{"id":346259,"date":"2025-07-11T12:20:29","date_gmt":"2025-07-11T05:20:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=346259"},"modified":"2025-07-11T15:43:45","modified_gmt":"2025-07-11T08:43:45","slug":"peterpan-reuni-wajib-bawakan-5-lagu-fenomenal-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/peterpan-reuni-wajib-bawakan-5-lagu-fenomenal-ini\/","title":{"rendered":"Kalau Peterpan Reuni Nanti, Andika dan Vokalis Bayaran Wajib Menyanyikan 5 Lagu yang Paling Membekas di Ingatan Fans Ini"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabar Peterpan Reuni mengejutkan banyak pihak. Fans, penikmat musik, musisi, dan netizen dibuat penasaran. Sebab, Peterpan Reuni tanpa kehadiran Ariel dan Uki. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ariel-noah-saja-nyerah-ngajarin-raditya-dika-yang-buta-nada\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ariel si vokalis<\/a> masih hiatus ngeband. Sementara sahabatnya, Uki sang gitaris sibuk hijrah dan tidak tertarik kembali bermain musik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konser Peterpan bertajuk \u201cSemua Tentang Kita: The Journey Continues\u201d akan digelar akhir Agustus 2025 di Bandung. Konser reuni itu akan diperkuat empat personel asli Peterpan. Ada Lukman (gitaris), Reza (drummer), Indra (bassis), dan Andika (keyboard). Sementara. posisi vokalis akan diisi secara bergantian oleh Ello, Tiara Andini, Fiersa Besari, dan Alex Teh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabar Peterpan reuni membuat saya nostalgia ke masa Peterpan masih berjaya dulu. Di masa itu, lagu-lagu Peterpan begitu populer dan ikonik. Bahkan, beberapa di antaranya masih membekas hingga sekarang.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Belajar gitar dari lagu \u201cMimpi yang Sempurna\u201d\u00a0<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu \u201cMimpi yang Sempurna\u201d punya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/chord-lagu-gampang-yang-cocok-untuk-dimainkan-di-tongkrongan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kunci gitar<\/a> yang sederhana Em-C-G-D. Kunci itu diulang-ulang sepanjang lagu. Itu mengapa lagu ini banyak digunakan untuk belajar genjreng gitar. Nasibnya mirip dengan lagu \u201cSemua Tentang Kita\u201d yang biasa dipakai untuk nyetem gitar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau sudah fasih, orang-orang biasanya tertarik belajar melodi di bagian tengah lagu. Lagi-lagi, melodi lagu ini mudah dipelajari. Pemain gitar pemula pun bisa menguasainya. Melodi akan semakin enak didengar jika dimainkan dengan gitar listrik lengkap dengan efeknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin sudah puluhan kali saya menonton para pengamen jalanan, acara pentas seni, dan festival band yang tiba-tiba membawakan lagu ini. Saya paham, siapa saja yang berhasil memainkan \u201cMimpi yang Sempurna\u201d dijamin akan jumawa dan ingin memamerkannya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Duduk naik bus di dekat jendela ala video klip \u201cKu Katakan dengan Indah\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu \u201cKu Katakan dengan Indah\u201d<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">(KKDI) termasuk hitsnya Peterpan. Lagu ini termasuk dari album tripel platinum \u201cBintang di Surga\u201d. Suara intro petikan gitar lagu ini begitu mudah menempel di kepala. Siapa saja yang mendengar petikan gitar yang berbunyi \u201ctong teng tong teng\u2026 tong teng tong teng\u2026\u201d akan ingat selalu lagu ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya baru menyadari, banyak pendengar punya kesan sama setelah menonton ulang video klipnya. Coba saja baca kolom komentar di video klip KKDI di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-rekomendasi-channel-youtube-untuk-belajar-materi-skd-cpns-secara-gratis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">YouTube<\/a>. Banyak orang merasa seperti Ariel di dalam video klip tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi salah satu scene video klip KKDI menampilkan Ariel sedang duduk di dalam bus, di dekat jendela. Sang vokalis tampil karismatik dari balik tirai kaca jendela bus sambil memandang hamparan sawah dan pepohonan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Lagu \u201cAda Apa Denganmu\u201d versi boso Jowo wajib dibawakan saat Peterpan reuni<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seingat saya, lagu \u201cAda Apa Denganmu\u201d diperdengarkan pertama kali ke publik ketika Peterpan manggung di kota Surabaya. Panggung itu dalam rangkaian tur konser Peterpan Breaking Record Konser 1 Hari 6 Kota. Beberapa saat kemudian, lagu ini semakin sering di-request dan populer di hampir semua stasiun radio.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah bagaimana ceritanya kemudian, muncul lagu \u201cAda Apa Denganmu\u201d versi bahasa Jawa. Judulnya menjadi \u201cOno Opo\u201d. Penyanyi lagu ini adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/sosok\/didi-kempot-agus-mulyadi-dan-asal-mula-julukan-the-godfather-of-broken-heart\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">The Godfather of Broken Heart, Didi Kempot<\/a>. Siapa saja yang mendengarkan lagu versi ini bakal merasa terenyuh. Sebab, \u201cOno Opo\u201d dibawakan dengan gaya dan irama musik campur sari khas Didi Kempot yang terkenal penuh dengan rasa \u201csakit\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu dicatat, Didi Kempot tidak sedang meng-cover lagu tersebut secara sembarangan dalam versi bahasa Jawa. Lagu tersebut justru secara resmi dirilis langsung oleh label Musica Studios, label yang juga menaungi album-album Peterpan kala itu. Didi Kempot masih berusia 37 tahun ketika menyanyikan lagu ini dan sudah lebih dulu populer lewat tembang-tembang campursari ciptaannya seperti \u201cStasiun Balapan\u201d dan &#8220;Terminal Tirtonadi\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Didi Kempot pasti bangga saat itu. Dia berkesempatan menyanyikan salah satu lagu Peterpan yang sedang naik daun. Sementara Peterpan juga merasa dihargai karena lagunya bisa diterima masyarakat dalam bentuk yang lain. Mungkin kalau cover lagu tersebut dilakukan di era seperti sekarang, pasti bakal ada yang menganggap kolaborasi ini sebagai proyek aji mumpung numpang tenar.