{"id":344261,"date":"2025-06-30T12:07:15","date_gmt":"2025-06-30T05:07:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=344261"},"modified":"2025-07-04T11:35:04","modified_gmt":"2025-07-04T04:35:04","slug":"indrive-aplikasi-ojol-penganut-mazhab-kapitalisme-murni-bikin-mitra-rugi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/indrive-aplikasi-ojol-penganut-mazhab-kapitalisme-murni-bikin-mitra-rugi\/","title":{"rendered":"InDrive, Aplikasi Ojol Penganut Mazhab Kapitalisme Murni, Bikin Mitra Rugi dan Kalah Sebelum Berperang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari berbagai aplikasi ojek online yang ada di Indonesia, InDrive (sebelumnya bernama inDriver) adalah yang paling tidak ramah terhadap mitra driver menurut saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aplikasi yang menawarkan fitur &#8220;Nego Harga&#8221; ini telah beroperasi selama kurang lebih 11 tahun. InDrive sering diandalkan oleh penumpang dengan mobilitas tinggi atau kalangan menengah ke bawah karena tarifnya jauh lebih murah dibandingkan aplikasi ojol lainnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pasar bebas dan ketimpangan driver di InDrive<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan aplikasi lain yang secara otomatis mencarikan driver saat pemesanan, di InDrive, penumpang bebas memilih driver yang diinginkan. Setiap kali membuat pesanan, pengguna akan diberikan 1-5 pilihan driver dilengkapi dengan tawaran harga, foto dan nama driver, jarak dari lokasi penumpang, jenis motor yang digunakan, rating dan jumlah riwayat perjalanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah sebabnya driver InDrive jarang terlihat mangkal atau berkumpul di tempat yang sama saat onbid (istilah untuk menyalakan aplikasi dan siap menerima order), karena kalo sesama driver ngumpul, malah jadi rebutan costumer jatohnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Driver dengan rating tinggi dan riwayat perjalanan banyak lebih sering dipilih. Sebaliknya, driver baru atau yang memiliki sedikit riwayat kesulitan mendapatkan orderan. Di InDrive, tampilan fisik juga berpengaruh, driver dengan foto profil &#8220;good looking&#8221; cenderung lebih diminati. Mandang fisik, guys.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada mekanisme yang adil untuk memastikan kesetaraan kesempatan. Pasar bebas ala <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Adam_Smith\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Adam Smith<\/a> benar-benar dipraktikkan di sini. Driver senior dan yang berpenampilan menarik lebih unggul, sementara yang lain kian tertinggal. Mirip hukum &#8220;yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin&#8221;, meski sejujurnya, sulit menjadi kaya hanya mengandalkan pendapatan sebagai mitra InDrive.<\/span><\/p>\n<h2><b>Fasilitas minim, tarif terlalu murah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan aplikasi lain yang menyediakan asuransi kesehatan dan kecelakaan untuk mitra, di InDrive, asuransi bersifat opsional\u2014driver harus membayar premi sendiri. Dengan pendapatan minim, jumlah pelanggan terbatas, tarif murah, dan biaya layanan tinggi, premi asuransi menjadi beban berat. Akibatnya, banyak driver yang memilih tidak berlangganan asuransi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di aplikasi lain, saat jam sibuk atau macet, tarif bisa naik karena sistem &#8220;lonjakan&#8221;. Namun, di InDrive, tarif tetap dihitung per kilometer\u2014tidak peduli seberapa parah kemacetannya. Misalnya, perjalanan 5 km yang memakan waktu hampir satu jam hanya dibayar Rp15.000, dan itu masih dipotong pajak serta biaya layanan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Promosi minim, mitra terlalu banyak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurangnya promosi membuat InDrive kalah populer dibanding kompetitor. Pelanggan tidak banyak, tetapi jumlah mitra terus bertambah. Siapa pun bisa mendaftar sebagai mitra kapan saja, yang secara teori baik bagi perusahaan karena jangkauan layanan semakin luas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, bagi mitra, kebijakan ini justru merugikan. Surplus mitra menyebabkan persaingan terlalu ketat. Banyak driver yang onbid seharian hanya dapat 1-2 order, bahkan ada yang tidak dapat sama sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, mengapa masih bertahan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan ini sering muncul ketika ada keluhan seperti ini. Bagi yang hanya menjadikannya sampingan (seperti saya), berhenti onbid bukan masalah besar. Namun, bagi yang menggantungkan hidup sepenuhnya pada InDrive, ini sebuah dilema. Kalau nggak narik, nggak makan, tapi kalo narik juga belum tentu nutup bensin dan perawatan motor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Situasinya mirip dengan buruh di perusahaan nakal yang upahnya tidak sesuai regulasi. Jika protes, takut dipecat; jika dipecat, tidak ada pilihan lain. Akhirnya, mereka hanya bisa bertahan, meski dalam kondisi yang tidak adil.