{"id":345701,"date":"2025-07-08T11:59:08","date_gmt":"2025-07-08T04:59:08","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=345701"},"modified":"2025-07-08T11:59:08","modified_gmt":"2025-07-08T04:59:08","slug":"stop-mengira-kepanjangan-its-itu-institut-teknologi-surabaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stop-mengira-kepanjangan-its-itu-institut-teknologi-surabaya\/","title":{"rendered":"Derita Mahasiswa ITS, Harus Berkali-kali Menjelaskan Kampusnya Bukan &#8220;Institut Teknologi Surabaya&#8221;!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">ITS salah satu kampus di Surabaya paling disegani yang ada di Indonesia. Nama <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sekolah-hanya-bangga-pada-muridnya-yang-keterima-di-kampus-negeri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perguruan tinggi negeri (PTN)<\/a> ini sudah malang melintang di berbagai ajang kejuaraan robotik, inovasi, hingga riset teknologi berkelanjutan. Pokoknya, kalau dengar kata &#8220;ITS&#8221;, bawaannya langsung percaya kalau mahasiswa di sana berotak encer semua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika saya bilang ITS itu maksudnya Institut Teknologi Sepuluh Nopember ya. Bukan Institut Teknologi Surabaya. Saya merasa perlu menekankan ini karena banyak orang masih salah kaprah akan singkatannya. Salah kaprah yang dibiarkan hingga selama hampir 65 tahun berdiri, ITS masih sering disebut institut teknologi Surabaya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Mencoba menelusuri pangkal salah kaprah akan kepanjangan ITS<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum membongkar akar persoalannya, tidak ada salahnya kita kulik mengenai penamaan ITS. Melansir <\/span><a href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/id\/tentang-its\/sejarah\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">laman resmi ITS<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, penamaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember dipilih sebagai bentuk penghormatan. Tentu kalian masih ingat akan perjuangan rakyat Surabaya dalam pertempuran 10 November 1945 kan? Untuk menghargai semangat perjuangan saat itu, kampus yang berdiri pada 10 November 1960 ini dinamai ITS.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, orang-orang salah kaprah dengan mengira ITS adalah Institut Teknologi Surabaya. Mungkin ada pengaruh dari ITB yang punya kepanjang Institut Teknologi Bandung juga ya. Memang, secara pakem tidak tertulis, nama kota umumnya diletakkan di huruf terakhir singkatan kampus. Misalnya, Jakarta pada singkatan UNJ, Yogyakarta pada singkatan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/uny-kampus-medioker-ijazah-nggak-guna-di-dunia-kerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UNY<\/a>,\u00a0 Itu mengapa, mungkin orang-orang mengira S pada ITS adalah nama daerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepertinya tidak semua orang tahu bahwa ada peristiwa bersejarah di tanggal 10 November. Tidak semua orang pula ingat kalau tanggal 10 November adalah Hari Pahlawan yang menginspirasi aktor pendidikan untuk mengabadikannya sebagai nama sebuah kampus. Buktinya, branding ndakik-ndakik semacam itu ternyata kalah dengan kepraktisan otak manusia. Otak kita lebih senang menyimpulkan dengan cara yang sangat sederhana. ITS? Ya Institut Teknologi Surabaya. Beres.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kampus dunia yang banyak prestasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal salah penyebutan nama ini, dibilang nyesek ya pasti nyesek. Untungnya, di tengah-tengah kesalahpahaman yang sudah berlangsung lama, langkah perguruan tinggi ini tetap tidak terbendung. ITS tetap eksis dengan prestasi-prestasinya yang membuat kampus teknologi lainnya pada kincep.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa prestasi yang sukses dicatatkan, misal jadi juara dunia kontes mobil hemat energi, Shell Eco-Marathon, berkali-kali. Iya, berkali-kali. Artinya apa, Ferguso? Kemenangan tersebut bukan keberuntungan, tapi hasil dari riset yang panjang, kerja tim yang solid, dan inovasi yang konsisten.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi prestasi-prestasi lain seperti juara lomba robot tingkat internasional dan menang kompetisi rancang bangun kapal. PTN ini juga menyabet proyek-proyek teknologi ramah lingkungan yang dipamerkan di forum-forum ilmiah global.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ya itu tadi. Semua kebanggaan tadi bisa runtuh seketika saat berkenalan dengan orang baru. \u201cOhh, ITS? Institut Teknologi Surabaya, ya?