{"id":34444,"date":"2020-04-06T15:31:11","date_gmt":"2020-04-06T08:31:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=34444"},"modified":"2020-04-06T15:36:44","modified_gmt":"2020-04-06T08:36:44","slug":"panduan-mengganti-kata-siap-pas-chattingan-biar-nggak-dikit-dikit-siap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-mengganti-kata-siap-pas-chattingan-biar-nggak-dikit-dikit-siap\/","title":{"rendered":"Panduan Mengganti Kata \u201cSiap\u201d Pas Chattingan biar Nggak Dikit-Dikit Siap"},"content":{"rendered":"<p>Kadang saya bingung mau balas dengan kata apa saat atasan di tempat kerja nge-<em>chat<\/em> saya. Sering kali kalau <em>chat<\/em>-nya itu berisi sebuah perintah, yaaa, saya balas aja: <em>siap 86, Pak. <\/em>Kadang kalau saya yang memulai <em>chat<\/em> lebih dulu untuk menanyakan suatu pekerjaan lalu atasan saya memberikan arahan, <em>ending<\/em>-nya pasti saya jawab: <em>siap, Pak. <\/em>Hedeh dikit-dikit siap, dikit-dikit siap, nggak ada kata lain apa?.<\/p>\n<p>Saya tidak tahu pasti awal mula kata siap ini dari mana. Kalau saya sendiri, sih, karena faktor kebiasaan saja. Cukup sering saya mendapat balasan dengan kata <em>siap<\/em> dari lawan <em>chat<\/em>. Nah, karena faktor itu saya jadi ikut-ikutan menggunakan kata <em>siap<\/em>. Tapi kalau saya ingat-ingat kembali kata <em>siap<\/em> atau <em>siap 86<\/em> ini semakin populer saat sebuah program acara realiti yang bernama 86 (Delapan enam) diproduksi oleh NET TV.<\/p>\n<p>Itu loh, yang isi acaranya bahwa polisi itu melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Eh, udah lah nggak perlu dijelasin. Saya yakin kamu pasti lebih tahu daripada saya. Wqwqwq<\/p>\n<p>Saat terjebak dalam rimba bahasa seperti ini, hal yang pertama saya lakukan mengecek KBBI. Menurut KBBI kata <em>siap<\/em> berarti: <em>1. Sudah disediakan; 2.Sudah selesai; 3.Sudah Bersedia<\/em>. Dan hasil <em>googling<\/em> untuk angka 86 itu sendiri, eh ternyata, adalah sebuah <a href=\"https:\/\/intisari.grid.id\/read\/03640015\/di-balik-kode-86-yang-akrab-kita-dengar-artinya-ternyata-sangat-berbeda-lho?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">kode para anggota polisi<\/a> yang berarti <em>siap<\/em>, <em>dimengerti<\/em>, atau <em>siap menerima perintah<\/em>.<\/p>\n<p>Dalam penulusuran itu saya mendapatkan hal yang juga menarik, kode 86 bukanlah satu-satunya kode yang digunakan para polisi saat berkomunikasi menggunakan <em>walky talkie<\/em>. <em>FYI<\/em> aja nih, Mylov, misalnya: 8-1 testing radio, 8-2 komunikasi tidak jelas, 8-6 mengerti, 8-7 berita disampaikan kepada &#8230;., dan masih banyak lainnya. Yang pasti kode dari <em>Yang-yangan <\/em>kamu akan lebih banyak daripada kode ini.<\/p>\n<p>Karena membalas <em>chat<\/em> dengan kata <em>siap<\/em> terlalu sering saya gunakan dalam kondisi apa pun, mau kondisi resmi atau kondisi santai, lama-lama saya bosen juga. Sampai-sampai saya punya kebiasaan buruk. Ketika saya sudah malas membalas <em>chat<\/em> yang dirasa sudah cukup jelas atau ketika saya benar-benar merasa kesal dengan berisiknya balasan dari lawan <em>chat<\/em>\u2014yang satu kalimat <em>enter<\/em>-satu kalimat <em>enter<\/em>\u2014yaaaaa, mau tidak mau saya balas dengan kata <em>siap<\/em> saja.