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Pernyataan Resmi inDrive Indonesia <\/strong><strong>Terkait Artikel Mojok.co: \u201cinDrive, Aplikasi Ojol Penganut Mazhab Kapitalisme Murni, Bikin Mitra Rugi\u201d<\/strong><\/h2>\n<p>Kami di inDrive Indonesia menyadari adanya opini yang disampaikan melalui artikel Mojok.co berjudul \u201cinDrive, Aplikasi Ojol Penganut Mazhab Kapitalisme Murni, Bikin Mitra Rugi\u201d. Kami menghormati kebebasan berekspresi dan kritik sebagai bagian dari dinamika dalam ekosistem transportasi daring di Indonesia.<\/p>\n<p>Namun demikian, penting bagi kami untuk menyampaikan klarifikasi berikut guna memberikan gambaran yang lebih utuh dan berimbang mengenai model operasional inDrive:<\/p>\n<p>1. Model Penawaran Harga Langsung (peer-to-peer pricing)<br \/>\ninDrive menggunakan model unik di mana penumpang dan pengemudi bernegosiasi langsung soal tarif, tanpa intervensi algoritma penentuan harga. Model ini kami yakini memberikan:<\/p>\n<p>-Fleksibilitas bagi pengemudi untuk menolak tarif yang dianggap tidak layak,<\/p>\n<p>-Keadilan karena tidak ada skema potongan komisi tetap,<\/p>\n<p>Hak Menentukan Sendiri Hak menentukan sendiri yang lebih luas bagi mitra pengemudi dibandingkan model konvensional.<\/p>\n<p>2. Komitmen pada Biaya Transparan dan Rendah<br \/>\nKami tidak mengambil potongan komisi tetap dari penghasilan mitra. Sebaliknya, mitra membayar kontribusi sukarela yang jumlahnya bisa diatur sendiri berdasarkan preferensi mereka. Di banyak kota, kontribusi ini masih 0%, sebagai bentuk dukungan inDrive terhadap pertumbuhan mitra pengemudi lokal.<\/p>\n<p>3. Dukungan terhadap Mitra Pengemudi<br \/>\ninDrive Indonesia terus mengembangkan program pelatihan, dukungan teknis, dan sarana komunitas seperti Driver Lounge untuk meningkatkan kesejahteraan dan rasa kepemilikan mitra terhadap platform.<\/p>\n<p>4. Pendekatan Progresif, Bukan Eksploitatif<br \/>\nLabel \u201ckapitalisme murni\u201d yang digunakan dalam artikel tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan prinsip dasar kami. inDrive lahir dari semangat anti-monopoli dan keinginan menciptakan alternatif yang lebih adil di pasar transportasi digital global. Di lebih dari 700 kota, pendekatan ini terbukti memberi ruang lebih besar bagi mitra untuk menentukan penghasilan mereka secara mandiri.<\/p>\n<p>Kami terbuka untuk dialog yang konstruktif dan berharap semua pihak, termasuk media, dapat menyampaikan kritik berdasarkan informasi yang akurat dan menyeluruh.<\/p>\n<p>Penulis: Yaser Fahrizal Damar Utama<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/layanan-taksi-online-maxim-nggak-lebih-baik-dari-indrive\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Alasan Layanan Taksi Online Maxim Nggak Lebih Baik dari InDrive<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>InDrive adalah salah satu penyedia jasa ojol yang, jujur saja, menurut saya, nggak ramah dengan mitra. Kenapa? Baca artikel ini.<\/p>\n","protected":false},"author":599,"featured_media":263451,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[23292,29062,74],"class_list":["post-344261","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-indrive","tag-mitra-ojol","tag-ojol"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/344261","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/599"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=344261"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/344261\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/263451"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=344261"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=344261"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=344261"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}