\u201d<\/span><\/p>\n<h2><b>Kesalahpahaman lain<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kerap disangka singkatan dari Institut Teknologi Surabaya, ITS juga sering disangka sebagai kampus swasta. Padahal nyatanya, ITS adalah kampus negeri. Bahkan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember sudah berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) sejah 2014.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan status PTN-BH, ITS mendapatkan otonomi lebih luas dalam pengelolaan keuangan, akademik, dan non-akademik di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dengan demikian, perguruan tinggi negeri satu ini sudah selevel dengan jajaran PTN elit lain yang sudah lebih dulu menyandang status sebagai PTN-BH, seperti UI, ITB, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/ugm-kampus-terbaik-yang-nggak-punya-dosen-problematik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UGM<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkara kenapa ITS sering dikira kampus swasta, itu karena tidak ada embel-embel \u201cnegeri\u201d pada namanya. Lalu, kata \u201cteknologi\u201d di tengah-tengah nama kampus memperkuat asumsi orang bahwa ITS itu swasta. Maklum, kata \u201cTeknologi\u201d ini terdengar mahal, futuristik, dan identik dengan hal-hal modern. Nah, dalam persepsi umum, yang modern-modern dan canggih-canggih itu biasanya identik dengan yang swasta-swasta aja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jadi gimana, ITS?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah kaprah soal nama mungkin bukan perkara serius. Apalagi kalau dibandingkan dengan hal-hal teknis seperti akreditasi atau peringkat internasional. ITS dikira \u201cSurabaya\u201d dan kampus swasta nggak akan menurunkan jumlah jurnal terindeks Scopus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, lama kelamaan kasihan juga mahasiswa ITS. Mereka harus terus-terusan mengoreksi kesalahpahaman ini. Baru kenalan, ditanya, \u201cKuliah di mana?\u201d Jawab, \u201cITS.\u201d Eh, langsung disambung, \u201cOhh\u2026 Institut Teknologi Surabaya, ya?\u201d Waduh. Mulut senyum, hati manyun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin ke depan, pihak kampus bisa mempertimbangkan bikin kampanye kecil-kecilan. Pasang billboard di jalan tol, kasih slot iklan layanan masyarakat di TV, atau bikin tagline seru \u201cITS, S-nya bukan Surabaya, tapi Sepuluh Nopember\u201d. Itu digaungkan di medsos, website, yel-yel tiap pertemuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pokoknya, gimana caranya dibuat nempel di kepala kayak <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mars-pan-adalah-mars-partai-politik-terbaik-perindo-lewat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mars Perindo<\/a>. Nggak pernah diniatkan untuk hafal. Eh, tiba-tiba aja nyangkut di kepala. Ya kalau bukan warga ITS sendiri yang gerak, siapa lagi? ITS ini umurnya sudah hampir 65 tahun, masak iya masyarakat masih terus kepleset nyebut namanya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi ya, siapa tahu juga kalau PTN negeri satu ini memang penganut paham \u201capalah arti sebuah nama\u201d. Selama kualitas tetap nomor wahid dan riset jalan terus, ya sudahlah. Mau disebut Institut Teknologi Surabaya kek, Institut Tertinggi di Surga kek, yang penting satu: ITS tetap kampus teknik kebanggaan negeri. Itu!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis:<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dyan Arfiana Ayu Puspita<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-asal-ikut-bimbel-nggak-menjamin-sukses-dan-burnout\/\"><b><i>Jangan Mudah Terbujuk Program Bimbel karena Nggak Menjamin Masuk Sekolah Impian dan Bisa Burnout<\/i><\/b><\/a><b><i>.<\/i><\/b><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini<\/a> ya.<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahasiswa harus berkali-kali menjelaskan kalau ITS itu Institut Teknologi Sepuluh Nopember, bukan Institut Teknologi Surabaya. <\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":345712,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[29125,29126,19445,405],"class_list":["post-345701","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-institut-teknologi-sepuluh-nopember","tag-institut-teknologi-surabaya","tag-its","tag-surabaya"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/345701","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=345701"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/345701\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/345712"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=345701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=345701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=345701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}