<\/p>\n<p>Misalnya nih, saya sebel banget nih sama atasan yang sikapnya <em>bossy<\/em> banget. Semacam jenis atasan yang nggak nyadar kalau sebenarnya dia juga kacung kampret kayak bawahannya. Cuma bedanya dia kacung yang punya kacung lagi. Masih sama-sama digaji. Terus memberi perintah atau kalau ngomong di <em>chat<\/em> WA nggak seenak jidatnya. Kalau kondisinya begini, pokoknya apa pun isi chat itu balasannya pasti: <em>siap<\/em>.<\/p>\n<p>Kadang karena sikap saya sendiri ini, kata <em>siap<\/em> jadi terkesan layaknya <em>auto text<\/em> pada ponsel. Kalau saja Blackbery masih berjaya, mungkin kata <em>siap<\/em> akan saya <em>seting<\/em> pada satu huruf saja di keyboard. Jadi cukup tekan huruf <em>\u2018S\u2019<\/em> lalu <em>enter<\/em>, dengan seketika munculah kata <em>siap<\/em> pada layar ponsel saat <em>chating<\/em>. Tapi bagusnya lagi, teknologi Android abad ini memang lebih canggih daripada BB, baru saja mengetik dua huruf: <em>Si&#8230;<\/em>\u2014eh, tahu-tahu di papan ketik sudah muncul duluan kata <em>siap<\/em> yang bisa dengan mudah kita sentuh. Selanjutnya tinggal klik: kirim!<\/p>\n<p>Nah, untuk menghindari prasangka itu dari atasan, saya sering kali mencari alternatif dari kata <em>siap<\/em> ini. Apa saja pengganti kata &#8220;siap&#8221; yang saya gunakan? Kira-kira seperti ini:<\/p>\n<p><strong>Pertama, saat diberi perintah saya selalu berusaha merangkai kalimat untuk membalasnya<\/strong>. Mau seberapa pun kadar bencinya, saya masih tetap bawahan yang butuh gaji. Menjaga sikap dengan baik adalah cara yang paling aman biar nggak disuru <em>resign<\/em> secara tidak langsung\u2014dimutasi ke luar daerah. Misalnya gini:<\/p>\n<p>Pak Priyo: Lan coba cek printer saya dong. Apanya yang rusak gitu.<\/p>\n<p>Saya: <span style=\"text-decoration: line-through;\">Siap, Pak<\/span> Iya, Pak. Ditunggu ya&#8230;<\/p>\n<p>Pak Priyo: Thxu Lan<\/p>\n<p>Saya: <span style=\"text-decoration: line-through;\">Siap, Pak<\/span> Terima kasih kembali, Pak \ud83d\ude42<\/p>\n<p><strong>Alternatif yang kedua mengganti kata <em>siap<\/em> dengan kata <\/strong><em><strong>baik<\/strong>. <\/em>Contohnya saat kondisi <em>chat<\/em>-nya santai kayak gini:<\/p>\n<p>Saya: Selamat pagi, Kak Romlah. Aku minta <em>invoice-<\/em>nya, yah&#8230;<\/p>\n<p>Romlah: Siap, Kak.<\/p>\n<p>Romlah: <em>Mengirim sebuah gambar:<\/em> Ini, Kak <em>invoice-<\/em>nya.<\/p>\n<p>Saya: <span style=\"text-decoration: line-through;\">Siap Kak<\/span> Baik, Kak Romlah.<\/p>\n<p>Saya: <em>Mengirim sebuah gambar:<\/em> Sudah aku bayar ya, kak.<\/p>\n<p>Romlah: Siap, terima kasih, kak<\/p>\n<p><strong>Alternatif yang ketiga mengganti kata <em>siap<\/em> dengan <em>stiker<\/em> <em>WA<\/em>.<\/strong> Contohnya saat <em>chat<\/em>-nya kayak gini:<\/p>\n<p>Andi: Lan, gue nitip batagor yang biasa di depan stasiun Jayakarta, dong.<\/p>\n<p>Saya: <span style=\"text-decoration: line-through;\">Siap Bray<\/span> Stiker: Gambar Saitama bilang OK.<\/p>\n<p>Andi: Stiker: Ibu-ibu RCTI Oke yang duduk di perahu.<\/p>\n<p><strong>Alternatif yang ketiga mengganti kata <em>siap<\/em> dengan <em>Terima kasih<\/em>.