{"id":345902,"date":"2025-07-14T12:20:01","date_gmt":"2025-07-14T05:20:01","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=345902"},"modified":"2025-07-14T12:32:53","modified_gmt":"2025-07-14T05:32:53","slug":"3-proker-kkn-rutin-yang-aslinya-menyimpan-persoalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-proker-kkn-rutin-yang-aslinya-menyimpan-persoalan\/","title":{"rendered":"3 Proker KKN yang Terlihat Bermanfaat, tapi Aslinya Menyimpan Persoalan\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hari terakhir berseliweran video mahasiswa menjalankan program kerja atau proker KKN. Di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tiktok-memang-aplikasi-kandang-monyet\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">TikTok, <\/a>Instagram, dan berbagai medsos, konten-konten keseruan KKN terus dibagikan. Di balik konten-konten yang asyik itu, keberadaan KKN terus menerus dipertanyakan oleh banyak orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">KKN sebenarnya punya tujuan baik, perguruan tinggi ingin ikut hadir di tengah-tengah masyarakat. Harapannya, mahasiswa tidak terjebak di menara gading dan bisa secara nyata turun ke masyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, KKN sekadar jadi formalitas. Ini terlihat dari proker KKN yang terkesan template dari tahun ke tahun. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Betul proker KKN memang sebaiknya berkelanjutan atau terus ada dari tahun ke tahun. Namun<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, itu bukan berarti satu proker KKN terus berlanjut tanpa ada evaluasi atau inovasi. Apabila tidak dievaluasi, bukan tidak mungkin program kerja yang sudah ada malah jadi persoalan baru bagi warga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, berikut ini 3 proker KKN yang saya rasa sudah template dan perlu evaluasi.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Bimbel, program simpel yang perlu kehati-hatian<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di suatu kelompok KKN pasti ada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-asal-ikut-bimbel-nggak-menjamin-sukses-dan-burnout\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">proker bimbingan belajar alias bimbel<\/a>. Proker ini biasanya menyasar anak-anak sekolah. Jadi mahasiswa membantu anak sekolah mengerjakan PR atau mata pelajaran yang kurang dimengerti. Bimbel proker KKN yang simpel dan bermanfaat sehingga banyak kelompok menjalankannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persoalannya, tidak semua mahasiswa update dengan kurikulum yang berlaku. Bisa jadi, cara mengerjakan soal tidak lagi sama. Cara yang pernah para mahasiswa lakukan dahulu tidak lagi berlaku saat ini. Nah, apabila hal-hal semacam ini tidak dicermati, bukan tidak mungkin siswa malah semakin bingung.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Proker KKN senam perlu melihat sasaran program<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelompok yang memasukkan proker senam dalam kegiatan KKN-nya kemungkinan besar sudah kehabisan ide. Program ini murah meriah dan nggak ribet. Mahasiswa juga nggak perlu keahlian khusus. Cukup berbekal video latihan senam di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-kita-suka-nonton-video-reaction-youtube-yang-unfaedah-itu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">YouTube<\/a>, para mahasiswa bisa jadi instruktur senam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, sah-sah saja keberadaan program ini. Hanya saja, perlu dilihat kembali sasaran program dan tujuannya. Apalagi sasaran programnya adalah warga desa yang sehari-hari berkegiatan fisik, proker KKN senam jadi tidak relevan. Apalagi kalau tujuan prokernya ingin menambah kebugaran warga. Waduh, tanpa proker itu pun warga juga sudah bugar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beda cerita ketiak proker KKN itu digelar di warga perkotaan atau mereka yang sehari-hari bekerja kantoran. Proker senam akan lebih relevan. Persoalannya, tidak banyak KKN berlangsung di area perkotaan. Selain itu, tidak semua warga yang sehari-hari kerja kantoran mau mengikuti program semacam ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Pengadaan pojok baca dan perpustakaan mini tidak boleh asal\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang benar <a href=\"https:\/\/www.rri.co.id\/iptek\/1127479\/makna-ungkapan-buku-adalah-jendela-dunia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">buku adalah jendela dunia<\/a>. Melalui membaca buku, seseorang bisa mengenal dunia luar. Namun, terkadang perlu berhati-hati juga dengan buku yang dibaca. Salah-salah, seseorang bisa tercerabut dari akarnya apabila membaca buku tanpa pendampingan yang tepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah yang menjadi PR besar bagi mahasiswa KKN yang mengadakan proker pojok baca dan perpustakaan mini. Mereka tidak bisa sembarangan mengumpulkan buku, harus diseleksi kembali tema dan topik agar kontekstual. Selain itu, perlu ada pendampingan. Khususnya bagi anak-anak, agar wawasannya lebih luas, di sisi lain mereka tetap bangga atau setidaknya tidak tercerabut dari akarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas proker KKN template yang sebenarnya perlu dievaluasi lagi manfaatnya ke warga. Jangan sampai kehadiran mahasiswa KKN dan program kerjanya justru mengubah banyak hal dari warga yang sebenarnya sudah menjadi tatanan yang baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana untuk melihat kebutuhan warga yang sebenar-benarnya? Tentu saja dengan riset sebelum terjun ke warga. Tidak kalah penting dari itu, mahasiswa perlu kepekaan untuk mendengar dan memangkas ego bahwa dirinya paling benar dan paling pintar dibanding warga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis : Marselinus Eligius Kurniawan Dua<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stop-mengira-kepanjangan-its-itu-institut-teknologi-surabaya\/\"><b><i>Derita Mahasiswa ITS, Harus Berkali-kali Menjelaskan Kampusnya Bukan &#8220;Institut Teknologi Surabaya&#8221;!<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bimbel, senam, perpustakaan proker KKN yang pasti ada dan terdengar bermanfaat, tapi menyimpan persoalan jika tidak dijalankan dengan cermat.<\/p>\n","protected":false},"author":2851,"featured_media":347097,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[275,22677,23827,4426,15175],"class_list":["post-345902","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-kkn","tag-mahasiswa-kkn","tag-program-kerja-kkn","tag-proker","tag-proker-kkn"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/345902","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2851"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=345902"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/345902\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/347097"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=345902"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=345902"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=345902"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}