{"id":345748,"date":"2025-07-10T09:09:17","date_gmt":"2025-07-10T02:09:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=345748"},"modified":"2025-07-09T16:30:37","modified_gmt":"2025-07-09T09:30:37","slug":"4-oleh-oleh-semarang-yang-jarang-dilirik-padahal-khas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-oleh-oleh-semarang-yang-jarang-dilirik-padahal-khas\/","title":{"rendered":"4 Oleh-oleh Semarang yang Jarang Dilirik Wisatawan padahal Sangat Layak Jadi Buah Tangan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lumpia begitu lekat dengan Semarang. Itu mengapa ibu kota provinsi Jawa Tengah itu juga sering disebut dengan Kota Lumpia. Nggak heran kalau lumpia menjadi salah satu oleh-oleh populer dari Semarang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, ternyata nggak semua orang cocok dengan penganan satu ini. Kalian pasti pernah dengar istilah \u201clumpia kecing\u201d. Istilah itu digunakan oleh orang-orang yang kurang cocok dengan bau dan rasa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/fakta-lumpia-semarang-yang-mungkin-nggak-kamu-ketahui\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lumpia<\/a> yang begitu khas dan kuat. Bahkan, tidak sedikit wisatawan yang menyesal, bahkan kapok, telah menjadikan lumpia sebagai oleh-oleh dari Semarang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tenang saja, kalian yang kurang cocok dengan lumpia bisa membawa oleh-oleh lain dari Semarang. Di bawah ini daftar oleh-oleh Semarang selain lumpia yang sangat pantas untuk dibawa pulang.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Oleh-oleh Kecap Mirama khas Semarang\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sadar atau tidak, tiap daerah di nusantara ini punya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-kecap-legendaris-dari-jawa-timur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kecap<\/a> khasnya masing-masing. Di Semarang pun begitu, ada kecap lokal yang jadi kebanggaan warga Semarang. Namanya kecap Mirama yang sudah ada sejak 1930-an. Sampai sekarang kecap ini selalu jadi teman memasak warga Semarangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecap ini rasanya beneran manis, seperti makanan Semarang pada umumnya yang manis-manis. Kecap Mirama cocok dijadikan oleh-oleh, lebih awet dan nggak bakal cepet habis. Kemasannya juga menarik dan bagus, berwarna hijau dengan gambar lanskap bangunan di Semarang lengkap dengan gambar penjual sate dan nasi goreng.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harganya juga standar harga kecap pada umumnya, yaitu mulai dari Rp30 ribuan untuk ukuran 600 ml. Jika kecap ini dijadikan oleh-oleh, tidak akan cepat habis dan kalian bisa tetap merasakan manisnya kuliner Semarangan yang enak-enak itu. Untuk mendapatkan kecap ini kita bisa langsung ke warung-warung terdekat, pasti selalu ada.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Kerupuk bawang, oleh-oleh Semarang yang murah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh-oleh Semarang lainnya adalah kerupuk bawang. Jika kalian kebetulan penyuka kerupuk, kalian bisa membawa oleh-oleh kerupuk bawangnya. Tidak seperti kerupuk udang yang punya bau dan cita rasa udang yang kuat, kerupuk bawang berbentuk bawang dengan cita rasa yang gurih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Semarang ini banyak sekali sentra <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/umkm-tumbal-pemerintah-indonesia-yang-nggak-becus-kerja\/\">UMKM<\/a> kerupuk bawang. Untuk ukuran 500 gram kerupuk mentah harganya sekitar Rp15 ribu. Murah kan? Sampai rumah tinggal digoreng aja. Sudah gitu nggak bakal menuh-menuhin tas dan nggak takut melempem. Sebab, kerupuk ada yang tersedia dalam bentuk mentah.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Otak-otak bandeng luamyan mahal, tapi nggak mengecewakan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Semarang kini ada olahan varian baru yaitu otak-otak bandeng yang sudah dicabut duri-durinya. Bentuknya masih sama seperti bandeng utuh, tapi di dalamnya berisi bandeng yang sudah dihaluskan tanpa duri dan sudah dibumbui. Harga oleh-oleh Semarang ini cukup mahal, Rp 40 ribuan, tapi rasanya nggak bakal mengecewakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Otak-otak bandeng ini bisa dikukus, digoreng, atau dipanggang seperti otak-otak. Namun, paling enak otak-otak diolah dengan digoreng dengan dilumuri telur. Otak-otak\u00a0 bandeng ini bisa dinikmati semua kalangan. Apalagi buat anak-anak, pasti mereka suka karena nggak perlu repot memisahkan durinya. Untuk membawa pulang otak-otak bandeng nggak perlu khawatir kalau basi karena dikemas rapat dengan cara divakum.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Ingin makanan manis? Lontong spekkoek bisa jadi pilihan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, ada oleh-oleh dengan cita rasa khas yang manis dan lembut. Namanya <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/waikilapislegit\/?hl=en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Waiki Lontong Spekkoek<\/a>. Kemasannya begitu cantik layaknya lontong yang dibungkus daun pisang hijau.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disebut lontong karena bentuk lapis legit di sini digulung seperti lontong, bukan kotak pada umumnya. Harganya mulai dari Rp70.000-an kita sudah bisa membawa pulang roti enak satu ini. Lontong spekkoek ini cocok untuk diberikan pada anak muda, karena kemasannya menarik dan rasanya nggak mengecewakan. Apabila ingin membawa oleh-oleh ini bisa berkunjung ke tokonya di Jalan Senjoyo 2A, Bugangan, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu tadi 4 oleh-oleh Semarang yang jarang dijadikan oleh-oleh. Jika kalian bosan dengan lumpia atau mochinya, bisa mencoba beberapa oleh-oleh tersebut. Untuk mendapatkannya bisa langsung berkunjung ke pusat oleh-oleh Semarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Wulan Maulina<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/bakmi-jawa-jogja-tidak-semuanya-enak-wisatawan-perlu-cermat\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bakmi Jawa di Jogja Tidak Semuanya Memuaskan, Wisatawan Sebaiknya Bisa Bedakan yang Enak dan Biasa Saja<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh-oleh Semarang nggak melulu lumpia, ada juga kecap Mirama, kerupuk bawang,\u00a0otak-otak bandeng, lontong spekkoek. <\/p>\n","protected":false},"author":2312,"featured_media":346100,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[7691,479,24971,4652,29138],"class_list":["post-345748","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-kuliner-semarang","tag-oleh-oleh","tag-oleh-oleh-semarang","tag-semarang","tag-wisatawan-semarang"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/345748","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2312"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=345748"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/345748\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/346100"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=345748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=345748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=345748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}