah-tradisi-rewang-dan-peranannya-dalam-gotong-royong-24lYMhZzTpJ\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rewang<\/a> buat dibawa pulang. Dengan menggunakan katering otomatis pesanan makanan hanya sedikit nggak sebanyak saat masak sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya menyesuaikan tamu. Jadinya bagian rewang nggak kebagian sisa mantu buat dibawa pulang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pakai jasa katering dianggap sok eksklusif dan sok mewah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, orang yang menggunakan jasa katering dianggap sok eksklusif dan sok mewah. Padahal ini kan ya pilihannya tuan rumah, tapi mengapa justru banyak tetangga dan saudara yang nggak suka dan justru jadi bahan omongan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harusnya mereka senang saat pakai katering, nggak perlu capek-capek masak. Tinggal duduk, ngobrol, makan, pulang. Namun malah dicap sok kota, soalnya pesta hanya digelar di halaman rumah. Mereka hanya mewajarkan menggunakan jasa katering buat yang nikahannya di gedung aja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan jasa katering di desa bakal jadi culture shock warga desa. Banyak dari mereka yang kurang setuju dan berakhir jadi bahan omongan yang tak ada habisnya. Dianggap terlalu mewah dan pelit karene sisa katering biasanya nggak sebanyak seperti saat masak sendiri. Intinya serba salah pakai katering, padahal kan justru enak ya, mereka nggak perlu repot-repot masak. Tinggal menikmati acara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ya, begitulah realitas kehidupan. Lain lubuk, lain ikannya. Lain daerah, lain nyinyirannya.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Wulan Maulina<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/kritik-untuk-menu-prasmanan-katering-kawinan-yang-merepotkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kritik untuk Menu Prasmanan Katering Kawinan yang Merepotkan<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di desa, bikin acara nikahan pakai jasa katering itu bukannya memudahkan, tapi malah menciptakan masalah baru, dan ini serius.<\/p>\n","protected":false},"author":2312,"featured_media":347012,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[322,363,29160,16272,29161],"class_list":["post-346284","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-desa","tag-hajatan","tag-jasa-katering","tag-katering","tag-menu-katering"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/346284","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2312"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=346284"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/346284\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/347012"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=346284"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=346284"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=346284"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}