{"id":344796,"date":"2025-07-05T08:35:34","date_gmt":"2025-07-05T01:35:34","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=344796"},"modified":"2025-07-05T00:50:20","modified_gmt":"2025-07-04T17:50:20","slug":"rest-area-heritage-bekas-pabrik-gula-jadi-kasta-top-rest-area","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rest-area-heritage-bekas-pabrik-gula-jadi-kasta-top-rest-area\/","title":{"rendered":"Rest Area Heritage Banjaratma, Bekas Pabrik Gula yang Kini Jadi Kasta Tertinggi Rest Area di Tol Trans Jawa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian sedang berlibur dan mencari tempat istirahat yang nyaman dan lengkap? Rest Area Heritage Banjaratma atau Rest Area KM 260B Banjaratma adalah jawaban yang tepat. Selain menawarkan tempat istirahat, rest area satu ini punya keunikan lain. Bangunannya berasal dari Pabrik Gula Banjaratma (PG Banjaratma) yang direvitalisasi dengan indah. Itu mengapa, tempat ini juga populer dengan rest area pabrik gula.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedikit informasi, Rest Area Heritage Banjaratma resmi dibuka pada 2019. Lokasinya berada di Jalan Tol Pejagan-Pemalang Rest Area Km 260B, Cipugur, Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tegal-mutlak-lebih-maju-daripada-brebes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kabupaten Brebes<\/a>, Jawa Tengah. Lokasi rest area pabrik gula ini tergolong strategis untuk kendaraan dari arah banyumas, Pemalang, Pekalongan, Semarang, dan sekitarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perpaduan antara bangunan lawas dan fasilitas yang lengkap membuat tempat istirahat ini banyak dicari. Sekarang coba sebutkan kebutuhan kalian, saya jamin hampir semua terpenuhi. Spot makan, pusat oleh-oleh, SPBU, tempat mainan anak, semua ada.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Asal-usul bangunan Rest Area Heritage Banjaratma<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa dibilang, bangunan bekas pabrik gula adalah daya tarik utama Rest Area Heritage Banjaratma. Layaknya bekas <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/pabrik-gula-film-horor-yang-mengecewakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pabrik gula<\/a> lain, bangunan tempat ini luas dan tampak megah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asal tahu saja, <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pabrik_Gula_Banjaratma\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PG Banjaratma<\/a> dibangun 1908 dengan nama SF Bandjaratma. Perusahaan perkebunan Belanda asal Amsterdam, Belanda, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Handelsvereniging Amsterdam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (HVA), yang membangunnya. Pabrik ini baru beroperasi pada 1913.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada fasilitas berupa rumah karyawan pabrik, jalur kereta lori untuk mengangkut tebu, dan fasilitas lainnya. Jalur kereta lorinya juga terhubung dengan Pabrik Gula Jatibarang dan Pabrik Gula Ketanggungan Barat. Selain memproduksi gula, SF Bandjaratma ini juga digunakan sebagai <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Proefstation<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> atau stasiun pengujian gula.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya pabrik ini tutup pada 1997. Biaya operasional tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh. Itu mengapa mereka terus mengalami kerugian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini pabrik gula itu beralih fungsi menjadi rest area. Beberapa properti dari bekas PG Banjaratma dipertahankan sampai dijadikan sebagai spot sejarah; seperti tempat pembakaran tebu, mesin penggiling tebu, dan lokomotif uap.<\/span><\/p>\n<h2><b>Berbagai fasilitas tersedia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain bangunannya yang unik, daya tarik lain Rest Area Heritage Banjaratma adalah fasilitasnya tergolong lengkap. Di sana kalian bisa menemukan berbagai macam tempat makan. Kalian juga bisa menemukan minimarket seperti Indomaret, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alfamart-punya-4-makanan-siap-santap-tak-kalah-dari-indomaret\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alfamart<\/a>, Lawson, dan merek-merek lain. Dengan kata lain, kebutuhan kalian selama perjalanan seperti air dan camilan bisa dengan mudah didapat di sini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak sempat beli oleh-oleh? Jangan khawatir, Rest Area Heritage Banjaratma menyediakan konter oleh-oleh. Ada telur asin dan bawang goreng khas Brebes. Lalu ada berbagai macam teh tubruk khas Slawi yang cocok sebagai oleh-oleh untuk teman maupun keluarga.\u00a0 Ingin ngemil Tahu Aci tapi belum sempat ke Slawi? Tidak usah sedih karena ada konter Tahu Aci di rest area.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rest area<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini juga punya area mainan anak. Adapun sentra batik Indonesia juga ada di dalam gedung rest area. Ingin beristirahat setelah capek berkendara di jalanan tol? Tenang, ada penginapan Swiss-Belexpress yang berada di belakang rest area. Lalu ada SPBU bagi yang mengisi bensin terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sosok mistis noni Yolanda<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain bangunan lawas dan fasilitas lengkap, ada hal menarik lain di rest area pabrik gula ini: Noni Yolanda. Ya, percaya atau tidak, kisah mistis seperti ini menambah rasa penasaran banyak orang. Setidaknya oleh mereka yang gemar cerita-cerita horor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada yang mengatakan bahwa Noni Yolanda merupakan anak karyawan PG Banjaratma asal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kotabaru-jogja-kawasan-pemukiman-belanda-jadi-tempat-wisata\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Belanda<\/a>. \u200b\u200bBiasanya sosok ini muncul di bekas rumah administratur maupun rumah karyawan pabrik. Wujudnya seorang gadis cantik berpakaian pengantin Eropa anggun dengan penuh darah di matanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita yang beredar, terjadi sebuah konflik setelah kemerdekaan Indonesia. Ketika itu sebagian massa sudah mengepung dan hendak mencoba masuk ke area PG Banjaratma. Yolanda yang ketakutan hendak bersembunyi di sebuah ruangan depan rumahnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, saat Yolanda mencoba berlari ke sana, tiba-tiba dia tersandung sebuah benda hingga terjatuh. Sebuah benda tajam mengenai wajahnya. Nyawa melayang. Jasadnya kemudian dipulangkan ke Belanda lalu dimakamkan di sana. Namun, arwahnya dipercaya masih bergentayangan di sekitar area bekas pabrik gula Banjaratma.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kombinasi antara lokasi strategis, bangunana lawas, fasilitas lengkap, dan cerita menarik menjadikan Rest Area Heritage Banjaratma tempat istirahat terbaik. Kalian yang pernah beristirahat di tempat ini,\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ana Maria Dian Ayu Sekarsari<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pantai-malang-yang-sebaiknya-dihindari-wisatawan-pemula\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Pantai di Malang Ini Sebaiknya Dihindari Wisatawan yang Baru Pertama Kali Berkunjung karena Perlu Persiapan Matang<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rest Area Heritage Banjaratma atau rest area pabrik gula menempati kasta tertinggi di Tol Jawa karena bangunan dan fasilitasnya. <\/p>\n","protected":false},"author":2916,"featured_media":345091,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[29100,29099,29101,29102],"class_list":["post-344796","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-rest-area-heritage","tag-rest-area-heritage-banjaratma","tag-rest-area-pabrik-gula","tag-tol-jawa"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/344796","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2916"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=344796"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/344796\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/345091"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=344796"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=344796"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=344796"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}