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Konsep video klip \u201cMenghapus Jejakmu\u201d yang memorable<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ariel dan Dian Sastro melakukan koreografi yang aduhai dalam klip \u201cMenghapus Jejakmu\u201d. Berjalan beriringan, melompat ke atas meja dan kursi, kemudian naik tangga. Kamu bisa menyaksikan adegan Dian Sastro mengejar-ngejar Ariel. bukan sebaliknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa dibilang, lagu ini termasuk lagu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">catchy-<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya Peterpan. Lagu yang menjadi single pertama untuk album ketiga Peterpan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hari yang Cerah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Konsep klip yang rilis tahun 2007 ini memperlihatkan berbagai adegan yang menggambarkan perasaan kehilangan dan keinginan untuk move on.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menariknya di lagu ini ada andil dari gitaris <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/eross-sheila-on-7-gitaris-terbaik-indonesia-ini-ingin-asuransikan-bagian-tubuhnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sheila on 7, Eross Chandra<\/a>, dalam penulisan liriknya. Eross mengakui, ketika itu memang terlibat dengan niat buat seru-seruan saja. Dalam penuturannya, Ariel punya lagu yang belum ada liriknya, kemudian Eross mencoba menuliskan beberapa bagian liriknya. Sama sekali tidak ada ikatan profesional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fun fact lain, lagu ini pernah ditawarkan ke Bunga Citra Lestari untuk dinyanyikan secara duet bersama Ariel. Namun, waktu itu BCL mengurungkannya. BCL sendiri kaget, lagu yang pernah ditawarkan kepadanya itu ternyata meledak. Tiga belas tahun kemudian atau tepatnya pada 2024, lagu \u201cMenghapus Jejakmu\u201d versi duet BCL dan Ariel akhirnya rilis.<\/span><\/p>\n<h2><strong>&#8220;Itu Dia Masalahnya, Gas\u201d di lagu &#8220;Menunggu Pagi&#8221;<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu \u201cMenunggu Pagi\u201d dibuat untuk mengisi salah satu soundtrack <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Alexandria_(film)\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">film Alexandria (2006)<\/a>. Uniknya, beberapa bagian percakapan di film itu juga dipakai untuk mengisi lagu ini. Anehnya, lirik dan nuansa lagunya tidak terdengar aneh, tetap blending. Itu mengapa, banyak pendengar tidak hanya hafal lirik lagunya, tetapi juga dialognya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dialog dalam film yang melibatkan karakter Alexandra (Julie Estelle), Bagas (Marcel Chandrawinata), dan Rafi (Fachri Albar) sangat terhubung dengan lirik lagu puitis \u201cMenunggu Pagi\u201d. Selain itu, part dialognya menjadi sisi klimaks dari film Alexandria. Beginilah isi ungkapan kekecewaan Alexandra kepada Bagas yang ada di lagu tersebut:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Itu dia masalahnya, Gas<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aku enggak pernah benar-benar tahu<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aku nunggu, Gas, nunggu<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi akhirnya aku sadar satu hal<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu enggak sesayang itu sama aku<\/span><\/i><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu ini pada akhirnya punya dua versi. Versi pertama menyematkan puisi dan percakapan antara karakter Bagas dan Alex dalam film tersebut. Sedangkan versi kedua adalah versi musik penuh tanpa dialog dengan video musik yang kemudian dirilis untuk album \u201cSebuah Nama, Sebuah Cerita\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, manakah ingatan soal Peterpan yang paling relate dengan kamu? Validkah poin-poin yang ditulis di atas? Atau kamu justru punya pengalaman menarik selama mengikuti perjalanan Peterpan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Aditya Rizki<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BACA JUGA<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/peterpan-punya-kasta-lebih-tinggi-dibanding-sheila-on-7\/\"> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Sederet Alasan Mengapa Peterpan Lebih Memengaruhi Selera Pendengar Musik Indonesia Dibanding Band Papan Atas Lain, Salah Satunya Sheila on 7<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"> <i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lagu-lagu Peterpan masih ada yang begitu membekas di ingatan para fans dan masyarakat seperti Ku Katakan dengan Indah.<\/p>\n","protected":false},"author":944,"featured_media":346285,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[2682,29147,4067,29137],"class_list":["post-346259","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-lagu","tag-lagu-peterpan","tag-peterpan","tag-reuni-peterpan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/346259","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/944"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=346259"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/346259\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/346285"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=346259"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=346259"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=346259"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}