<\/strong> Contohnya saat kondisi chat-nya kayak gini:<\/p>\n<p>Abang Kurir Paket: Halo, Mas Allan&#8230; Ini ada paket buat Mas Allan. Seperti biasa, mau diambil atau diantar?<\/p>\n<p>Saya: Diantar saja, Pak.<\/p>\n<p>Abang Kurir Paket: Siap, Mas. Nanti saya sampai sekitar jam 11an.<\/p>\n<p>Saya: <span style=\"text-decoration: line-through;\">Siap, Pak<\/span> Terima kasih, Pak.<\/p>\n<p><strong>Alternatif yang keempat mengganti kata <em>siap<\/em> dengan kata <\/strong><em><strong>oke<\/strong>.<\/em> Misalnya:<\/p>\n<p>Makanan Kucing Murah: Halo Mas Allan. Saya sudah kirim paketnya tadi sore. Silakan ditunggu, yah.<\/p>\n<p>Saya: <span style=\"text-decoration: line-through;\">Siap<\/span> Oke \ud83d\ude42<\/p>\n<p>Atau gini:<\/p>\n<p>Servis Laptop Mangga 2: Mas, mau menginfokan kalo laptopnya sudah selesai diperbaiki.<\/p>\n<p>Saya: <span style=\"text-decoration: line-through;\">Siap<\/span> Oke \ud83d\ude42<\/p>\n<p>Oh iya ada satu lagi, nih, ada alternatif kata <em>siap<\/em> ada juga alternatif kata <em>belum siap<\/em> sebaiknya jangan dipikirkan. Cukup dirasakan. Nggak dibalas juga nggak apa-apa, kok. Kayak gini:<\/p>\n<p>My Princess: Kamu yakin udah siap?<\/p>\n<p>Saya: Siap, kok. Gimana?<\/p>\n<p>My Princess: Oh yang pertanyaan itu yah. Maaf ya, tapi aku belum siap buat jadi pacar kamu.<\/p>\n<p>Sampai di sini sebetulnya udah nggak perlu dibales, sih. Sudah jelas. Eh, malah dibalas.<\/p>\n<p>Saya: Mksh untk hari2nya.<\/p>\n<p>+62 812-7171-XXXX: Iya, maksih juga. Kamu juga udah baik banget sama aku.<\/p>\n<p>Pada intinya kita bisa mengganti kata siap dengan kata lain yang bermakna sama. Kalau memang nggak mager dan nggak terlalu sibuk kita juga bisa menggantinya dengan satu kalimat utuh yang sesuai dengan konteks percakapan. Ini sih, hanya beberapa alternatif saja yang sebetulnya banyak lagi alternatif yang bisa kamu kreasikan sesuai dengan kretifitas kamu. Selamat mencoba \ud83d\ude42<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-mengakhiri-chat-di-whatsapp-biar-nggak-cuman-pakai-haha-hehe-thok\/\">Panduan Mengakhiri Chat di WhatsApp Biar Nggak Cuman Pakai \u201cHaha-Hehe\u201d<\/a><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-mengakhiri-chat-di-whatsapp-biar-nggak-cuman-pakai-haha-hehe-thok\/\"> Thok<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/allan-maullana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Allan Maullana<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kata &#8220;siap&#8221; jadi kata yang paling sering diketik orang pas chattingan. Dikit-dikit siap, dikit-dikit siap. Sungguh membosankan. Saya mau kasih tau kata yang bisa menggantikannya.<\/p>\n","protected":false},"author":65,"featured_media":34551,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[4764,307],"class_list":["post-34444","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-chattingan","tag-whatsapp"],"modified_by":"Nia Lavinia","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34444","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/65"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34444"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34444\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34551"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}